PENAFSIRAN AYAT-AYAT TENTANG WISATA

Penafsiran Ayat-ayat Tentang Wisata

QS.Al Imran  : 137

a. Redaksi Ayat

ﻗَﺪْ ﺧَﻠَﺖْ ﻣِﻦ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﺳُﻨَﻦٌ ﻓَﺴِﻴﺮُﻭﺍ۟ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻓَﺎﻧﻈُﺮُﻭﺍ۟ ﻛَﻴْﻒَ ﻛَﺎﻥَ ﻋٰﻘِﺒَﺔُ ﺍﻟْﻤُﻜَﺬِّﺑِﻴﻦَ : ١٣٧

b. Terjemahan Ayat

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah ALLAH Azza wa Jalla, karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah
bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

c. Tafsir Mufrodat

سنن: plural untuk sunnah, yaitu jalan yang diteladani, contohnya:
sunnah nabi. Maksudnya adalah kejadian-kejadian yang menimpa pendusta.

d. Munasabah Ayat

Dalam ayat-ayat sebelumnya ALLAH SWT menganjurkan para hamba-NYA untuk bersabar dan bertaqwa, juga mengingatkan orang-orang mukmin tentang bantuan ALLAH SWT berupa “kiriman” malaikat kepada mereka dalam Perang Badar. Dalam ayat-ayat selanjutnya ALLAH menyuruh orang
beriman untuk bersegera memperoleh ridha ALLAH SWT. Kemudian ALLAH Azza wa Jalla juga menerangkan secara terperinci kekalahan orang beriman dalam Perang
Uhud setelah mereka memenangi Perang Badar, serta penyebab kekalahan
itu, yang tidak lain dikarenakan ada sebagian orang membangkang perintah
Rasulullah Saw. Kemudian ALLAH Azza wa Jalla menjelaskan bahwa cobaan adalah hal yang biasa dalam hidup ini, dan terbunuhnya para nabi jangan sampai menjadikan hati orang-orang beriman menjadi lemah. ALLAH Subhanahu wa Ta’ala juga menjelaskan pelajaran dan hikmah yang diambil dari kekalahan dalam Perang Uhud.

e. Penasfsiran Ayat

Menurut Al-Maraghi, perintah berjalan di muka bumi dan merenungkan berbagai peristiwa yang telah menimpa umat sebelumnya.
Menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran, agar mendapatkan ilmu yang benar serta didasari oleh bukti. Dari situlah akan didapatkan sebuah petunjuk, bahwa pengaturan antara kebenaran dengan kebatilan memang
telah terjadi pada umat terdahulu. Kemenangan selalu berada di pihak yang benar selama dibarengi dengan kesabaran dan ketaqwaan. Termasuk di antara ketaqwaan adalah mengikuti yang telah digariskan oleh ALLAH SWT untuk mencapai kemenangan yaitu melatih diri, mempersiapkan peralatan
senjata guna memerangi musuh, seperti yang telah diperintahkan oleh ALLAH SWT melalui Firman-NYA  :

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh ALLAH SWT dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang ALLAH SWT
mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan ALLAH SWT niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Hal itu terus berlangsung dalam bentuk tatanan yang tetap dan sebab sebab yang tidak berubah dan berganti. Berjalan di muka bumi untuk menyelidiki keadaan orang-orang terdahulu guna mengetahui apa yang telah menimpa mereka, merupakan sebuah alat bantu yang paling baik untuk mengetahui sunnah dan mengambil pelajaran darinya.
Terkadang bisa diambil juga pelajaran seperti ini dari buku-buku sejarah yang telah dicatat oleh orang-orang yang telah menyelidiki ikhwal mereka.
Mereka ini telah melihat langsung bekas-bekas peninggalannya,sehingga
bisa dibuat pelajaran dan petuah untuk generasi umat beragama.
Tetapi mengacu kepada buku-buku sejarah itu masih berada di bawah tingkat keyakinan orang-orang yang melakukan ekspedisi tersendiri, kemudian melihat peninggalan-peninggalan bersejarah secara langsung.
Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya menyebutkan bahwa, ALLAH SWT ber-Firman kepada hamba-hamba-NYA yang mukmin tatkala mereka
mendapat musibah dalam Perang Uhud dan gugur tujuh puluh orang diantara mereka sebagai syuhada. Bahwa hal yang serupa itu telah terjadi
pada umat-umat terdahulu sebelum mereka, para pengikut nabi-nabi yang
akhirnya merekalah yang beruntung dan orang-orang kafirlah yang binasa.
Karenanya ALLAH SWT memerintahkan hamba-hamba-NYA mengadakan
perjalanan untuk melihat dan menyaksikan bagaimana akibat dari yang diderita oleh umat-umat yang mendustakan nabi-nabi-Nya.

