10 MEI

Ada rindu yang tak bisa ku ungkapkan dengan lisan, yang tak bisa kuperlihatkan dari gerak gerik dan lewat bahasa tubuhku. Rindu yang sederhana setelah hampir sebulan lamanya tak pernah menulis, setelah hampir sebulan lamanya tak pernah mencurahkan ide-ide dan hal hal baru di blog ini.
    Ya,, karena sesuatu dalam jangka waktu itu saya seperti hilang kendali dan arah. Tapi Alhamdulillah setelah melakukan Muhasabah atau intropeksi diri di awal bulan ini, saya seperti keluar dari masa-masa sulit yang telah ku lalui hampir setahun ini.
    Dekandensi Moral nyaris menguasai diriku disebabkan karna frustasi dan beban berat dipundakku yang semakin menumpuk. Segala cara telah kupergunakan untuk bisa up kembali tapi selalu gagal malah menambah ruwet fikiran. Tapi setelah semua saya kembalikan kepada الله Azza wa Jalla, secercah asa dan harapan kembali diselipkan dalam hatiku.
     Saya bangkit dari keterpurukan walau saya harus memulainya kembali dari NOL BESAR , menata semua lini dalam rohani dan jasmaniku tidak terkecuali. Semua membutuhkan perjuangan dan latihan yang berat. Saya fikir fondasi serta kuda-kuda terkuat sudah saya tancapkan kembali. Insha Allah tak akan tergoyahkan lagi.
    Rindu yang sederhana ini kupersembahkan pula kepada Ibuku yang tepat hari ini ,33 tahun yang silam dengan menguras tenaga yang tak sedikit,menahan sakit, tangis dan telah bertaruh nyawa telah melahirkanku kedunia ini ,semoga ALLAH selalu merahmatimu ibu..
Inilah hari untukmu ibu, dihari kelahiranku adalah Hari Ibu
     Rindu yang sederhana ini semoga ALLAH Azza wa Jalla membalasnya dengan kebaikan.
   

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Aksara Tak Bermakna dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 10 MEI

  1. Desfortin berkata:

    Tancapkan terus semangat menulisnya, semoga kita terus berbahagia

    • dandeelion berkata:

      Haha.. saya nyaris kehabisan bensin… gairah menulis saya langsung anjlok drastis dan kurva pun terjun bebas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s