QS.Al Anfal : 17 (Siapakah yang Melempar, ALLAH ataukah Rasulullah Saw?)

Siapakah yang Melempar, ALLAH ataukah Rasulullah?

ALLAH berfirman: 

وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ…

“Dan,bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar,tetapi ALLAH-lah yang melempar. ”
(QS:Al-Anfal :17).

Ada segolongan orang yang merasa yakin bahwa maksud dari ayat  ini ialah perbuatan Rasulullah SAW yang dirampas lalu diserahkan kepada ALLAH. Mereka menjadikan hal ini sebagai dasar tentang paham Jabariyah,:

“pemaksaan perbuatan dan meniadakan penisbatan perbuatan kepada seseorang.”

    Karena perbuatan itu hanya dinisbatkan kepada ALLAH semata. Ini merupakan pendapat dari mereka dalam
memahami Al-Qur’an.
Seandainya pendapat itu benar,maka yang demikian
itu bisa disahkan untuk semua perbuatan,sehingga bisa dikatakan ;

“Aku tidaklah shalat ketika aku shalat,aku tidak berpuasa ketika aku puasa,tetapi ALLAH-lah yang melakukannya.”

Jika ada yang melakukan
seperti itu,maka yang demikian ini akan terjadi dalam semua perbuatan kita,baik yang berupa ketaatan maupun  kedurhakaan,sebab tidak ada perbedaan diantara keduanya. Jika mereka mengkhususkannya bagi beliau semata dan seluruh perbuatannya atau hanya untuk lemparannya,maka
mereka pun saling berselisih pendapat. Yang pasti,mereka tidak diberi taufiq untuk memahami apa yang dimaksudkan dengan ayat ini.
Yang pasti ayat ini turun sehubungan dengan lemparan Rasulullah SAW kepada orang-orang musyrik sewaktu perang Badar,dengan segenggam kerikil/segenggam debu. Tak satupun dari kerikil-kerikil ini melainkan mengenai seseorang diantaranya. Sebagaimana yang diketahui, lemparan yang berasal dari manusia,hasilnya tidak akan sehebat ini. Beliau yang mengawali  lemparan, tapi yang membawanya kesasaran itu adalah ALLAH. ALLAH menisbatkan lemparan kepada beliau, karena beliau menjadi sumber lemparan,dan menafikan ketepatan sasaran dari beliau.  ALLAH Azza wa Jalla berfirman :

“Maka(yang sebenarnya) bukan kalian yang membunuh mereka,akan tetapi ALLAH-lah yang membunuh mereka.”
(QS.Al-Anfal:17).

ALLAH kembali menegaskan:

“Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar,tetapi ALLAH-lah yang melempar. ”

ALLAH mengabarkan bahwa hanya Dia saja yang membunuh mereka,dan itu
bukan kalian yang melakukannya,sebagaimana Dia sendiri yang menepatkan sasaran lemparan kerikil kemata mereka,dan hal ini bukan karena tindakan Rasul-NYA. Ayat ini pun mengisyaratkan bahwa
ALLAH ingin mengukuhkan sebab-sebab dzahir untuk mendepak orang-orang musyrik. Untuk itu ALLAH yang langsung menanganinya dan yang menghancurkan mereka dengan sebab-sebab batin diluar sebab-sebab yang dapat dilihat manusia. Jadi terjadinya kekalahan, pembunuhan dan kemenangan, dikaitkan kepada ALLAH dan berasal dari ALLAH.

Asbabun Nuzul

Mengenai firman ALLAH ,
“. . .dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar,..,”
al-Hakim meriwayatkan dari Sa’id ibnul-Musayyab bahwa ayahnya menuturkan :
“Pada Perang Uhud, Ubai bin Khalaf mendatangi Rasulullah SAW.. Orang-orang memberikan jalan baginya, lalu Mush’ab bin‘Umair menghadapinya Rasulullah, melihat tulang selangka Ubai dan celah kecil antara baju besi dan helm besinya, kemudian Rasulullah menikamnya dengan tombak beliau hingga Ubai tersungkur dari kudanya. Tikaman itu tidak mengeluarkan darah, tapi mematahkan salah satu tulang rusuknya. Dia dijemput kawan-kawannya, sementara dia menggereng seperti kerbau. Kawan-kawannya berkata, :
‘Mengapa kamu demikian ketakutan? ini hanya luka kecil!’  Maka dia menuturkan kepada mereka tentang perkataan Rasulullah ,”Akulah yang akan membunuh Ubai!   ‘Kemudian dia melanjutkan, : ‘Demi Tuhan, seandainya luka yang kualami ini menimpa penduduk Dzul Majazir, pasti mereka semua mati!
Akhirnya Ubai benar-benar mati sebelum dia sampai ke Mekah.
Lalu ALLAH Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya, :
‘.. .dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar ….”
Hadits ini sanadnya shahih, akan tetapi ia ghariib.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdurrahman ibnuz-Zubair bahwa pada Perang Khaibar Rasulullah SAW meminta sebuah busur, lalu beliau memanah benteng dan anak panah tersebut meluncur turun membunuh Ibnu Abil Huqaiq yang sedang berbaring di ranjangnya. Maka ALLAH menurunkan firman-Nya, :
“. . . dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar ….”
Hadits ini mursal, sanadnya jayyid (bagus), akan tetapi ghariib. Yang masyhur bahwa ayat ini turun mengenai lemparan beliau pada Perang Badar, yakni ketika beliau melempar dengan segenggam debu.

Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan ath-Thabrani meriwayatkan bahwa Hakim bin Hizam berkata,:
“Pada Perang Badar, kami mendengar suara yang jatuh ke bumi dari langit seperti suara kerikil yang jatuh di baskom. Dan, Rasulullah SAW melemparkan debu itu sehingga kami kalah. Itulah yang dimaksud oleh firman-NYA, :
‘… dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar . . .. 
Abusy Syaikh meriwayatkan hal senada dari Jabir dan Ibnu Abbas. Riwayat serupa juga disebutkan oleh Ibnu Jarir dari lain.

“Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolong.”

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Kutipan | Pos ini dipublikasikan di Azbabun Nuzul dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s