Menggapai Redha Ilaahy Sebagai Tujuan Dari Pernikahan

Karena menikah bukan soal tertautnya dua hati,tapi tertautnya dua insan dalam simpul penghambaan kepada ALLAH.

“Semoga ALLAH merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga ALLAH juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.”
(HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi)

Inilah do’a Rasulullah SAW kepada mereka suami-istri yang taat.  “Semoga ALLAH merahmati suami yang shalat malam lalu membangunkan istrinya untuk shalat malam pula. Semoga ALLAH merahmati istri yang shalat malam lalu membangunkan suaminya untuk shalat pula.

Karena mereka, kedua pasangan yang berada dibawah naungan iman biasa membangunkan untuk shalat malam kedua-duanya dido’akan langsung oleh Rasulullah SAW. Sehingga bisa dipastikan mereka berdua mendapat Rahmat dari ALLAH Azza wa Jalla.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra’ : 79)

Rahmat atau Rahmah ALLAH itu sangat luas. Secara sederhana adalah kasih sayang ALLAH. Tetapi dalam bab pernikahan, rahmah juga berarti kasih sayang suami istri kerana kasih sayang ALLAH.
Artinya mereka menjadi semakin cinta bukan sekedar pertimbangan fisik dan kecantikan, tapi karena sudah ditiupkan ruh kasih sayang ALLAH Tabaarokah wa Ta’alaa.
Kita simak istilah Al Qur’an bahwa dalam tujuan pernikahan adalah sakinah,mawaddah warohmah.
Mawaddah adalah cinta dengan alasan fisik yang membuat suami berhasrat dan bersyahwat pada istrinya ataupun sebaliknya.
Sedangkan Rahmah adalah cinta yang lepas dari pandangan fisik. Dan yang inilah yang melanggengkan pernikahan hingga ujung usia. Meskipun pada akhirnya suami istri telah menjadi kakek nenek yang tidurnya saling memunggungi.
Betapa indahnya pernikahan dibawah naungan iman.(el gharantaly).
Sekedar tambahan dari penulis bahwa tujuan yang lain dari pernikahan itu adalah sakinah. Yang berarti ketentraman,ketenangan,aman dan damai.
Dengan adanya ketentraman,ketenangan,aman dan perasaan damai maka kegundahan dalam rumah tangga tidak akan terjadi.
Tanpa sakinah ini maka sulitlah masing-masing bisa berfikir jernih dan mau bermusyawarah yang justru akan menimbulkan perdebatan yang tidak mampu menyelesaikan masalah jika itu terjadi.
Mahabbah, cinta semurni-murninya antara suami istri kerana ALLAH semata.
Saling mencintai kerana ALLAH dengan tanda kutip “jangan perasaan cintamu itu berlebihan satu dengan yang lainnya, hingga mengalahkan besarnya perasaan cintamu kepada ALLAH.”

Dengan sakinah,mawaddah, warahmah telah terbentuk maka dengan sendirinya mahabbah akan tercipta yang pada akhirnya perasaan cinta antara kedua insan mendapat balasan setimpal yakni Redha ALLAH.

Wallahu a’lam

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami, Tausyiah Islami dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s