Sayyid Quthb juga menjelaskan bahwa Al Qur’an mengaitkan masa
lalu manusia dan masa kininya, serta masa kininya dengan masa lalunya.
Maka, dari celah-celah semua itu di isyaratkannya pula masa depannya.
Ketika bangsa Arab mendapatkan firman ini pertama kali, kehidupan,
pengetahuan dan pengalamam mereka (Sebelum Islam) tidak menolerir pandangan yang menyeluruh ini bagi mereka. Kalau bukan karena Islam
(dan kitab sucinya Al Qur’an) yang dengannya ALLAH SWT menjadikan mereka lain dari yang lain, dan menjadikan bagian dari mereka sebagai umat yang memimpin dunia, niscaya mereka tetap dalam kejahiliyaan.
Sistem kabilah (kesukuan) yang mereka hidup di bawah bayang-bayangnya, tidak dapat membimbing pikiran mereka untuk mengaitkan
penduduk Jazirah Arab dengan apa yang berlaku dalam kehidupan mereka.
Apalagi, mengaitkan antara penduduk bumi ini dengan segala peristiwa yang dialaminya dan menghubungkan antara peristiwa-peristiwa yang
terjadi di dunia dengan Sunnah Kauniyah (hukum alam) yang berlaku dalam semua aspek kehidupan. Ini merupakan lompatan jauh yang tidak
bersumber dari lingkungan dan tidak terjadi sebagai tuntutan kehidupan
pada masa itu. Tetapi, yang membawa mereka kepada pandangan yang
demikian adalah akidah. Akidah inilah yang membawa mereka dan mengangkat derajat mereka sedemikian tinggi dalam kurun waktu
seperempat abad saja. Sementara itu, manusia lain yang katanya lebih
modernis tidak dapat mencapai tingkat pemikiran yang demikian tinggi
melainkan setelah memakan waktu berabad-abad dan mereka tidak mengetahui kebakuan sunnah serta undang-undang alam ini melainkan setelah berlalu masa beberapa generasi. Namun setelah mereka
mengetahui bakunya sunnatullah ini, mereka lupa bahwa keberlakuan
hukum alam ini disertai oleh kehendak Ilaahy yang mutlak dan bahwa segala sesuatu akan kembali kepada ALLAH Azza wa Jalla.

Adapun umat pilihan ini, maka mereka telah meyakini semua itu, tashawwur-nya (pandangannya) begitu luas. Mereka merasakan keseimbangan antara Sunnatullah dan sesudah itu, merasa tenanglah hatinya terhadap kehendak ALLAH Azza wa Jalla yang mutlak.

Sunnahlah yang mengatur kehidupan. Sunnah yang telah ditetapkan oleh kehendak yang mutlak. Maka apa yang terjadi pada masa sebelum
kamu akan terjadi pula (dengan Kehendak ALLAH SWT) pada masa kalian.
Keadaan yang terjadi pada umat sebelum kalian, juga akan terjadi pada kalian.
Itulah akibat yang dapat disaksiakan bekas-bekasnya di muka bumi dan dapat disaksikan pula langkah-langkah perjalanan mereka yang ditapaktilasi oleh generasi sesudahnya.
Al Qur’an banyak menyebutkan perjalanan dan bekas-bekas mereka ini dalam berbagai tempat didalamnya.
Sebagian dibatasi tempatnya, masanya dan pelaku-pelakunya. Sedangkan
sebagian lagi hanya diisyaratkan tanpa batasan dan perincian. Disini Al Qur’an mengemukakan isyarat secara global untuk tujuan secara global pula, yaitu ;

“apa yang terjadi terhadap orang-orang yang mendustakan rasul-rasul (ayat-ayat) ALLAH SWT kemarin, juga akan terjadi pada para pendusta itu sekarang dan pada waktu yang akan datang.”

