TUNDUKKAN PANDANGAN DAN JAGALAH LISAN

   

image

       Tidak ada cara bagi seseorang untuk memadamkan amarah dan syahwat kecuali dia memadamkannya dengan wudhu’ dan shalat. Amarah
adalah api dan wudhu’ adalah yang memadamkannya. Jika shalat dilakukan
secara khusyu’ dan menghadap kepada ALLAH, tentu mampu menyingkirkan semua pengaruh itu. Ini merupakan masalah yang perlu dibuktikan sendiri,
agar dapat menjadi bukti yang akurat.!
Menahan dari kelebihan dari apa yang dibutuhkan
dalam masalah pandangan, perkataan,makanan dan bergaul dengan manusia. Karena syetan dapat menguasai hamba dan berhasil melancarkan aksinya lewat empat pintu ini.
Pandangan yang berlebihan mengajak kepada anggapan baik,pandangan yang terpusat kepada obyek yang
dipandang dapat merasuk kedalam hati,sehingga dia akan sibuk dan hanya memikirkannya.
Sumber cobaan dari pandangan yang berlebih-lebihan ini,seperti
yang disebutkan didalam Al-Musnad,dari Rasulullah SAW,
beliau bersabda :

“Pandangan itu merupakan anak panah beracun dari berbagai anak panah Iblis. Siapa yang menahan pandangannya karena ALLAH maka ALLAH akan mewariskan kemanisan yang dia rasakan didalam hatinya hingga saat dia bersua dengan-NYA

. ”

Berbagai kejadian besar bermula dari pandangan yang berlebih-lebihan. Berapa banyak pandangan sekilas yang mengakibatkan kerugian
yang tak terperikan. Seorang penyair berkata,
Berbagai macam kejadian bermula dari pandangan
kebanyakan api berasal dari kejahatan yang dianggap ringan, berapa banyak pandangan yang menghancurkan pelakunya
seperti anak panah yang tepat mengenai sasarannya.

Penyair lain berkata,
“Selagi kau beri pandangan mata ‘tuk menguasai hati semua apa yang menjadi obyek pandang akan membebani belum tentu engkau sanggup menghadapi semua yang dipandang
kepada sebagiannya pun engkau tak memiliki kesabaran.

Al-Mutanabby berkata  :
Harapanku terampas karena pandangan mata,siapa yang akan menjadi korban berikutnya?

Menurut pandangan saya sebagai sebagai seorang yang belum pandai menterjemahkan esensi Agama secara kaffah, mata adalah salah satu media pertama bagi manusia untuk melihat sesuatu yang berada di luar dirinya. mata lah yg pertama kali terbuai dgn keindahan dunia. Kemudian pertanyaanya apakah salah jika mata menyaksikan sesuatu yang Indah yang bukan haknya? bagi saya mata tidak pernah salah! yang salah hanyalah cara pandang kita yang mengkondisikan hati kita ingin memilikinya/ menikmatinya. Samudra hati jauh lebih dalam dan luas dari sekedar kemampuan mata menjangkau sesuatu yang berada di luar dirinya, andai saja hati kita terbiasa merasakan sesuatu yang indah tanpa terlebih dahulu harus memilikinya, niscaya Kehadiran Yang Maha Kuasa terasa begitu nyata di sisi kita,.. Maha Suci Engkau Ya ALLAH. Penulis(Hendra Wahyudi/Arung Wahyu).

Ada beberapa untai bait syair dari beberapa sumber yang berhubungan dengan hal di atas :
“Wahai orang yang berusaha melempar anak panah sesaat ,kaulah yang akan terkena karena lemparanmu yang tak tepat. Wahai yang mengumbar pandangan karena mencari pengobatan
waspadalah karena ia akan kembali sambil membawa kebinasaan.
Adakah dari biji mata yang sakit kau harapkan kesembuhan?
Pernahkah kau dengarkan kesembuhan dari suatu kebinasaan yang meluluhkan dirinya dalam kubangan yang amat kerdil. Mengotori keindahan didalamnya yang sudah terambil yang menyerahkan umur kepada orang bodoh tak berilmu takkan engkau lakukan jika kau tahu nilai umurmu yang menjual ketenangan hidup tanpa ada bahaya dengan bayang-bayang penderitaan yang menyambarnya.
Demi ALLAH,,dia adalah orang yang lemah dan berbuat keji.

