Poligami Memang Anjuran Dan Sunnah Tapi Jagalah Perasaan Wanita.

  

image

Saya minta maaf sebelumnya karena kata-kata saya kelak akan sedikit kontroversi dan seakan memberi ultimatum kepada para pelaku poligami. Walau secara fakta dan berdasarkan Al Qur’an wal Hadist saya sendiri mendukung adanya poligami, tapi bukan berarti saya termasuk salah satu orang berpoligami.

“Bagaimana saya mau berpoligami sedangkan untuk mendapatkan dan menyempurnakan separuh agama itu saja belum terpenuhi. Mencari 1 wanita sebagai istri saja sangat sulit.”

“Boro-boro modus sama wanita, terkadang dekat aja sama kaum hawa sampe mimisan ,gemetaran, hidung tersumbat, flu dan gemetaran. Syukur-syukur gak sampe di infus..”

Kita beralih sejenak dari beberapa kata-kata yang bisa buat sport jantung tersebut..  😁

Dalam satu majlis tanya-jawab yang membahas poligami, yang dihadiri oleh Syeikh Mohammad Al Munajjed sebagai narasumber. Ada banyak pertanyaan dan jawaban yang terangkum.

Pertama  :

Jika suami saya menikah lagi, apakah saya mendapatkan pahala?

Kami belum mengetahui ada dalil yang shahih yang menyatakan tentang pahala yang anda sebutkan, akan tetapi Imam Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

” إن الله تعالى كتب الغيرة على النساء والجهاد على الرجال ، فمن صبر منهن إيمانا واحتسابا كان لها مثل أجر الشهيد ” والحديث ضعفه الألباني في ضعيف الجامع الصغير برقم 1626

“Sungguh ALLAH telah menetapkan rasa cemburu kepada para wanita, dan menetapkan jihad kepada para laki-laki, barang siapa di antara mereka (para wanita) itu bersabar karena iman dan penuh pengharapan, maka baginya sama dengan pahala orang yang mati syahid”.
(Hadits ini didha’ifkan oleh Albani dalam Dha’iful Jami’ as Shaghir: 1626)

Kedua:

Apakah ada pahala bagi istri pertama yang bersabar dengan suaminya yang menikah lagi ?
Jika seorang wanita bersabar dalam ketaatan kepada suaminya, maka hal itu menjadi salah satu sebab yang akan mengantarkannya masuk surga, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban:

” إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحصنت فرجها وأطاعت زوجها قيل لها : ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت ” والحديث صححه الألباني في صحيح الجامع الصغير برقم 660

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa (pada bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai”.
(Hadits ini dishahihkan oleh Albani dalam Shahih al Jami’ ash Shaghir: 660)

Ketiga  :

Apakah ada pahala khusus dalam hal ini atau sama dengan pahala seorang istri pada umumnya yang taat kepada suaminya dan menunaikan kewajibannya ?

Kesabaran atas poligami suaminya dengan wanita lain akan mendapatkan pahala khusus.
Bahwa suaminya menikah lagi dengan wanita lain menjadi ujian baginya, jika dia bersabar akan hal itu, maka dia akan mendapatkan pahala sabar dari ujian tersebut, sebagaimana firman ALLAH Azza wa Jalla :

( إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب ) الزمر /10.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.
(QS. Az Zumar: 10)

Di dalam hadits Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- disebutkan:

” ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه‌ ” رواه البخاري (5642) ومسلم ( 2573) من حديث أبي سعيد وأبي هريرة

“Tidaklah seorang muslim terkena penyakit, atau penyakit menahun, atau kecemasan, kesedihan, disakiti, kesusahan, sampai sebuah duri yang menancap pun kecuali ALLAH akan mengampuni sebagian dosa-dosanya”. (HR. Bukhori: 5642 dan Muslim: 2573 dari hadits Abu Sa’id dan Abu Hurairah)

Imam Tirmidzi (2399) juga telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

” ما يزال البلاء بالمؤمن والمؤمنة في نفسه وولده وماله حتى يلقى الله و ما عليه خطيئة ” وصححه الألباني في صحيح الجامع برقم 5815

“Selama bala’ (ujian) masih bersama seorang mukmin laki-laki dan perempuan yang menimpa dirinya, anak dan hartanya sampai dia menghadap ALLAH dengan tanpa satu kesalahan pun”. (Dishahihkan oleh Albani dalam Shahihul Jami’: 5815)

Keempat  :

Jika anda mengetahui  ada pahala khusus, maka hal itu akan membantu saya untuk lebih bisa menerima poligami dengan mudah.
Saya pernah mendengar, bahwa pahala bagi seorang wanita yang bersabar dengan poligami suaminya lebih besar dari pahala seorang mukmin yang pergi untuk berjihad, dan jihad bagi seorang wanita adalah menunaikan ibadah haji, maka menyetujui poligami suaminya lebih besar dari pada jihad. Apakah ada dalilnya ?
Jika seorang istri menerima poligami suaminya dengan tetap berlaku baik kepadanya dan kepada istri keduanya, maka baginya pahala orang-orang yang berlaku baik, seperti dalam firman ALLAH :

( إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين ) يوسف / 90 

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya ALLAH tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”.
(QS. Yusuf: 90)

(هل جزاء الإحسان إلا الإحسان ) الرحمن /60 ،

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.
(QS. Ar Rahman: 60)

وإن الله لمع المحسنين ) العنكبوت /69

“Dan sesungguhnya ALLAH benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.
(QS. Al Ankabut: 69)

Dan apakah anda mengetahui ada pahala yang lainnya ?
Pahala yang lain itu didapatkan jika dia marah namun meredam amarahnya dan menahan lisannya, maka dia mendapatkan pahala menahan amarah.

