Saya Terima NIKAHNYA

image

Editor gambar by arung wahyu

Assalamu’alaykum Warahmatullahi wa baarakatuh

Segala puja dan puji hanya kita panjatkan Kepada ALLAH Azza wa Jalla yang hingga saat ini masih memberikan kita salah satu nikmat terbesarNya, yakni nikmat kesehatan sehingga kita masih dapat bersua ditempat yang sangat sederhana ini.
   Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Rasullullah Muhammad Saw, suri tauladan kita di sepanjang masa.

Dipertemuan kali ini saya hanya menjabarkan sedikit ilmu yang didapat dari tausyiah Uztad Adi Hidayat,Lc,MM tentang pernikahan.

Timbul pertanyaan,,
“Lho bang,, blognya kok kebanyakan membahas tentang suami,istri dan pernikahan? Apa abang sudah menikah?  
Jawabannya;   Alhamdulillah, belum!

Ada lagi pertanyaannya: kalo belum nikah, kenapa abang tahu soal-soal itu?
Jawaban :  kan banyak membaca,mendengarkan nasihat dan ceramah uztad, apalagi semua ilmu yang menyangkut segala aspek dan kehidupan didunia sampai akhirat nanti, sudah lengkap dalam Al Qur’an dan dijelaskan secara terperinci dalam Al Hadist.. Mau lanjut nih pembahasannya atau tidak??

Kita tinggalkan sejenak pembicaraan yang tak seperlunya diatas,  kita langsung ke topik ..😊

Dalam Al Qur’an ,ALLAH Ta Baarakah wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar. Ruum :  21)

Setiap orang yang saling mencintai akan berharap bahwa hubungan mereka dipersatukan oleh ALLAH hingga ke jenjang pernikahan. Ada banyak alasan pasangan itu untuk menikah, salah satunya adalah melaksanakan Sunnah Nabi.
  Namun tidak semua orang melakukan pernikahan dengan alasan tersebut. Ada diantara mereka yang menikah dengan tujuan mendapatkan harta atau kenikmatan dari pasangan saja.
   Sebagai kaum muslimin ada baiknya kita mengetahui apa tujuan dari sebuah perintah dan anjuran ALLAH dan RasulNYA.
ALLAH berfirman dalam Al Qur’an  :

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada ALLAH dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh ALLAH ; sesungguhnya ALLAH Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” .
(QS. At Taubah :71)
   
    Setelah mengetahui ada baiknya untuk menjalankan amalan tersebut agar mendapat keridhaan ALLAH Azza wa Jalla..

“Bagi kalian ALLAH menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.”
(QS. An Nahl :72).

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, ALLAH-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya.”
(QS. An-Nur : 32)

   So,, apa rencana anda bersama dia dimasa depan? Semua sudah jelas penjabarannya dalam Al Qur’an..

Jadi kalau saat ini ada seorang yang telah berumah tangga,
“Maaf!”
Belasan tahun,puluhan tahun tidak menjadikannya lebih dekat dengan ALLAH Azza wa Jalla,maka ada yang salah dalam rumah tangganya. Ada yang keliru, kalau sebelum menikah rajin ke masjid,setelah menikah putus ke masjid.
Ada yang sebelumnya menikah pakai hijab, setelah menikah tiba-tiba hijab dilepas. Ada yang salah dan keliru dalam rumah tangganya!
   Karena mustahil kedua orang ini disatukan oleh ALLAH kecuali hanya untuk membangun kedekatan dirinya dengan ALLAH. Kalo sudah dekat dengan ALLAH maka yang lain-lainnya akan mengikuti.

Jadi prinsip pertamanya adalah ketika anda telah mengucapkan “saya terima nikahnya..” Dan ketika perempuan telah menerima pinangannya  yaitu keduanya mesti menyusun rencana bagaimana kedepannya menyusun sebuah rumah tangga yang menjadikan semua aktivitasnya lebih dekat dengan ALLAH.

Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan pernikahan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama.

Sahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata:
“Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِى.

“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada ALLAH dalam memelihara yang separuhnya lagi.”

Wallahu’alam

Semoga bermanfaat khususnya kepada pribadiku. Jika ada kekurangan dari tausyiah diatas maka itu datangnya dari diriku dan
Jika ada kebenaran dalam tausyiah singkat di atas maka yakinlah itu berasal dari kebenaran ALLAH Azza wa Jalla.

Salam santun

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami, Tausyiah Islami dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Saya Terima NIKAHNYA

  1. nagageni berkata:

    saya belum nikah nih,

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s