Nasihat Untuk Diri

Cerita Tentang Kuda Yang Terjatuh Didalam Sumur

Pernah ada seekor kuda yang jatuh ke sumur yang sudah tak terpakai. Pemiliknya ingin mengeluarkannya, tapi saat dia menghitung biaya dan usaha dan merenungkan apa yang harus dia lakukan dan semua tugas yang akan dilibatkan dan hasilnya, dia sampai pada sebuah kesimpulan. Dia menduga kuda itu terlalu tua dan sumur itupun tidak digunakan lagi. Jadi, akan lebih mudah hanya untuk membeli kuda baru dan membuat sumur itu sebagai kuburan buat kuda. Karena itu rencananya dibuat.

Pria itu berkeliling ke tetangga dan meminta mereka untuk membantunya. Jadi, mereka semua berkumpul di sumur dan mulai menyekop timbunan kotoran,tanah dan pasir ke atas kuda. Nah, kuda mulai menggila, merengek dan terengah-engah dan menghentak. Tiba-tiba, suaranya tidak jelas. Pemilik kuda itu membungkuk di atas sumur dan menunduk. Dia takjub melihat apa yang dilihatnya.

Setiap kali seseorang membuang tanah atau timbunan ke atas kuda, dia mengguncangnya, saat tanahnya jatuh ke tanah, dia menginjaknya. Semakin banyak kotoran yang mereka tumpangi, semakin dia melepaskannya dan menginjak-injak, bangkit. Kuda itu terus melakukan itu sampai akhirnya dia berhasil mencapai puncak dan melompat keluar dari sumur.

Sahabatku fillah,, ini persis seperti kehidupan. Inilah yang harus ditempuh umat Islam. Orang membuang “timbunan” kotoran ke arah anda dari A sampai Z dan anda terus bangkit dengan menggoyangkannya dan mengabaikannya. Orang tidak punya apa-apa selain menguburmu. Bisa dari keluarga, teman, atau musuh anda sendiri. Selama anda bersama masih ALLAH Azza wa Jalla, anda akan bertemu dengan orang-orang yang akan melakukan hal itu. Dan apa tugasmu?

Tugasmu,tugasku dan tugas kita semua adalah bersabar. Tugas kita adalah “mengabaikan”. Tugas kita adalah melepaskannya seperti tidak ada yang terjadi. Ketika seseorang menghina kita, ketika seseorang mengatakan sesuatu yang negatif tentang kita, ketahuilah bahwa “ada” ALLAH bersama kita.

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan orang itu untuk kita dan semakin banyak orang menyerang kita maka semakin kuatlah dan bangkit !

Belajar Dari Pohon

Dan juga ingat ! Bahwa orang tidak akan mengganggu,melempari atau memanjat pohon mangga yang tak berbuab. Mereka menggangu pohon karena buahnya. Mereka melempar batu untuk menjatuhkan buah dari pohon itu.

Jadi, ada beberapa keuntungan jika kita memiliki sesuatu yang baik atau kelebihan, maka orang akan menyerang kita. Bila kita tidak memiliki sesuatu yang baik atau kelebihan, mengapa mereka harus membicarakan/ menggunjing kita? Mengapa mereka harus merendahkan kita? Mengapa mereka harus menurunkan kita? Padahal kita bukanlah apa-apa. Tapi justru disaat itu orang-orang akan menyerang .

Tinggalkan semua kekhawatiran dan beban terhadap segala kelebihan yang kita miliki dan ingat setiap bencana dan masalah yang dihadapi seperti segenggam “timbunan” kotoran. Bangkit dan terima semua tindakan itu dan yaqinlah bahwa hal itu semua akan kita semakin keatas.

Saat itulah waktu yang terbaik untuk menunjukkan diri yang sebenarnya bahwa kita kuat dengan kelebihan dalam kebenaran bukan malah menjadi jatuh dan semakin tersungkur.

  “Semakin tinggi sebuah pohon maka akan semakin besar angin yang menerpanya. Tapi karena akar sudah kuat, maka pengaruh angin itu tidak ada apa-apanya.”
   “Seperti halnya kita, akar kita itu adalah kesabaran dan kelak hasil yang kita dapatkan dari kesabaran itu adalah menggapai manisnya “buah” Istiqomah yang sebenar-benarnya.”

Jadikan hati ini bebas dari kekhawatiran. Jadikan fikiran kita bebas dari gundah, duka dan hiduplah sebagai seorang pemenang!

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Nasihat Untuk Diri

  1. Fetty Lestari berkata:

    Kebetulan banget aku lagi pengen marah2 gara2 orang terus menerus nge judge aku bahkan di hadapan orang banyak

    Terimakasih artikelnya bermanfaat 👍👍

    Disukai oleh 1 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      Meskipun niatnya baik, tetapi menasehati didepan umum hakikatnya adalah sama saja dgn merendahkan yang dinasehati.

      Pandai2lah kita membawa diri. Dont lost attitude walau dijugde ddpn umum.

      Suka

      • Fetty Lestari berkata:

        Iya, ya meskipun begitu harus sabar aja terus ya?

        Disukai oleh 1 orang

        • Arung Wahyu berkata:

          Harusnya begitu..😊 apalagi kesabaran itukan tiada “batas”nya.
          Tp tergantung sih orgx ya.. bagaimana kuatx dia mengendalikan diri.
          Semakin disudutkan, semakin divonis lg, semakin bersabar , semakin unggullah kita.
          Walau sang penjudge merasa puas dgn caranya tp justru disanalah kelemahanx yg ditampakkan. Justru simpatik umum akan diberikan kpd kita.
          Yah kata kata diatas adalah beberapa pengalaman saya dan org2 yg saya saksikan. Kadang jk cara org sudah keterlaluan disanalah biasa muncul “sang pembela..”

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s