Kejar Maling, Di Teriakin Maling

image

Tim Brigade Pengawalan Garda Nasional,, yang lebih tinggi pasti kelihatan lebih gagah…. ๐Ÿ˜

Pada pertengahan November 2010, saya diberi amanah oleh tante saya untuk menjaga kontrakan elite-nya yang berada dalam kawasan perumahan BTN Hamsyi, Makassar.
Kebetulan basic saya adalah seorang pengawal Menteri waktu itu dan baru saja menyelesaikan tugas pengawalan dikala Bpk.Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar sewaktu masih menjabat melakukan Kunjungan Kerja di Kota Makassar. Tidak tanggung-tanggung di Brigade Pengawalan Garda Nasional ban Provost melingkar dilengan kiri.

Kontrakan yang diberi nama ZAFAYA itu memang telah dilengkapi fasilitas yang sangat lengkap oleh tante saya (Dr. Chaeriah Chalik), dan sudah tentu kontrakan tersebut menjadi lebih elite dari kontrakan lain yang “justru” kerap menjadi incaran para pelaku pekerja malam ( sebagai sebutan yang sangat halus bagi maling๐Ÿ˜)

Ini terbilang cerita yang sedikit horor ya,,
1 bulan pertama saja berada dikontrakan tersebut sudah terjadi beberapa kejadian-kejadian aneh yang tak masuk akal. Mulai dari uang setoran kontrakan yang semestinya sudah saya setor ke tante secara mengejutkan menjadi lembaran-lembaran daun mangga. Padahal uang tersebut diselipkan dalam buku dan buku ini pun dibawah bantal yang dijadikan pengalas kepala oleh adik saya.

Luar biasa,, sangat mengherankan fikirku. Belum lagi satu persatu fasilitas yang disediakan tante secara bersamaan rusak atau bahkan menghilang satu-persatu,  Seperti kulkas, Tv, kipas angin.

Saya seperti terjebak dalam lingkaran labirin yang gelap dan tak mempunyai jalan pemecahan seperti formasi perang Raja Drupada.
Atau seperti menghadapi formasi cakrabyuha milik pasukan Narayani, Basudeva Krysnha; susah menembusnya untuk masuk, lebih sulit lagi menerjangnya untuk keluar

.

Imbasnya, kepercayaan tante kepada saya menjadi berkurang dan qualitasku sebagai seorang pengawal dipertanyakan. Tapi saya tidak lantas down, walau kejadian-kejadian aneh masih kerap terjadi. Disamping berusaha memecahkan kejadian yang tidak masuk akal itu, saya juga kerap menghandle para pencuri yang kerap beraksi dikontrakan tesebut.

Pada pagelaran final Liga Champions tahun 2011, yang mempertemukan Fc Barcelona dan Manchester United,  disaat saya dan teman yang ngontrak di sana melakukan nonton bareng di ruang tamu, tak terduga sama sekali Toyota Yaris milik anak kost(anak kontrakan saya) digasak maling. Kaca pintu mobil sebelah kiri pecah dan tape digitalnya digondol maling.

Sekali lagi reputasi ku sebagai seorang brigade luluh lantak berkeping-keping. Akhirnya saya pun menjalin kerjasama dengan intel polsek Biringkanayya untuk memecahkan masalah ini…

n

image

image

Penjagaan diperketat tiap malamnya. Seminggu kemudian sekitar pukul 23.00, saya dan rekan kost memergoki seorang yang tengah beraksi pada toyota yaris yang belum sempat diperbaiki oleh anak kost saya.

Sang maling, tahu dirinya kepergok berusaha kabur, bertiga dengan teman saya pun mengejar.

Ira, ira,, tutup pintu rumah, kunci dari dalam, kami mengejar dulu… teriakku ke adik saya yang baru saja terjaga.

Pengejaran berlangsung seru, sang maling ternyata sangat gesit, tak peduli kurangnya penerang jalan dia seperti mengejar setan dan kami pun pengejar seperti mengejar pengejar setan.
Sampai diwilayah rawa-rawa yang dipenuhi tanaman nipah, kami masih sempat melihat bayangan orang tersebut menyelinap dibalik pepohonan rawa. Salah seorang teman saya menghubungi intel yang menjadi kenalan kami. Tak beberapa lama kemudian, lokasi nipah berawa telah dikepung kami berenam. 3 bantuan dari intel. Kami berbekal kayu dan alat pemukul seadanya, dan 3 intel dengan pistol masing-masing ditangan.

Sekitar 1 jam kami menelusuri pepohonan nipah dan berawa bahkan tak tembus cahaya tersebut, tapi seakan tertelan gelap sosok orang itu(maling) tak kelihatan. Saking kesalnya seorang petugas menembak kearah rumpun nipah hingga tiga kali sebagai peringatan sekaligus melumpuhkan sasaran gelap. Tapi jawaban dari tembakan itu sepi.
Cuma miscall aja, kaleee  ๐Ÿ˜

Bukannya memaksa maling tersebut keluar dan menyerahkan diri, justru membangunkan warga sekitar.

Secara tak terduga seorang warga berusia sekitar 50 tahunan berteriak kearahku  ;
Kamu siapa, mau maling ya?
Busyet deh… ! Fikirku. Boro-boro dapat maling,justru saya diteriakan maling.
Kembali si warga berteriak kearahku(posisi saya saat itu memang sedikit berjauhan dengan tim),
Maling,, kamu maling ya…?

Saking kesalku,saya menghampiri warga tua tersebut..
Pak, , saya bukan maling,, justru saya dan teman beserta petugas yang disana lagi ngejar maling, yang nyelinap didalam sana(sambil nunjuk ke arah rawa).

Saya pun mengeluarkan Kartu Anggota (KTA) dan menjelaskan asal mula kami mengejar maling dan si orang tua pun mengerti dan meminta maaf.

Akhirnya, kami pun kembali ke kontrakan dengan tangan hampa. Yang jelasnya hingga saya meninggalkan kontrakan elit tante saya, segala kejadian langka dan aneh tersebut masih terasa ganjil menurutku.

Soal pencurian dari luar rumah mungkin bisa ditebak dari pelaku luar, tapi kejadian aneh mulai dari uang jadi daun bukan sekali-dua kali, hilangnya kulkas, tv dan kipas angin masih tanda tanya besar.

Curigaku bukannya berprasangkaburuk ada sesuatu dalam kontrakan tersebut dan pelakunya pasti telah terencana dari dalam.

Alasanku ,banyak kejadian kehilangan,mulai laptop anak kost raib setelah kami keluar berbarengan untuk maen futsal. Setiap keluar futsal tersebut 2x dalam seminggu pasti ada saja barang yang hilang, sedangkan pernah adik saya tertidur dari dalam  pun, pintu kamarnya tergembok dari luar. Itupun posisi pintu masuk sedang terkunci, dan satu-satunya akses masuk itu kunci dipegang oleh saya.

Tahun 2013 info terbaru saya dapat dari seseorang, bahwa setelah Kontrakan elit tante saya pindah tangan (dijual kepada salah satu keluarga anak kost saya) , kejadian-kejadian aneh yang sering terjadi saat saya ditempat itu tak pernah terjadi lagi…

Alhamdulillah ya,, tapi semuanya tetap menjadi teka-teki bagiku.

e

image

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu, Garda Nasional dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kejar Maling, Di Teriakin Maling

  1. GroundedHito berkata:

    ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s