Hal itu dimaksudkan agar hati kaum muslimin menjadi tenang terhadap akibat ini dari satu sisi dan dari sisi lain agar mereka berhati-hati
serta tidak tergelincir seperti orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
ALLAH SWT itu. Jadi, disana terdapat seruan untuk menenteramkan hati dan
untuk berhati-hati.
Bumi itu seluruhnya adalah satu dan merupakan panggung kehidupan manusia. Bumi dan kehidupan di dalamnya adalah buku terbuka yang dapat dibaca oleh mata kepala dan mata hati.
Ali Ash Shobuni juga menjelaskan bahwasanya telah berlalu sunnah-sunnah ALLAH SWT kepada umat-umat yang terdahulu dengan
kehancuran dan kebinasaan, akibat perselisihan mereka terhadap para Nabi-NYA. Perintah untuk mencari berbagai berita dan informasi orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-NYA dan apa yang ditimpakan kepada mereka, bertujuan agar umat manusia dapat mengambil pelajaran dari
jejak-jejak mereka.
  
#sumber skripsi Indah Murni Mahardini

Dipublikasi di Arung Wahyu | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SINJAI TO NIGHT

Tak ada yang bisa kutuliskan selama seminggu di Kota Sinjai. Bukan karena tidak ada ide, bahkan ide-ide dikepalaku begitu membludak, “ngantri”! Seakan yang satu ide berkata; dahulukan aku,,, .!
Yang lain pun berkata demikian; dahulukan juga saya,,,!
Saya tak bisa mendahulukannya bersamaan, saya belum bisa memecahkan fikiranku, belum bisa menfokuskan mana yang lebih dahulu saya terbitkan.
Semua begitu sangat penting buatku..Hingga saya tak bisa mendahulukan yang mana lebih dahulu..
Saya tak sehebat Guo Jing yang pandai Jurus Tangan Kiri Melawan Tangan Kanan atau Jurus Pemecah Fikiran Dan Hati secara bersamaan.
Gubrak…!‼ Saya cuma pandai Jurus 18 Tapak Penakluk Naga “cuma” 3 jurus saja… haha..
Hubungannya dimana ya ^_^ ?
Malam ini setelah menonton pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris, antara Manchester United vs West Brown yang berakhir angka kacamata,saya teringat akan catatan kecilku dihandphone, dan membukanya. Saya menemukan kalimat-kalimat inspiratif dari orang-orang terkemuka dan telah lama saya simpan cuma saya lupa sumbernya dari mana. Dan akhirnya saya memutuskan menerbitkan yang ini terlebih dahulu.

Antara lain :

Di antara ‘mantra’ yang layak dihayati; “ALLAH bersamaku, ALLAH melihatku, ALLAH mendengarku”; agar berpadu berani karena-NYA & malu pada-NYA. Salim A. Fillah

Di antara siksa hidup adalah cinta pada pujian & takut dicela insan. Kemesraan dengan Allah-lah yang melezatkan setiap detak & helaan.- Salim A. Fillah

Sebab aib & dosa tak tertanda secara kasat di wajah kita, sesama masih berbaik sangka. Mari syukuri itu dengan berjuang menjadi sebenar baik.- Salim A. Fillah

Hukuman di dunia atas dosamu bukanlah terputusnya rizqi, melainkan terputusnya munajat yang menjadi kemesraanmu dengan-Nya.- Hasan Al Bashri

Jika kau lihat jiwamu bermalas-malasan terhadap ketaatan; khawatirilah, jangan-jangan ALLAH tak lagi menyukai ketaatanmu.- Ibn ‘Utsaimin

Karena sabar itu TIDAK ADA BATASnya; maka janganlah memBATASinya dengan AMARAH.[Source: @Akhi_Rahman]

Jangan meninggalkan amal karena takut tidak ikhlas.Beramal sambil meluruskan niat lebihbaik daripada tidak beramal sama sekali.[Source :Facebook]

Setetes air mata yang jatuh karena keinsyafan, seribu kali lebih baik daripada sejuta mutiara di lautan, sesaat bersedih karena ingat dosa adalah lebih mulia daripada seharian bersedih karena cinta anak manusia, sejernih wajah karena wudhu yang sempurna adalah lebih bercahaya daripada kilauan segunung permata.[Source :Facebook]