Sekiranya sadar dia takkan lemah dan juga tak menyesali, dia berusaha mengembalikan hidupnya yang telah ternoda. Padahal dihadapanmu ada kebeningan dan bukan dusta belaka.

Pembawa api pada malam yang gulita dapat berdiri tegar,setiap orang yang berakal akan mendekat agar tak terlantar.
Uban bertebaran pada usia muda yang mestinya belum keluar, hilang waktumu antara tawa dan canda ria.  Hingar bingar matahari umurmu, sudah tiba saatnya untuk tenggelam,padahal diufuk timur belum bersinar dan masih kelam.

Beruntunglah orang yang memang mendapat keberuntungan,karena menyibak gelap malam yang bergayut dan awan.
Berapa banyak orang yang mundur padahal dunia terus melaju,
padahal para Rasul Rabb-mu telah bersedia untuk mencarimu.
Apalah artinya isi dunia ,jika proses itu terus merambat orang yang kau inginkan. Disinipun sirna tanpa muslihat, tempelkan pipi ditanah dan ucapkan perkataan seperti yang dikatakan orang yang dirundung kerinduan.
Tidaklah kulit pipi yang ranum dan merah merekah lebih menarik dari orang yang memandang pipi ditanah.
Itulah tempat tinggal yang pasti akan dihampiri.
Timbunan tanah terus membayangi sepanjang hari ,selagi lubang itu sudah digali dan menganga.
Jasad dimasukkan dan air telah diguyurkan kesana.
Kenangan hari itu digugah kembali kemasa lampau,
ketika hati sulit menolak pemenuhan. Ketika ia diseru berapa banyak orang yang singgah dibumi mendatanginya tanpa ada kesenangan yang didapat. Disaat lainnya, didalam tenda tidak ada saudara yang menenangkanmu,yang peduli terhadap cinta dan juga keterasinganmu.

Berjalanlah dikepedihan malam ‘tuk mencaritahu, dengan hembusan minyak wangi bukan dengan api dan kayu.
Setiap saudara kembali dengan keistimewaannya,
yang memerangi jiwa takkan menemuimu dimedan laga.
Ambillah satu cahaya untuk dirimu sebagai penerang ,
pada hari ketika cahaya dibagikan kepada setiap orang.

Jembatan disana amat gelap dan tak ada yang menyeberangkan kecuali cahaya yang menyelamatkan seseorang dalam kesulitan.

Inti dari bait-bait syair ini, :
bahwa pandangan yang berlebih-lebihan merupakan sumber bencana.
Sedangkan perkataan yang berlebih-lebihan merupakan pembuka semua pintu kejahatan dan menjadi jalan masuk bagi syetan.

Menahan perkataan yang berlebihan dapat menutup semua pintu ini. Berapa banyak kecamuk peperangan yang terjadi karena satu kata saja.
Rasulullah SAW bersabda kepada Mu’adz, :

“Bukankah manusia ditelungkupkan pada tengkuknya didalam api neraka melainkan karena akibat dari lisannya?”

Didalam riwayat At Tirmidzy disebutkan,  “Sesungguhnya ada seseorang dari kalangan Anshar yang meninggal dunia. Lalu sebagian shahabat ada yang berkata, :
“Keberuntungan bagi orang ini.”
Tapi Rasulullah SAW menyahut, :
“Apa yang engkau ketahui tentang dia?Boleh jadi dia mengucapkan perkataan yang tidak dibutuhkannya,atau dia bakhil tentang apa yang tidak mengurangi kekayaannya. ”

Mayoritas kedurhakaan muncul dari perkataan dan pandangan yang melebihi kebutuhan. Keduanya merupakan pintu masuk bagi syetan yang amat luas, yang tidak pernah menimbulkan kejenuhan dan kebosanan. Berbeda dengan syahwat batin, yang apabila sudah penuh, maka ia tidak memiliki selera untuk makan. Sekiranya mata dan lisan dibiarkan begitu saja, maka keduanya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memandang dan bicara. Kejahatan keduanya memiliki sisi yang amat luas, banyak cabangnya dan besar bencananya.

Orang-orang salaf memperingatkan kelebihan pandangan dan juga perkataan. Mereka berkata, :

“Tidak ada yang menyebabkan seseorang meringkuk dalam bui sekian lama selain dari lisan

.”

Wallahu’alam bisshowwad

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif, Samudra Hati dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s