ALLAH berfirman tentang penduduk surga:

( والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين ) آل عمران /134 .

“dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran: 134)

Inilah beberapa pahala tambahan bagi wanita di samping pahala ketaatannya kepada suaminya pada kesehariannya.

Seorang wanita yang cerdas hendaknya ridha dengan pembagian ALLAH kepadanya, dan hendaknya dia mengetahui bahwa poligami suaminya merupakan perkara yang mubah dan tidak perlu menentangnya. Bisa jadi pernikahan keduanya itu akan menjadikannya lebih mampu menjaga kemaluannya dan menahannya dari perbuatan haram.

Sangat disayangkan sekali dan perlu digaris bawahi banyak di antara para wanita yang penolakan mereka kepada suaminya yang melakukan perbuatan haram lebih sedikit dari pada penolakan mereka kepada suaminya yang berpoligami secara halal, inilah menunjukkan kurangnya akal dan agama mereka.

Hendaknya para wanita mengambil teladan yang baik kepada para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, dalam hal kesabaran mereka, penuh pengharapan mereka (akan pahala dari ALLAH) meskipun ada kecemburuan yang terjadi di antara mereka, maka jika suami anda menikah lagi maka anda harus bersabar, ridha, berlaku baik kepadanya agar anda mendapatkan pahala orang-orang sabar dan orang-orang yang berbuat baik.

Ketahuilah bahwa kehidupan ini adalah ujian dan cobaan, alangkah cepat sirnanya, maka selamat kepada mereka yang bersabar dalam ketaatan kepada ALLAH sehingga dia meraih kenikmatan yang abadi di surga.

Wallahu a’lam

Sebagai tambahan dalam artikel ini saya sedikit menguraikan hukum poligami.
Berpoligami itu hukumnya sunnah bagi yang mampu, karena firmanNya.

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” .
(QS. An-Nisa  :3)

Dan praktek Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sendiri, dimana beliau mengawini sembilan wanita (ada juga dalil menyebutkan tiga belas) dan dengan mereka ALLAH memberikan manfaat besar bagi ummat ini. Yang demikian itu (sembilan istri) adalah khusus bagi beliau, sedang selain beliau dibolehkan berpoligami tidak lebih dari empat istri.
  Berpoligami itu mengandung banyak maslahat yang sangat besar bagi kaum laki-laki, kaum wanita dan Ummat Islam secara keseluruhan. Sebab, dengan berpoligami dapat dicapai oleh semua pihak, tunduknya pandangan (ghaddul bashar), terpeliharanya kehormatan, keturunan yang banyak, lelaki dapat berbuat banyak untuk kemaslahatan dan kebaikan para istri dan melindungi mereka dari berbagai faktor penyebab keburukan dan penyimpangan.

Tetapi orang yang tidak mampu berpoligami dan takut kalau tidak dapat berlaku adil, maka hendaknya cukup kawin dengan satu istri saja, karena ALLAH berfirman.

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”.
(QS.AN NISA’   : 3)

Semoga ALLAH memberi taufiq kepada segenap kaum Muslimin menuju apa yang menjadi kemaslahatn dan kesalamatan bagi mereka di dunia dan akhirat.

“Berpoligami memang boleh dan merupakan anjuran dan sunnah jika mampu, tapi menjaga perasaan seorang wanita, tidak menyakiti dan tidak membuat hatinya terluka saya fikir itu lebih baik! ”
(Penulis)

“Tidak ada yang salah dengan poligami, cuma yang menjadi kekuatiran adalah jika poligami yang dilakukan atas dasar dorongan hawa nafsu yang disesatkan syetan bukan berharap redha ALLAH semata untuk mencetak turunan dengan kualitas rabbani”.
(penulis)

Jazaakumullahu khairan katsiro wa ahzanul jazaa

Iklan

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Fatwa-Fatwa Wanita, ILMU FIQIH dan tag , , , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Poligami Memang Anjuran Dan Sunnah Tapi Jagalah Perasaan Wanita.

  1. follow & like back berkata:

    kalo saya mah.. satu aja lah.. alhamdulilah dah punya.. hehe

    Disukai oleh 2 orang

  2. Desfortin berkata:

    Sy klau urusan poligami, jlas sdah tdk seperahu…konsep saya sederhana…cinta sejati itu kpd satu objek atau sasaran…

    Disukai oleh 2 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      Kalo dalam islam itu mmg anjuran dan sunnah, mas.. ketentuan dan cara-cara sudah jelas dlm Al Qur’an dan sunnah. Dan setelah ayat tentang poligami diturunkan maka bagi ummat islam pun dibatasi sampai 4. Setelah ayat tsb dturunkan, andaikata ada yg msh “beristri” lbh dr 4 jla sdh salah dan hukumx haram. Walaupun dia mampu berbagi seadil2x.
      Bs poligami kecuali “bisa” berbuat adil.!
      Itupun beristri lg harus sketahui oleh istri pertama dan strusx.

      Makax marak terjadi yv nmx nikah siri karena takut ketahuan istri. Nikah siri jls hukumx dlm islam. Haram!
      Tp sbgian oknum sudah tdk sesuai lg dgn prosedur yv dtetapkam Rabb, intinya mereka tlh takluk dgn hawa nafsu itu.

      Wallahu’alam …

      Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan ke Desfortin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s