CANDA TAWA KITA SAMPAI KE SURGA

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ۚ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

“ALLAH menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat ALLAH?”
(QS.An Nahl   :  72)

Aku tak perlu lagi mencari kebahagian lain bila telah bersamamu. Sebab bila berdua denganmu akan dengan sendirinya kebahagiaan itu tercipta.
   Aku tidak tahu bagaimana lagi caranya bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pencipta yang telah menyatukan kita dalam sebuah ikatan yang tak akan aku lepaskan selamanya.
   Segala puja dan puji bagiMU ya Rabb, ,, bahkan Engkau jadikan kebahagian dan canda tawa kami sebagai satu pahala yang akan mempertemukan kami kembali di surga.

Di sarankan suami-istri harus kompak dalam kehidupan rumah tangga sebab pahalanya itu luar biasa.
  Anda tahu tidak, jika tertawanya suami-istri itu ada pahalanya ketika saling menyenangkan antara satu dan lainnya. Coba,, indah sekali…
   Satu kali ketika istrinya dandang cantik luar biasa kemudian bertemu dengan suaminya yang tiba-tiba suaminya itu langsung melihat begitu.
    Kata istrinya :  sayang kamu kenapa?
Apa kata suaminya  :  saya bersyukur kepada ALLAH Azza wa Jalla telah dikaruniai istri secantik dirimu..
   Apa kata istrinya :   kita berdua di surga!
Suaminya bertanya   :   kenapa?
Istrinya kemudian berkata  :
Karena engkau bersyukur dengan keadaanku sekarang, dan aku telah bersabar dengan keadaanmu sekarang! 😁😁

Bukankah orang yang bersyukur dan bersabar itu kelak di surga?   😁
   

Canda itu begitu menyenangkan walaupun sedikit nyelekit, tapi karena penyampaiannya yang bagus maka enak kedengarannya.

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH”
(QS.Adz Dzariyaat   :49)

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami, Tausyiah Islami dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s