Istigfar, Istikharah dan Istiqomah

Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam.

Perputaran itu bisa kita dapati dan dijadikan sebagai tolak ukur kehidupan dan sebagai patokan penghambaan kita kepada ALLAH. Seperti berjalannya waktu Subuh ke Dzuhur, Dzuhur ke Ashar, Ashar ke Magrib,Magrib ke Isya dan Isya kembali lagi ke Subuh, begitu seterusnya selain sebagai perputaran waktu untuk mendirikan Syariat,pun sebagai bahan renungan dalam pembentukan karakter jiwa yang Rabbani. Dan segala proses perputaran itu pun bisa terhenti jika ALLAH telah berkehendak!

Wallahu’alam…

Seiring dengan hal itu, roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.

Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup .
   Dalam tulisan ini kita hanya menjabarkan beberapa amalan sederhana yang bisa dijadikan sebagai “jurus pamungkas”. Amalan baik tersebut adalah Istigfar, Istikharah dan Istiqomah.

Istighfar.

Kerasnya kehidupan kadang membuat kita frustasi dan kehilangan semangat untuk memecahkan polemik yang menimpa. Bahkan seakan terjerat dan tidak bisa lagi mencari jalan keluar!
Tenangkan hati, berwudhu ,dirikan sholat dan istigfar-lah.

Sebab dengan Istigfar dan selalu instropeksi diri kita memohon ampunan kepada ALLAH Rabbul Izzati.
Setiap orang pernah merasakan guncangan terberat dalam hidupnya. Setiap orang pun pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan  sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Baik dalam hal Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama,Rohani dan Jasmani kita. Saatnya keluar dari keterpurukan ,saatnya hijrah dari kesalahan menuju kebaikan, kita instropeksi diri kita, memohon ampun kepada ALLAH, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridha’an ALLAH. Dengan jalan beristighfar dan bertobat.

ALLAH berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud AS, kepada kaumnya:

“Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-NYA, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.
(QS. Hud:52).

Istikharah.

Jika kita sedang menghadapi masalah yang pelik, harus memilih satu diantar a dua pilihan yang sulit atau sedang dilema, maka memohon petunjuk ALLAH dengan cara Istikharah adalah penyelesaiannya. Insya Allah dengan selalu memohon petunjuk ALLAH dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan bijak maka apapun yang kita pilih itu adalah jalan terbaik pilihan  ALLAH untuk kita.

Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak  ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada ALLAH.

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَصْمُتْ. رواه البخَاري وَمُسْلِم عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ

Artinya : Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari).

Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendak-NYA tanpa mengindahkan etika agama . Informasi yang kita dengar melalui televisi, kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.

Oleh karena  itu marilah kita  memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.

Istiqomah.
Setelah keluar dari segala kesulitan kehidupan dan berhasil menentukan pilihan terbaik yang tentunya semua berkat pertolongan dan pilihan ALLAH, maka sudah saatnya kita mempertahankan segala yang telah kita raih. Pertahankan keimanan kita. Meskipun maut telah dipersiapkan untuk memisahkan ,mengalihkan dan meruntuhkannya kembali  maka anggaplah sebagai bukti pengabdian dan penyerahan cinta kita kepada ALLAH.
Istiqomah ialah kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.
Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Rasulullah Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:

عَنْ أَبِيْ سُفْيَانَ ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ, قُلْ لِيْ فِي الْاِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْاَلُهُ عَنْهُ اَحَدًأ غَيْرَكَ قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ. (رَواه مُسْلمْ )

Artinya : “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata,
“Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada ALLAH kemudian beristiqamahlah’.”
(HR. Muslim).

Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering tidak pusing, tetap memperhatikan dan melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-NYA.

Orang seperti itulah yang dipuji ALLAH Azza wa Jalla dalam Al-Qur-an surah Fushshilat ayat 30:

إِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأبشِرُوْا بِاْلجَنَّةِ اَلَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah ALLAH” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatankan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan ALLAH kepadamu.”
(Qs. Fushshilat: 30)

Sekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Melainkan sebagai ujian kualitas agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan. Tidak bisa tidak,kita harus memiliki dan menguasai serta menerapkan ketiga Jurus Pamungkas tersebut.

image

Istigfar,Istikharah dan Istiqomah.

Mudah-mudahan ALLAH Azza wa Jalla memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah.

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Aqidah,Keimanan Serta Ujian, Arung Wahyu dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Istigfar, Istikharah dan Istiqomah

  1. Desfortin berkata:

    3 istilah yg baik skli, hanya saja yg 1 dan 2 tdk tersurat definisinya. Sy yg non muslim ini mungkin perlu jg mengetahuinya, kan belajar dari siapa aja, spnjang itu demi kebaikan. Bkn bgtu?

    Disukai oleh 1 orang

    • Arung Wahyu berkata:

      Betul sekali mas,, tapi saya minta maaf sebelumnya, bukan mengajari tp hanya sekedar mengajak dan memperkenalkan istilah diatas.
      Istigfar itu definisinya adalah menyesali, menyadari bhwa selama ini kita telah keliru dngn jalan yg kita ambil. Namanya manusia berbuat salah dan dosa adalah fitrah. Dan dengan istigfar ini kita bertaubat kepada Ilaahy untuk tidak mengulangi segala perbuatan yang tak sesuai dengan jalur Kebenaran yang telah ditetapkan oleh-NYA.
      Istigfar tidak hanya dilakukan saat kita merasa banyak dosa tpi disaat kita benar-benar merasa lemah dan berharap uluran Tangan-Nya.
      Istigfar tidak hanya dilakukan sekali seumur hidup tapi setiap ada kesempatan.
      Tapi jika kita benar2 telah menginsafi bahwa diri kita ini penuh dengan dosa dan maksiat maka istigfar yg terbaik itu adalah dengan cara Taubat Nasuha(taubat yg sebenar-benarnya). Bertaubat kpd Ilaahy untuk tdk pernah mengulangi hal2 yg tercela itu dan mulai membina diri menjadi sebaik-baiknya manusia.

      Sebenarnya definisi Istigfar sangat luas mas, cuma yg sempat sy sampaikan hanya seadanya. Tp dengan cara saling sharing dsini, in sha Allah akan bs dibahas lebih detail semampu saya.

      Suka

    • Arung Wahyu berkata:

      Tentang istikharah, dalam Islam untuk meminta petunjuk disaat dilema bukan cuma.dgn do’a. Tapi istikharah yg dimaksud disini yakni “mendirikan” sholat 2 rakaat yg disebut “sholat sunnah istikharah”. Sholat ini bukan sholat wajib yg 5.
      cm dalam setiap sholat telah menghimpun semuanya. Mulai ritual sembahyang, Berdzikir, memuji, memuja Azma-Nya, berdo’a, semua sudah menjadi 1 dlm rangkaian pelaksanaan sholat.
      Dalam kepercayaan kami dan setelah kami mendirikan sholat istikharah ini maka segala kesulitan yg selama ini merecoki kita akan ada jalan-Nya. Anggaplah kita kesulitan memilih 2 pekerjaan yg sama baiknya, maka apa yg kita pilih setelah Sholat istikharah itu adalah pilihan terbaik yg diberikan ALLAH kepada kita. Menyangkut maslah memilih jodoh pun, dgn sholat istikharah adalah jawabannya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s