Sayap Sayap Iman

Mari kita selalu menyadari , bahwa kita semua memiliki ayunan Sayap-Sayap Iman. Seperti burung yang telah ditakdirkan memiliki dua sayapnya.

Kadang kala kedua sayapnya itu mengayun tinggi yang membawanya hight melambung , atau kadang mengayun rendah yang membawanya harus menukik turun dengan derasnya. Tapi tak jarang pula kedua sayap itu mengepak stabil dalam zona nyamannya. Menikmati atmofsir yang ada.

Begitupula dengan keimanan yang tersembunyi “didalam kalbu”.
Ada waktu atau bahkan hari dimana iman kita menanjak  tinggi dan pada ketika itu kita menemukan bahwa tugas berat untuk selalu mempertahankan temponya.  Ada hari dimana kita ingin membaca Al Qur’an atau kitab suci selama setengah jam, maka ada pula hari dimana kita  tidak ingin membaca satu ayat pun. Atau bahkan hanya membaca tanpa mengkaji makna yang tersirat dalam Kitab Suci kita.

Apakah kita termasuk sedang berjuang ketika mempertahankan keimanan kita?
Ya.  Itu sudah pasti. Kita sedang berjuang,bermujahadah, mempertahankan keimanan agar tidak terjerembab dalam !

Menggapai puncak keimanan memang tidak semudah itu, tapi jika kewajiban-kewajiban kita secara syariat selalu seiring dengan sunnah-sunnah yang lain, yang telah menjadi amalan dan wirid kita sehari-hari, why not?!
Tapi mempertahankan akan lebih sulit lagi,bukan?

Kena cobaan sedikit, imannya langsung melempeng, lost attitude dan lain-lain. Janganlah menjadi mental kerupuk ,kena air dikit langsung melapuk.  Tapi bermental bajalah, ditempa ,dipukuli, dihantam  tetap memercik bunga api saking kokohnya.

Berhubung pembahasan Sayap-Sayap Iman ini ada kaitannya dengan ujian, maka saya kembali berusaha untuk menjabarkannya dengan sedikit pemahaman baru walau cuma sedikit.

Beberapa hari yang lalu saya sedikit tertarik dengan status facebook salah seorang teman saya. Namanya Zaujah Alya Nafisah .

Statusnya seperti berikut:

Terkadang sulit membedakan mana “ujian” dan mana “hukuman/teguran”.

Jika memang benar-benar “ujian”, maka harus tetap optimis dan khusnudzon pada ALLAH bahwa apapun “soal” ujiannya, pasti ada “jawabannya”.. tetap ikhtiar dan berdoa, semoga bisa “lulus” dengan nilai terbaik dan bisa “naik kelas”.
Namun jika ternyata “hukuman/teguran”, maka wajib “menilai ulang” diri sendiri tentang sebanyak apa “kesalahan” yang diperbuat, kemudian “diperbaiki” dan diiringi dengan bermohon ampun serta bertaubat kepada Sang Maha Pengampun.

Saya pun mengomentari statusnya:

assalamu alaykum warohmah…. boleh saya minta sesuatu kerana ALLAH kepada anda? boleh!(dijawab sendiri oleh saya biar cepet)  😊 ..saya sangat suka status diatas, saya cuma ingin meminta izin, saya akan mengutip kata-katanya dan akan saya kembangkan dan memasukkannya kedalam blog pribadi saya..

Walaupun dia tidak membalas komentar saya, tapi tanda like dikolom komentar tersebut sudah mewakili “perasaannya” untuk menyetujuinya.

Wahai diriku, wahai sahabatku apakah dirimu telah lelah untuk selalu di uji? Sehingga dengan ujian tersebut mengharuskan kepakan dan ayunan sayap Iman kita menukik tajam?

Apakah kita merasa telah diuji dengan hanya diberikan rasa sakit,miskin duka, sengsara, penderitaan yang tak berkesudahan? Yang semuanya menyangkut kesabaran dan keikhlasan menerima serta menjalani?

Ketahuilah diriku,ketahuilah sahabatku bahwa ujian itu tak sekedar penderitaan. Ujian itu pun bisa seperti sehat,kaya,sukses,gembira. Dan ini lebih berat karena kita diuji untuk harus selalu mensyukuri segala nikmat yang ALLAH berikan.

Dan setiap hembusan serta tarikan nafas kita itupun adalah ujian.

Bagi remaja dan pemuda yang merasa bahwa putus cinta adalah ujian, patah hati adalah ujian, itu bukan ujian tapi peringatan!

Karena tak mampu melawan ujian putus cinta itu ,mewek sampai 3 hari, 3malam. 😁 ..
Nih, , ada nih yang kayak gini…
Ia ingin mengakihiri hidupnya dengan minuman oplosan, yakni air putih+1 sachet marimas, kan ini tidak lucu namanya…

Perbanyak Istigfar, perbanyak bermuhasabah diri, semoga ALLAH mengampuni apa yang telah berlalu.

Ketahuilah bahwa untuk setiap langkah yang kita ambil untuk mendekatkan diri kepada-Nya, setiap keinginan yang kita kontrol untuk menyenangkan Dia, setiap kekuatan yang kita ambil untuk tidak menikmati apa yang dilarang dan diharamkanNya, dan setiap usaha yang kita lakukan ,hal terkecil apapun itu dari perbuatan baik kita lakukan, yakinlah bahwa hal itu sedang dilihat dan dihargai oleh ALLAH Azza wa Jalla.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya ALLAH benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS.Al Ankabut: 69)

Jadi teruslah melangkah dan berjalan dalam kebenaran, kepakkan dan rentangkan selebar-lebarnya sayap keimanan kita, agar apapun badai yang menerpa takkan pernah goyah sebab dengan banyaknya ujian telah terlewati akan menjadikannya semakin kokoh pula.

Semoga bermanfaat.

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Aqidah,Keimanan Serta Ujian, Kajian Kajian Agama dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s