Perhiasan Terindah Itu Adalah Wanita Shalihah

Dalam Surat Ali Imran ayat 14, ALLAH berfirman :

“Dijadikannya indah pada (pandangan) manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diingininya, yaitu :
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak
dan sawah ladang.  Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi ALLAH lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Sehingga manusiawi ketika manusia ingin memiliki perhiasan yang indah di dunia ini. Dan manusiawi pula ketika mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Tetapi ada satu yang terlupa, bahwa di antara semua perhiasan yang indah itu disana ada perhiasan terindah yang tidak dapat dibandingkan dengan hal-hal yang indah di dunia ini, tidak di dunia bagian timur ataupun di bagian barat.
Tahukah kamu, wahai para wanita, perhiasan itu ada di dalam diri kita. Perhiasan yang terindah itu adalah
Para Istri yang setia bersama suaminya, istri yang menyenangkan bila suami memandangnya.

Wahai Para Istri, maukah kau jadi perhiasan terindah itu ?

Dari Kitab Mar’ah Shalihah ,dijabarkan kriteria model istri sehingga menjadi Istri sholehah yang akan menjadikan dunia penuh dengan keindahan, karena memang seorang istri sholehah
ibarat perhiasan terindah.

Ketaatan kepada suami selama dalam kema’rufan

Ibarat pesawat yang dikemudikan oleh seorang pilot, mungkin ditemani oleh satu atau dua orang asisten pilot.
Pesawat ketika terbang hanya akan dipimpin oleh seorang pilot saja. Pilot lah yang memberikan aturan-aturan untuk diikuti asisten dengan baik. Coba bayangkan bila sang asisten tidak taat pada pilot, berdalih bahwa sang asisten itu tidak dibawah pilot, ia juga mempunyai ijazah seperti halnya pilot, ilmunya juga tidak kalah dengan pilot, maka apa yang akan terjadi dengan pesawat yang sedang terbang di udara ?!.
Begitu pula dengan bahtera Rumah Tangga, suami menjadi Qowwam/Pilot atau Nakhoda dan pemimpin di dalamnya. Suami berhak untuk ditaati, kewajiban sang istri yang sholehah taat kepadanya selama dalam bingkai kemakrufan. Taat
yang tidak buta, tetapi taat selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

“Jika aku dibolehkan untuk menyuruh seseorang bersujud kepada selain ALLAH, maka aku akan memerintahkan kepada seorang istri untuk bersujud kepada suaminya, dan demi Dzat yang Jiwa Muhammad berada di-tanganNYA, seorang istri belum memenuhi hak-hak Tuhannya hingga ia memenuhi hak-hak suaminya,
hingga jika sang suami memintanya, sedangkan ia
berada di dapur.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Albani).

Adapun jika perintah bertentangan dengan syariat,
ataupun dalam maksiyat,
maka tiada ketaatan didalamnya. Dalam kasus ini ,
maka istri tidak boleh mentaatinya. Karena tiada
ketaatan kepada makhluq untuk bermaksiyat kepada
Sang Kholiq. 
Ketaatan kepada suami merupakan suatu kewajiban,
meskipun suami  seorang yang miskin, atau mungkin
istri lebih berpangkat dari suaminya. Ia sudah selayaknya berlaku ihsan dalam mengerjakan urusan-urusan yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga. Karena hal ini juga termasuk
dalam “taat kepada suami”.

Alkisah, Fatimah Binti Muhammad, mengeluhkan tentang beratnya membuat adonan tepung untuk keluarganya. Sang suami memberikan saran supaya
Fatimah meminta salah satu tawanan untuk dapat
dijadikan pelayan  yang membantunya mengurus
pekerjaan rumah tangga. Tapi Rasulullah tidak dapat
memberikannya sementara ia juga tidak memberikan
kepada kaum muslimin fakir yang lain. Tetapi Nabi
memberikan sebuah nasehat : “mau kah kalian aku
tunjukkan hal yang lebih baik bagi kalian daripada permintaan kalian ?!. jika kalian ingin tidur, maka
bertakbirlah 33 x, bertasbih 33 x, dan bertahmid 33 x. hal
itu lebih baik dari pada pembantu”. (Muttafaq Alaih)

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia
adalah istri yang sholihah”.
(HR.Muslim).

Iklan

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Fatwa-Fatwa Wanita dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Perhiasan Terindah Itu Adalah Wanita Shalihah

  1. Desfortin berkata:

    Indahnya punya istri yg shalihah, yg taat pd suami.

    Dlm konsep sy jg, istri mesti taat suami (arti positif), dan suami mengasihi istri, gak boleh dibalik urutannya.

    Disukai oleh 1 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      Saya juga ingin mengidam-idamkan istri shalihah, 😊 .. kalo misal yg didapat kelak gak shalihah, disinilah peran mutlak sbg suami. Dia adalah nakhoda, . Dan membentuk istri menjadi shalih dengan keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah adalah keharusan. Dan tentunya semua itu sebagai jembatan untuk mengharap “redha” Ilaahy.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Desfortin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s