“Aku yakin bahwa rezekiku tidak tertukar, karena itu hatiku tenang. Aku yakin amalku tidak mungkin digantikan oleh yang lain, karena itu aku semangat beribadah. Aku yakin bahwa ALLAH mengawasiku, karena itu aku malu bermaksiat. Aku yakin bahwa mati selalu membuntutiku karena itu aku selalu siap menghadapinya.”- Hasan al-Bashri, ulama zuhud ketika ditanya rahasia ketenangan hidupnya

Dunia bergerak ke belakang, akhirat bergerak ke depan. Jadilah anak akhirat bukan anak dunia. Kini, masa beramal tak ada hisab, besok hisab tak ada masa beramal.- Ali bin Abi Thalib –

Orang yang berakal itu bukanlah orang yang mengetahui kebaikan dan keburukan, namun sesungguhnya orang yang berakal itu apabila ia melihat kebaikan maka ia akan mengikutinya dan apabila ia mendapat keburukan ia akan menjauhinya.- Ibnu Uyainah dalam al-Hilyah

“Bacalah Al Qur’an karena ia akan datang di hari kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya.”- HR Muslim -”
Neraka itu dipagari syahwat (kesenangan-kesenangan), sedangkan surga dikelilingi hal-hal yang tidak disukai (ujian).”- HR Bukhari

Dipublikasi di Inspiratif | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

MY TRIP LILLAAHI TA’ALAA


Kita belum bisa memastikan apakah perjalanan yang kita lalui saat ini sudah mendekati tujuan dan sasaran yang telah kita planningkan sejak awal. 

Atau bahkan sudah melenceng jauh, yang semestinya kita berada dijalur yang tepat karena kita merasa sasaran sudah benar yang membuat kita terlena. Dan disaat terlena ini kita tak bisa mencermati bahwa dipenghujung tikungan sana ada jalur kecil yang semestinya itulah jalan yang harus ditempuh. Kita terlena dan merasa nyaman bahwa jalan raya yang mulus inilah arah yang membawa kita ke tujuan. Kenyataannya bahwa jalan yang terlewati tadi yang nampaknya seperti jalan pengerasan dan kumuh justru di akhirnya adalah kota tempat yang kita tuju.

Jika merasa nyaman dengan keadaan sesekali sembari menengok kebelakang,apakah kenyamanan ini telah benar atau malah membuat kita alpa dan terlupa.

Itu adalah sebagian lika – liku kehidupan. Yang semestinya tampak indah, karena terbuai akhirnya lupa akan segalanya. Lupa akan jalan yang dituju. Syukur-syukur sewaktu jalannya belum jauh kita segera teringat lagi akan kealpaan kita dan segera memutar balik stir sebelum batas tempo yang ditentukan untuk menuju kota impian berakhir.
Kita sekiranya kita mulai merasa lelah, tiada salahnya kita istirahat sejenak sembari menenangkan fikiran, sembari memanjatkan syukur ke Hadirat Rabbul Izzati yang masih memberi kita kesempatan untuk berjalan dijalan yang benar.

Kapan lagi kita bersyukur, , bersujud dan berdo’a kearah bumi tempat berpijak yang dengannya itu seisi langit meng-aamiin kannya??

Kita berjalan tidak sekedar berjalan, gunung tinggi didaki,lautan kusebrangi tapi tetap mesjid adalah tempat singgah untuk mendirikan ibadah kita. 

Timbul pertanyaan ? 

Jika dalam perjalanan tak ada ditemui masjid,musholla atau rumah?

Dinul Islam adalah memudahkan tapi kita jangan mempermudah…!  Bukankah hamparan tanah yang diciptakan ALLAH adalah fasilitas yang telah disiapkan? Dimanapun kita bersujud(yang penting tempatnya diyaqini suci) disanalah akan menjadi sebuah Masjid.

My Trip Lillaahi Ta’alaa
Baarokallahu fik

Dipublikasi di Inspiratif | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Yang Lalu Biar Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. 

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada. 

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! 

Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan. 

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah. 

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. 

Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, “Mengapa engkau tidak menarik gerobak?” 

“Aku benci khayalan,” jawab keledai. 

Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puingpuing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya. 

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan! 


Dipublikasi di La Tahzan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Fikirkan Dan Syukurilah

Fikirkan dan syukurilah

Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. 

Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. 

{Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} 

(QS. Ibrahim: 34) 

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya. 

{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.} 

(QS. Luqman: 20) 

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki. 

{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?} 

(QS. Ar-Rahman: 13) 

Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? 

Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit? 

Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. 

Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? 

Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempumaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisash, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat. 

Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah! 

{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.} 

(QS. Adz-Dzariyat: 21) 

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan 

{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.} 

(QS. An-Nahl: 83)

Dipublikasi di La Tahzan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Kurang Focus? Ada Al Qur’an…??


     Ini bukan tentang iklan air mineral yang populer yakni Aqua. Dimana dalam iklan ada dua sahabat yang masuk ke sebuah mini market untuk membeli minuman. Sahabat yang satunya lantas membeli sebotol aqua dan menawarkannya juga kepada sahabatnya, tapi sang sahabat justru menolak dan memilih minuman mineral lain.
    Sahabat yang membeli minuman botol aqua lantas meminumnya sedangkan sahabatnya juga meminum air mineral jenis yang lain. Setelah membayar minumannya mereka pun keluar dari minimarket tersebut. Sahabat yang membeli minuman aqua lantas bergegas menuju motornya, sambil menunggu sahabatnya.
    Tapi apa jadinya, sahabat yang membeli air mineral lain justru mengarah ke motor pengunjung yang yang menggunakan helm sama dengan sahabatnya.. Orang lain ini sempat heran, kenapa ada yang ikut nebeng dimotornya. Dia pun menoleh bersamaan sang sahabat itu menoleh kedepan….
     Jjjjeddarrr… sang sahabat yang membeli air mineral lain ini pun melongo.  Mukanya tampak kacau sedemikian rupa…   ada aqua?
    Pun bukan tentang Cinta dalam ending drama Ada Apa Dengan Cinta(AADC). Keluar dari taksi dan memburu sesosok orang berambut ikal berselempang backpack berbaju kotak-kotak..
   “14 tahun aku menunggu,,,,,” teriak Cinta pada orang berambut ikal…
Yang dimaksud pun heran, lantas berpaling kearah belakang dimana suara Cinta menggelegar dalam ruangan.. Cinta yang begitu yakin bahwa itu adalah Rangga sang pujaan hatinya melongo karena terkejut. Malunya jangan di tanya,ternyata dia salah orang..  ada Aqua?
     Tapi ini tentang fluktuasi keimanan yang kadarnya terkadang melonjak tapi tak jarang menurun drastis. Disaat melonjaknya Kadar Iman rutinitas ibadah dengan segala amalan-amalan begitu konsisten dilakukan. Malas dan tidur yang menjadi hasutan iblis pun tak mampu menghentikan laju ibadah seseorang.
Tapi jika Kadar Iman menurun perasaan malas pun menggerogoti. Disaat seperti ini ritual ibadah bahkan bisa terganggu.
    Ada solusi yang bisa mendongkratnya kembali. Dia bukan sekedar minuman mineral jenis aqua atau makanan apapun tapi dia adalah Al Qur’an. Kalam ALLAH yang Agung, dengan rutin membacanya kita seperti sedang mengobrol dengan Sang Pemilik Kalam, ALLAH Azza Wa Jalla.

    Dengan membaca Al Qur’an hati kita yang awal kacau atau kurang focus akan mantap kembali.

ALLAH Azza Wa Jalla, berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar- Ra’d ayat 28)

Al Qur’an adalah penawar jika sedih, obat penyembuh jiwa dan sebagai Rahmat   :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا

Artinya “Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al- Isra’ ayat 82)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus ayat 57)

Al Qur’an adalah pedoman dan sumber motivasi    :

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh ALLAH kepadamu kebahagiaan akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas ayat 77)

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

Artinya “Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha ayat 123)

ﻋَﻦْ ﺧَﺒَّﺎﺏِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺄَﺭَﺕِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺗَﻘَﺮَّﺏْ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ، ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺘَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻣِﻪِ “.

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada ALLAH semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada ALLAH dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman , karya Al Baihaqi).

ﻭﻗﺎﻝ ﻭﻫﻴﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : “ ﻧﻈﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻋﻆ ﻓﻠﻢ ﻧﺠﺪ ﺷﻴﺌًﺎ ﺃﺭﻕ ﻟﻠﻘﻠﻮﺏ ﻭﻻ ﺃﺷﺪ ﺍﺳﺘﺠﻼﺑًﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺗﻔﻬﻤﻪ ﻭﺗﺪﺑﺮﻩ ”.

“Berkata Wuhaib rahimahullah : “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.

