Pejalan Tangguh

Pada tahun 2001 silam, saat masih awal duduk dibangku kelas 3 SMU, saya dengan anggota geng Balao Cici yang beranggotakan 7 orang (anggota tetap kelas III IPS) ,sepulang sekolah melakukan Long March dari Manipi ke Desa Turungan Baji yang berjarak sekitar 15KM.

Kebetulan hari itu hari sabtu kami bertujuh ,, eits, , bukan 7 manusia harimau ya..haha😁 , tapi 7 Balao Cici (7 Tikus Cilik) mendapat undangan makan jagung muda oleh salah satu anggota group kami, namanya Tamrin ( namanya kok rada-rada populer ya 😁).

Makan jagung muda maksudnya bukan makan jagung mentah dengan kulitnya 😁😄😂 ,tapi kami petik dikebun jagung yang masih muda, lalu kami bakar, atau dimasak dan adapula yang dibuat barobbo‘(makanan khas Sulawesi ; sejenis sup campur ayam).

Dimasa itu, Kec. Sinjai Barat tak seramai saat ini, yang notabene masa itu kendaraan yang PP kepelosok desa tersebut hanya 2-3x dalam sebulan dan motorpun yang punya cuma 1 orang diantara kami. Itupun dari ratusan siswa SMU cuma ada 4 yang pake motor. Merk-nya pun yang paling mentereng saat itu “kawasaki” honda legenda.. jajajaja😁😂

Akhirnya, sekitar pukul 2 siang,, Setelah perlengkapan perang siap ada gergaji, cangkul, sendok, meter, palu-palu, parang dan golok (mau kemana ,wooiii…!!) , dengan perlengkapan seadanya khas remaja ; gitar! berangkatlah kami ke Desa Turungan Baji. Sambil bernyanyi ria kadang untuk melawan rasa lelah dan penat kami saling bercanda atau istirahat beberapa saat terus lanjut kembali jalan.

Mendaki gunung menuruni lembah, sungai mengalir indah ke samudra ,bersama teman bertualang.. Balao Cici.

Tiba di desa Turungan Baji menjelang magrib setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, badan dan kaki kami kayak mau lepas semua. Maklum itu pengalaman pertama kami berjalan jauh, sebelum kami ber-7 beberapa minggu kemudian mendaki Gunung Bakaraeng 2483Mdpl dua kali beruntung dalam waktu 2 minggu.  Untungnya kami tidak perlu lagi ke kebun Tamrin memetik jagung, karena sebelumnya Ibu dan adik-adiknya telah menyediakannya.

Kisah long march tersebut hanya salah satu dari sekian banyak pengalaman berjalan kaki yang saya alami.
Diantaranya :
1. Pernah berjalan kaki dari Cibiru Bandung menuju Kota Bandung, jaraknya saya lupa tapi waktunya sekitar 1 jam.
2. Bantul – Yogyakarta, berjalan sekitar setengah jam, sudah hujan lebat, malam, sendirian lagi ..😁
3. Kota Sleman – Kota Yogyakarta,  sejam lebih. Lelahnya terasa, karna saat itu lagi terik.
4. Poros jl. Alauddin Makassar – BTP Makassar, hampir 3 jam. 20KM lebih. Bareng rekan sekantor Annisa..😁  lucu jika mengingatnya..  sampai sopir angkot 3x PP ketemu terus dan meledekin kami.. hahaha..😁

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Aksara Tak Bermakna, Humor Ringan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s