Kekuatan Kata-Kata

Kekuatan kata-kata memang dahsyat. Ia mampu membakar hati yang beku dan menghidupkan semangat yang mati. Ia adalah sihir yang mampu mempengaruhi alam fikiran seseorang.

Tapi tak semua kata-kata itu baik. Ibarat teko, tergantung jenis air yang ada di dalamnya. Jika teko itu terisi air teh, maka yang akan keluar juga air teh, demikian pula jika berisi air putih, maka air putihlah yang akan memenuhi gelas jika dituangkan.

Demikian pula halnya dengan kata-kata, kata-kata yang buruk akan berakibat buruk bagi pendengarnya, kata-kata baik juga berdampak baik bagi pendengarnya.
Hamdun bin Ahmad Al-Qasshar ketika ditanya rahasia mengapa perkataan salaf lebih bermanfaat daripada perkataan kita,

“Mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan ridha Ar-Rahman, sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan jiwa, mencari dunia dan ridha manusia.”

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada ALLAH dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya ALLAH memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati ALLAH dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”
(QS.Al-Ahzab : 70-71)

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”
( QS.Al-Hujurat : 12)

Dan dipertegas oleh :

“Barangsiapa yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah Saw telah berpesan kepada kita semua agar senantiasa menjaga lisan. Sebab luka akibat lisan memang tidaklah tampak tapi meski telah ditaburi beribu maaf, dia akan tetap membekas dihati.

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s