Kisah Pemburu – Pemburu Maling #2

image

Handphone yang berada dibalik saku bajuku berdering dan bergetar, tapi getarannya tidak sampai hitungan 6,5 SR, kok..
Kebetulan saat itu nada deringnya adalah lagu Ksatria Baja Hitam ;

“…Sinar terang lindungi bumi,
Sungguh hebat bila anda seorang ksatria..
Bangunlah ksatria…. dst “

Segera kuhentikan laju si Repsol Honda dan kuraih Handphone dibalik saku bajuku.

Tertera panggilan nama teman saya dilayar HP yang masih terus memanggil, Makmur.

“Halo,, Arung … Kamu dimana sekarang,,? bisa nggak segera meluncur ke BTP ke rumah saya.”

“Ada apa emangnya? Jawabku..

“Ini, rumah saya dan rumah tetangga dimasuki maling, dan sementara ini kata warga, malingnya masih sementara bersembunyi dalam rumah tetangga.

“Oh, ya..? Tunggu 10 menit lagi, saya segera meluncur…”

Tak berapa lama kemudian, sekitar pukul 21.45, tibalah saya di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) ,rumah teman saya (makmur).

Melihatku datang bak seorang intelijen, berpakaian hitam bertuliskan nama dipunggung baju , berpakaian jeans hitam lengkap dengan sepatu PDH bahkan lebih mirip ksatria baja hitam karena kulit saya memang sedikit hitam tapi hitam-hitam yang manis lho… 😂 untungnya saya nggak membawa gergaji, linggis atau sekop, biar dikiraian ntar mau menggali selokan…😁😂,,,

Makmur segera menghampiri saya,,

Arung,, rung,,, malingnya masih didalam sana, dan seorang warga sempat melihatnya bergerak ke lantai dua..

Oh.. begitu… Jawabku singkat…

“Siapkan dulu segelas kopi susu,, entar saya terjang kedalam…”

Makmur masuk kedalam rumahnya, dan tak berapa lama kemudian dia keluar membawa segelas kopi beserta “rekan-rekannya” ,(ada biscuit roma, pisang goreng, dll)  😁

Kebetulan saya lagi lapar-laparnya, sikat semuanya nyaris abis,, syukur-syukur piring dan gelasnya keras makanya gak sempat memakan semuanya.

Tidak beberapa lama kemudian datanglah dua pemuda tetangga Makmur, namanya saya lupa tapi sebut saja ochank dan opang.( maaf sebelumnya jika ada dari pembaca yang namanya sama) ,hanya sebagai pelengkap dari tulisan saya. Kisah nyata saya.

Setelah Makmur memperkenalkan saya dengan kedua orang itu sebagai saksi yang melihat maling tersebut, ia pun menjelaskan kronologi maling itu sehingga masuk kerumah tetangga.

Awalnya, si maling mengincar rumah makmur(entah apa yang di incar), tapi kepergok Makmur dan tetangga. Si maling kabur dan secara aneh melompat masuk kedalam rumah yang temboknya sekitar dua meter, plus pagar yang masih dalam keadaan tergembok.
Saksi mata mengatakan rumah tersebut ditinggal dinas penghuninya ke daerah, sejak dua hari yang lalu.

Besar kemungkinan, maling tersebut masih bersembunyi didalam rumah.

Setelah kami berempat berunding, tanpa mempedulikan resiko atau bahkan nyawa terancam, akhirnya diambil keputusan, saya menerobos masuk ditemani ochank dan opang, dan Makmur saya beri tugas jaga diluar pagar.

Tepat pukul 22.00, ksatria baja hitam beraksi.

Segera saya lompati pagar tembok tanpa halangan apapun. (Maaf bukannya pamer, saya pernah melompati rumah saya yang tinggi atapnya mencapai 4 meter dari tanah tanpa kendala apapun juga, tapi lompatnya kebawah,bukan ke atas ..😂😂 ).

Ochank dan opang masuk lewat pintu pagar besi. Setelah masuk pekarangan, kami bertiga melihat salah satu jendela disudut rumah itu terbuka, maka yakinlah kami bahwa maling tersebut sudah menerobos masuk lewat jendela itu dan bersembunyi didalam.

Kami masuk melalui jendela terbuka itu, lantai dasar telah kami telusuri tapi kami menemukan maling tersebut. Ceritanya bahkan terasa sedikit lebih horor dari Kejar Maling, Di Teriaki Maling . Saya merasa bahwa dalam ruangan tersebut sepasang mata dibalik dinding mengawasi kami. Tapi kehadirannya cuma bisa dirasakan olehku. Entah bagaimana dengan kedua orang ini.

