Serambi – Serambi Islami

Sahabat ku yang baik, dalam kehidupan kita sehari-hari kita telah banyak melakukan interaksi dengan lingkungan pergaulan kita. Ada yang menerima kita secara positife ada juga yang negatif. Itu sudah menjadi hukum alam yang azali. Tergantung kita yang pandai-pandainya menyikapi dan membawa diri dalam pergaulan, baik itu secara pribadi, lingkungan keluarga dan lingkungan khalayak ramai.

  

Membina hubungan baik dengan lingkungan pergaulan kita jauh lebih sulit dari membina hubungan kita secara vertikal dengan Sang Pencipta.

 

Hubungan horizontal kita dengan lingkungan sungguh-sungguh harus terjaga. Karena kita bukan mahluk individu. Kita bukan cuma menghadapi satu orang tapi semuanya. Mulai dari suku,ras,agama dan antar golongan.

   Memang bukan pekerjaan yang mudah tapi setidaknya kita bisa melakukan sesuatu hal yang jitu , “mengambil ikan dikolam tanpa mengkeruhkan airnya.”!  Susah bukan? 

Menghadapi lingkungan pergaulan yang buruk disanalah kita akan banyak menemui kendala. Tapi akan membuat kita semakin bijak dan bertindak yang tidak sampai melukai hati dan membuat perasaan seseorang tersinggung.

Senantiasalah menjaga lisan dan tulisan”

 
Sedangkan kita baik saja terhadap pergaulan buruk itu tidak menutup kemungkinan akan rentan dengan perselisihan, pertentangan dan pertengkaran. Apakah disengaja atau tidak, yang jelasnya pandai-pandai memilah dan memilih tapi jangan sampai terjebak yang akan menjebloskan diri kita sendiri bersama mereka.
  
  Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah, telah mewanti-wanti kita dengan pesannya  : Jika engkau mengikuti As Sunnah dan meninggalkan hal-hal yang bertentangan dengannya,mereka berkata :  “Engkau termasuk ahli bid’ah
yang tersesat.”

Jika engkau memilih dan memutuskan diri bersama ALLAH lalu kita berada
bersama mereka dan diantara gemerlap dunia, mereka berkata  :“Engkau termasuk orang yang tidak jelas. ”

Untuk itu, Jika kita meninggalkan kewajiban dan mengikuti hawa nafsu mereka,maka sudah tentu termasuk orang-orang yang merugi disisi ALLAH dan kita termasuk orang-orang munafik ditengah manusia. Yang paling penting ialah mencari keridhaan ALLAH dan Rasul-Nya, meskipun membuat mereka marah. Maka janganlah sampai hati kita menjadi masyghul karena cercaan dan olok-olok mereka. Tak perlu pedulikan celaan dan kemarahan mereka. Karena yang menjadi inti kesempurnaan adalah seperti yang dikatakan dalam sebuah syair  :

“Jika ada yang mencela diriku karena suatu kekurangan
itulah bukti bahwa sebenarnya aku memiliki kelebihan.”

“Kecintaan terhadap diriku sendiri semakin memuncak
karena kebencian setiap orang kepadaku semakin menggelegak.

ALLAH berfirman :

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) & mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), & mereka tersesat dari jalan yang lurus.””
(Al- Maidah 5:77)

Segala puja dan puji hanya bagi ALLAH semenjak awal hingga akhir, lahir dan batin. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah Muhammad
Shallallahu Alaihi waSallam dan para sahabat serta kerabat beliau.

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Serambi - Serambi Islami dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s