TULISAN AMBURADUL

Selain Kota Makassar, yang notabene adalah kota kelahiranku, ada dua kota besar lagi di Indonesia yang sangat bersahabat denganku.
Kota tersebut di antaranya adalah Bandung dan Yogyakarta.

1. Kota Bandung

– Di Kota Bandung, saya pernah berjalan kaki dari Ujung Berung sampai Tegal Lega(Depan Monumen Bandung Lautan Api). Berjalan sekitar tengah-tengah hari dan sampai di Kost menjelang Magrib.

– Di Kota Bandung, saya biasanya berangkat kerja jam 07.30 menuju kantor. Setelah Briefing pagi. Saya keluar dari kantor sekitar pukul 09.00, bukannya on the field buat bekerja menurut sistem kantor, tapi malah menuju kost, ganti pakaian kantor dengan baju preman. Ambil gitar, dan mulailah saya berjalan menelusuri gang perkotaan atau disepanjang jalan BKR, sampai arah Cibaduyut. Ngamen.
Nanti badda Ashar, kembali ke Kost lalu berpakaian kantor lagi menuju kantor buat meeting.
Iya, begitulah kegiatan rutin nyaris tiap hari.

2. Kota Yogyakarta

–  Kota yang menjadi mimpiku sejak kecil,, awalnya sih setelah reposisi dari Kota Bandung semua keadaan masih berjalan normal layak seorang karyawan perusahaan lainnya. Semua rutinitas sebagai karyawan perusahan masih sesuai sistem.
Tapi jiwa muda yang malas-malasan membuat keadaan berubah. Akhirnya…
– Saya pulang kerja dari sleman kota jalan kaki menuju Kost (letaknya Jokteng selatan – arah Bantul).
– Pernah juga berjalan kaki pulang dari pinggir pantai Bantul ke Kantor(Kota Yogyakarta). Bukan karena sengaja mau olahraga kaki, atau bahkan lupa bawa dompet, karena memang pada saat itu dan setiap saya jalan kaki pulang ke kantor sudah tak mempunyai uang..  😁

– Karena keadaan yang begitu terus-terusan tanpa perubahan lagi. Saya memutuskan lari ke Kota Solo. Naik bus menuju solo. Sebagai mantan pengamen di Bandung tentu saya menghargai sesama pengamen.
Diatas bis ada dua pengamen, karena jiwa saya pernah sama dengan mereka,dan pada saat itu saya membawa gitar. Mereka langsung tau kalo saya jug pengamen, mereka tertawa geli saat saya juga memberi recehan kepada mereka.

Sebenarnya masih banyak cerita-cerita kota bersahabat dari berbagai kota besar di Indonesia yang saya alami. Inshaa Allah nanti disajikan dalam susunan kata yang lebih menarik.

Terima kasih kepada sahabat yang sudi mampir mengunjungi..
Ayo jalan kaki…!!

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Aksara Tak Bermakna dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s