ALLAH Tak Seperti Penebang Pohon

Bismillah..
Kadang-kadang seorang pekerja kayu meubel atau penebang pohon bila ia menginginkan kayu maka ditebanglah pohon. Tapi dia tidaklah sembarang dalam menebang pohon yang akan dijadikannya balok dan papan atau perlengkapan kayu yang akan digunakan sebagai bahan dasar utama meubel dan usahanya. Pasti dia memilih dahulu yang mana batangnya masih muda, yang mana sudah tua. Yang mana kuat lagi lurus batangnya atau yang mana sudah tua, atau bahkan yang bengkok. Pastinya secara mutlak sang penebang akan memilih yang lurus terlebih dahulu.
   Dan jika misal sang penebang kayu atau sang pengrajin meubel menebang pohon yang tua itu hanya bersifat umum.
Menebang yang bengkok hanyalah sekedar alternatif kedua.
  Menebang yang muda, memang kayu nya belum terlalu kuat tapi jika sudah mengering tentunya kualitas sedikit sudah berbeda itupun dilakukan dalam hal yang urgent saja.

image

Ilustrasi gambar penebang pohon ini menggunakan kapak,bukan berarti dia wiro sableng ya,,

   Percayalah… ini hanyalah sekedar filosofi dan perumpamaan yang belum tentu sesuai dengan keadaan dan fakta.

Wallahu’alam

   Beda halnya dengan ALLAH Azza Wa Jalla, tidaklah sembarang pula memanggil hamba-NYA, tapi DIA memilih yang mana hamba-NYA yang masih muda, yang lurus akan segera dipanggilNYA terlebih dahulu. Diusia muda seorang hamba keimanannya masih labil dan disaat keimanan sudah menanjak dan untuk mencegah bila iman itu terjatuh maka akan lebih fatal dan hina. Karenanya tidak ingin hamba yang disayangi-NYA terjerumus dalam kesesatan ,maka satu-satunya jalan adalah “memanggilnya” kembali.
Wallahu’alam..

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”
(QS.Al A’raf:  34)

Apakah dia sudah uzur, tua,muda, dewasa, bayi atau bahkan masih dalam kandungan, atau dia baik atau sebaliknya tidak baik, jika ALLAH telah ber-kehendak , tidak ada yang bisa lari atau mencegah-NYA.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Jikalau ALLAH menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi ALLAH menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.”
(QS.An Nahl   : 61)

Adapun kematian yang menghampiri bisa dijadikan sebagai peringatan bagi yang hidup. Menjadikan sebagai tolak ukur dan berusaha mencari bekal yang lebih banyak lagi sebelum datangnya hari itu. Percayalah,,, bahwa janji -janji ALLAH itu pasti terpenuhi.

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
(QS.Mulk  :2)

Dan kita harus menyadari bahwasanya hari-hari yang kita lewati semakin mendekatkan kita kepada kematian.
Seperti yang tercantum dalam ayat:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”
(QS. Al ‘Ankabut : 57)

Sebagai hamba ALLAH harus selalu ingat bahwa kita sedang membawa diri ini bersama kematian,  sedang berjalan menuju kematian, dan sedang menunggu kematian itu yang entah datang pagi atau sore.
Sungguh indah ungkapan Ali bin Abi Thalib RA:

‘Sesungguhnya kematian terus mendekati kita, dan dunia terus meninggalkan kita. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah beramal dan tidak ada hisab, dan esok adalah hisab dan tidak ada lagi beramal.’

Ungkapan Ali ini mengingatkan kita bahwa manusia itu harus selalu siap siaga, selalu memperbaiki keadaannya, memperbaharui taubatnya, dan harus mengetahui bahwa dia sedang berhubungan dengan Rabb Yang Maha Mulia, Kuat, Agung, dan Baik.

Tentunya ALLAH Tabaarokah wa Ta’alaa bukanlah seorang penebang pohon yang harus memilih pohon yang baik-baik terlebih dahulu.

Wallahu’alam

Tentang Sayyid Istighfar

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu, TAFAKKUR dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke ALLAH Tak Seperti Penebang Pohon

  1. My Surya berkata:

    Terimakasih untuk bahan ingatan tentang hal ini Sepanjang jalan semoga teringat lagi, sehingga menambah semangat selagi masih mempunyai kesempatan hidup di dunia ini. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Desfortin berkata:

    Intinya krn Tuhan mahaberdaulat, ya kan? Dan Ia juga punya alasan yg terbaik kapan hrus memanggil ciptaanNya kmbli ke haribaanNya.

    Disukai oleh 1 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      Betul sekali mas,,,!
      Apa yang dilakukan Tuhan memang sekehendak-Nya, tapi itupun dimksudkan kepada kita ciptaanNya agar selalu merenungi, bhwa hidup hnya sementara, dan tempat kita kembali nantilah yang kekal. Jadi, perbanyak bekal sebelum kembali ditempat yg kekal..

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s