   Demikian sekedar mengingatkan jika sekiranya kita kembali merasakan yang namanya kurang focus. Dimaklumi bagi saya pribadi kurang focus yang saya alami itu berasal dari turunnya kadar iman didadaku dan cara untuk meng-up nya kembali adalah dengan memperbanyak membaca Al Qur’an.

Kurang Fokus?   Al Qur’an solusinya

    Semoga bermanfaat..
Semoga aura haruman kesturi raudhah firdausi senantiasa di limpahkan ALLAH.
Jazaakumullahu khairan katsiro wa Ahzanul Jazaa

Dipublikasi di Arung Wahyu | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Aku dan Krishna

   Ada sebuah aplikasi analisa diri yang lagi trend di Facebook. Nama adalah Id.testony.com.  Sebenarnya saya cuma sekedar mencoba gimana hasil analisa diri saya dengan menggunakan id.testony.com itu. Saya tertarik setelah salah satu teman di Facebook mencoba menganilasa dirinya dengan analisa “Seperti Tokoh Pewayangan Siapakah Anda?”.

   Setelah dia mencobanya, hasil analisa pun keluar.  Ternyata menurut id.testony.com dia mirip karakter Kunti(ibu dari Pandawa) di pewayangan.


   Saya pun mencobanya, so,,, saya sangat suka dengan karakter Krishna dan Karna di pewayangan. Sebelum hasilnya terlihat, saya sudah mencoba menganalisa hasil yang muncul nantinya. Ada dua karakter pewayangan yang “terlihat” melalui analisa hatiku. Mereka adalah Krishna dan Karna.

   Perbandingan analisanya adalah Krishna akuratnya sekitar 80% dan Karna 20%.

    Saya mencoba menerka kenapa bisa hal itu terjadi.? Ya,, saya memang sangat suka gaya dari Krishna dalam berbicara. Ajaran filsafah dan dharma(kebenaran) benar-benar terakui. Tapi maaf, saya cuma sekedar suka,bukan berarti saya senang atau ingin mempelajarinya. 

   Intinya begini,  “bisa didengar tapi jangan di ikuti, jangan dibenci dan tidak pula mengingkari”. 

Sedangkan Karna saya cuma suka kehebatannya yang nomor wahid,yakni memanah. 

    Nah,,,, setelah menunggu sekitar 3 menit hasil analisa dari aplikasi itu keluar dan hasilnya sungguh fantastis. Krishna!

    Menurut Edwin Haryono Putro sebagai penulis analisa di aplikasi id.testony.com, begini gambaran yang diberikan  :

Kamu berkarakter seperti Krishna, yang memiliki sifat delapan dewa yang mencerminkan kelebihan dan kehebatan para pemimpin atau pelindung dunia. Seorang berjiwa jujur, membela kebenaran dan keadilan. Sikap yang mencerminkan sifat-sifat ambek paramarta, ambek pinandhita dan ambek binathara.

   Ku akui karakter saya memang mirip Krishna tapi saya mencoba meneladani sifat-sifat Baginda Rasulullah Saw. Saya seorang pemimpin dan seorang khalifah yang diciptakan ALLAH dibumi. Berjiwa jujur dan menegakkan kebenaran dan keadilan yang berlandas kepada Al Qur’an wal Hadist. Inshaa Allah..

    Jika Krishna dikenali dengan bulu merak pada mahkotanya, maka saya segera dikenali dengan Putik Dandelion di Mahkota Sorban-ku.

    Jika Krishna memiliki “cakra sudarsana” maka saya pun memiliki “Telunjuk Ilaahy“..

Perbedaannya;  jika Krishna adalah salah satu raja di jamannya, mempunyai kitab suci tersendiri bahkan di jadikan dewa dalam agamanya dan hidup dijaman ±3000 SM. Sedangkan saya hanya seorang miskin tak punya apa-apa. Hanya seorang umat biasa dari seorang Rasul Pilihan Baginda Muhammad Saw dengan membawa Al Qur’an yang kuyaqini sebagai satu-satunya Kitab Suci yang menjadi pedomanku hingga akhir hayat.

Benar tidaknya,  Wallahu’alamu bisshowad. Dan saya hanya selalu beristigfar Kepada ALLAH atas kelancangan penulisanku ini..

    Semoga ALLAH Azza Wa Jalla selalu menuntunku di Jalan Kebenaran-NYA.

Dipublikasi di Aksara Tak Bermakna | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar