IMAN DI TITIK NADIR

image

Takkala saudara-saudara Nabi Musa, pengikut-pengikut Nabiyullah Musa semuanya sudah berada di titik nadir.

“Ya Musa, tidak mungkin kami ini bisa selamat. Jauh-jauh kami lari, depan lautan, belakang Fir’aun.  Percuma…. pasti kami akan tenggelam.”

Nabi Musa kemudian muncul dengan imannya. Nabi Musa kemudian mempertunjukkannya kepada ALLAH.

“Hatta aamuut… sampai aku meninggal dunia, aku akan tetap yakin tidak akan sekali-kali kita akan tertangkap Fir’aun, apalagi tenggelam di lautan.”

كلا إن معي ربي

Kalla inna ma’iya Rabbi, karena sesungguhnya ALLAH bersama kita

سيهد ين

Sayahdiini.. Dia akan memberikan petunjuk kepada kita semua.

Karena iman yang berada di titik nadir itulah kemudian muncul kekuatan-kekuatan yang tidak pernah ditunjukkan oleh ALLAH sebelumnya.
Kalo kemudian kita bisa sampai kesitu imannya,maka itulah yang ALLAH berikan kepada kita.

Yang penting, kita tetap percaya kepada ALLAH

Sumber  : Tausyiah uztad Mansyur

Yakinlah! Dibalik kesulitan, ada kemudahan yang begitu dekat.
Suatu contoh, seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal ALLAH telah memberi janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.

Dalam surat Alam Nasyroh, ALLAH Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Alam Nasyroh: 6)

ALLAH Azza wa Jalla berfirman :

“ALLAH kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”
(QS. Ath Tholaq: 7)

Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan  :

“Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.”
Ibnu Katsir mengatakan  n
”Janji ALLAH itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”

Oleh karena itu, masihkah ada keraguan dengan janji ALLAH dan Rasul-Nya ini?

Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, :

“Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada ALLAH semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena ALLAH sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya.

Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman  :

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada ALLAH niscaya ALLAH akan mencukupkan (keperluan) nya.”
(QS. Ath Tholaq: 3).”

Inilah rahasia yang sebagian kita mungkin belum mengetahuinya. Jadi intinya, tawakkal lah yang menjadi sebab terbesar seseorang keluar dari kesulitan dan kesempitan.

Ya ALLAH, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuan-Mu. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu bertawakkal dan bergantung pada-Mu. Aamiin Ya Mujibas Saa-ilin.

Segala puji bagi ALLAH yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

-Begitu nikmat setiap hari dapat menggali faedah dari sebuah ayat. Semoga hati ini tidak lalai dari mengingat-Nya-

Sekalipun kita sudah berada dalam titik nadir, percayalah ,,ada ALLAH selalu bersama kita.

image

.

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Tausyiah Islami dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke IMAN DI TITIK NADIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s