Wajah Yang Manis

Sesunggunya seorang mukmin karena kebaikan akhlaknya menyamai derajat orang yang biasa shaum dan menunaikan shalat malam.
(HR.Abu Dawud)

Mukmin itu bukan cuma aman tapi nyaman.
Senyumnya itu uenak dilihat, itu mukmin namanya.
Wajahnya itu manis, manis bukan karena dikasih gula atau bahan pemanis lainnya tapi karena saat dipandang itu uenak dilihat..
Melihatnya itu jadi ingat ALLAH. Melihatnya itu jadi ingat Syurga. Melihatnya itu jadi semakin bersemangat untuk beramal shaleh. Kalo dia ngomong,maka bertambahlah ilmu kita,nyaman gitu.

Beriman Kepada ALLAH Azza wa Jalla dan hari akhir salah satu ukurannya itu adalah berkata yang baik-baik. Gak cukup benar saja, tapi benar isinya, indah penyampaiannya,tepat waktunya, bermanfaat mendatangkan pahala, itu namanya baik!    

(Salim a.fillah)

Jadikanlah diri kita mukmin yang sesungguhnya, pancarkanlah senyum dan kelemahlembutan yang ada pada diri ini. Tahanlah ammarah. Biarkan orang lain yang melihat menjadi damai dan teduh sehingga dia terpesona dangan akhlak kita dan mengingatkannya kepada agama ALLAH yang begitu indah.

Akhlak ibarat bunga diri, indah dilihat oleh mata, senang dirasa oleh hati, setiap orang jatuh hati.
Tutur kata adalah nilai diri manusia, modal hidup dimana-mana, kemana pergi orang suka. Banyak kenalan murah rezeki.

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.”
Sahabat berkata:
“Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?”
Beliau menjawab, “Orang yang sombong.”
(HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi)

Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa orang yang paling dekat dengan beliau adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya. Maka apabila akhlak anda semakin mulia ,tutur kata yang benar niscaya kedudukan anda di hari kiamat kelak akan semakin dekat dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan selain anda. Sedangkan orang yang terjauh posisinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.
(Syarh Riyadhush Shalihin, hal. 396-397)

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami, Tausyiah Islami dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s