Perbincangan Seorang Wanita Dengan Uztadzah

Seorang wanita berbincang dengan uztadzah.

Seorang wanita :  saya tidak mau ikut ke pengajian ini lagi?

Uztadzah  :  alasannya kenapa?

Seorang wanita  : saya lihat ditempat pengajian ini perempuannya suka ngegosip, lelakinya munafik, jama’ahnya banyak yang sibuk maen hp,dsb..

Uztadzah   :  baiklah, tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi masjid ini tanpa menumpahkan setetes airpun kelantai. Setelah itu, engkau bisa pergi meninggalkan masjid ini.

Seorang wanita  : itu gampang.. (diapun melakukannya.. selesai )

Uztadzah  : ketika kamu tadi berjalan berkeliling didalam masjid, apakah engkau mendengar orang bergosip , melihat orang munafik, melihat orang yang sibuk dengan hp?

Seorang wanita  : tidak

Uztadzah  :  engkau tahu kenapa? Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak kesandung dan tidak ada air yang tumpah. Begitupun dengan kehidupan kita. Ketika kita mengarahkan pandangan kita pada ALLAH yang kita imani, maka  : kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan, menilai atau bahkan mengkritik orang lain.
Direndahkan tidak mungkin menjadi sampah, dan disanjung tidak akan menjadi rembulan.
Jangan risau dengan omongan, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman yang berbeda.

Sumber:
Instagram  @Neni_Azzahra

Teruslah melangkah selama engkau dijalan yang benar, meski terkadang kebaikan tak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzolimi orang, jangan fikir untuk membalas dendam, tapi berfikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdo’a dan berikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan supaya keburukan lelah mengikutimu.

image

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Tausyiah Islami dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Perbincangan Seorang Wanita Dengan Uztadzah

  1. Desfortin berkata:

    Saya suka dg quote ini:
    Direndahkan tidak mungkin menjadi sampah, dan disanjung tidak akan menjadi rembulan.
    Jangan risau dengan omongan, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman yang berbeda.

    Bijak jg ya saran si ustazah (sesuai KBBI) itu, filosofis banget. Keren!

    Disukai oleh 1 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      ๐Ÿ˜Š iyya,
      Direndahkan ,,, seseorang juga punya penilaian tersendiri untuk melakukannya. Tapi kita yg direndahkan bisa menjadikannya sebagai pelecut untuk menjadi lebih baik. Sebab belum tentu juga apa yg dinilai dari seseorang itu salah.

      ๐Ÿ‘‰tetap membumi saja, karena adakalanya sanjungan atau pujian jika masuk kedalam hati bisa mnnjadi jerat yang justru akan membuat kita terlena dan akhirnya jatuh.

      Suka

  2. Nur Irawan berkata:

    cerita yang menarik mas…
    memang lebih mudah melihat dan menilai seseorang. padahal ada yang lebih susah, menilai diri sendiri

    Disukai oleh 1 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      Ya.. begitulah fitrahnya kita manusia.. terkadang atau sering terjadi orang lain menilai dari sisi luarnya saja. Ada juga yang menilai asal caplok saja, ; hah.. di lihat dari tampangmu kamu sepertinya suka makan gorengan ya? .
      Padahal yg ditanya itu, tidak suka makanan yg berminyak atau gorengan (sekedar ilustrasi).. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s