Tiba-tiba terdengar suara mencurigakan dari dalam dapur. Kami bertiga segera menuju dapur. Sesampai didapur, tak ada siapa-siapa disana. Tapi tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua, dimana terdapat pintu diatas tangga terbuka lebar. Tanpa menunggu aba-aba saya segera melompat keanak tangga dan naik kelantai dua.

Suara jejak kaki terdengar olehku sangat jelas menuju tangga yang dipojok tembok. Setelah saya teliti tangga menghubungkan dengan letak penampungan air. Saya naik kesana disusul ochank dan opang.

Sampai keatas, adalah sebuah lantai cor yang lebarnya sekitar 3×3 meter. Tapi kembali saya dibuat bingung, tak ada siapa-siapa selain kami bertiga. Ocank dan opang nekat berjalan diatas seng rumah itu, dan buntu! kecuali jika kita memandang kebawah, yang jarak sekitar 10-12M. Secara logika, tak mungkin maling tersembut menyelamatka diri dengan lompat kebawah ,malah bunuh diri. Loncat kedepan pun sama, Makmur ternyata masih bersiaga ditemani seorang warga yang melihat aksi kami bak seorang ksatria ..😂

Saya pun naik keatas seng. Mencari jejak simaling yang entah kemana. Saking sibuknya mencari, kami gegabah dan ceroboh. Tanpa disadari kami melintasi tembok pembatas rumah tetangga. Artinya kami telah menyebarang dan berada diatas atap rumah orang lain yang juga kebetulan kaki dimana saya berjejak berhubungan langsung dengan kamar pribadi situan rumah yang tengah asyik tertidur.

Bersamaan dengan atap seng berbunyi;  krek,,krek,krekkk..

Malinggggg,maling,,, muaaaliiinggggg…

Satu teriakan keras dari bawah(dari arah pemilik rumah yang sengnya keinjak kaki saya) menggelegar,, mengagetkanku bersama ochank dan opang.. padahal gayaku saat itu sudah mirip gaya khas spiderman bila sedang standing diatap gedung….😁😂

image

“Busyet,, bisa berabe deh….fikirku panik. Kulihat dua orang teman saya pun mulai panik.. 

Kembali terdengar teriakan dari arah bawah yang dalam sekejap warga sudah berdatangan dan memenuhi lorong depan rumah Makmur dan tetangganya. Bahkan petugas dari Polsek Biringkanayya Makassar pun dan seorang anggota Polda Sul-Sel telah mengepung rumah tersebut dan mengimbau kami untuk menyerah dan segera turun.

Melihat situasi mulai gawat Ochank pun berteriak;  “saya ochank anak pak ini….. kami bukan maling, justru kami ngejar maling….

Dan dibawah, , Makmur pun menyakinkan warga dan beberapa aparat bahwa saya dan dua orang yang menemaniku adalah pengejar maling yang diduga bersembunyi didalam…

Setelah dipastikan keadaan dari bawah terkendali, kami turun…
Beberapa tetua masyarakat lantas menasehati, bahwa tindakan kami mengejar maling memang benar, cuma caranya yang salah…
Saya pun menjelaskan semuanya. Anggota Polda Sul-Sel meminta pengenal saya..

Saya terpaksa memperlihatkan identitas dan KTA(Kartu Tanda Anggota) Brigade. Yang sebelumnya harus dirahasiakan..

( Jadi peran saya dari lembaga saat itu bukan lagi sebagai Brigade Pengawal, tapi sebagai seorang Analys Lapangan dari lembaga yang tugasnya mencari informasi akurat dan berita-berita lain. Cuma karena kepepet, harus memperkenalkan diri dan sepeninggal saya dan kakak saya dari Lembaga Garda Nasional, Lembaga yang kami dirikan dengan 10 bintang pendiri, berangsur-angsur lenyap dari peredaran. Sejak saya dan kakak saya tidak lagi aktif di Organisasi karena alasan sesuatu ,runtuhlah kejayaan Garda Nasional yang kami bangun di awal 2010).

“Oh, ternyata mitra dari Garda Nasional, saya percaya dengan lembaga bapak ini.. ” Anggota Polda Sul-Sel menjelaskan dan Alhamdulillah warga mau mengerti..

Pengalaman buat saya…. 
(Pengalaman 2013 silam)

Sebelum bertindak, walaupun niatnya benar tapi dengan cara yang gegabah bisa berdampak negatife kepada diri pribadi bahkan orang lain.

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu, Garda Nasional, Humor Ringan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s