SUMPAH SETIA SATRIA GOWA

Aru atau angngaru adalah semacam ikrar atau ungkapan sumpah setia yang sering di ucapkan orang-orang gowa(Satria Gowa) di masa silam. Biasanya diucapkan bawahan kepada atasannya,abdi kerajaan kepada rajanya, prajurit kepada komandannya, masyarakat kepada pemerintahnya, bahwa apa yang diucapkan atau yang di ikrarkan dalam aru akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, baik untuk kepentingan Pemerintahan dimasa damai ataupun dimasa perang.

   Aru ini pada saat di ucapkan dapat membakar semangat juang prajurit, membangkitkan jiwa patriotik dikalangan prajurit untuk melawan musuh-musuhnya. Aru yang diucapkan prajurit disebut “Aru Tubarani“(Aru Pemberani) atau “Aru Buleng-Buleng Mangasa“(nama dari salah satu kelompok pejuang di Gowa) pada masa lalu.

image

   Aru banyak pula digunakan dalam berbagai hal seperti Upacara Adat atau penyambutan tamu-tamu agung. Aru yang di ucapkan tersebut selain punya nilai magis dan relegius juga mengingatkan kita bahwa betapa penting kegunaan Aru di masa lalu. Aru merupakan ciri khas dari Satria-Satria Gowa yang tidak dimiliki oleh masayarakat atau Satria lain. Untuk lebih memahaminya, berikut saya akan mengungkapkan beberapa versi “angngaru” dari berbagai versi yang ada yang dikutip dari buku “Profil Sejarah Budaya Dan Pariwisata Gowa” oleh bapak DR.Syahrul Yasin Limpo,SH(Gubernur SUL-SEL saat masih menjabat Kepala Daerah Kab.Gowa periode 1994-1999),Drs. Adi Suryadi Culla, Zainuddin Tika,SH    :

Aru Tubaranina Gowa

Bismillahirrahmanirrahim

Atta…Karaeng
Tabe’ kipammopporang mama’
Ridallekang labbiritta
Risa’ri karatuanta
Riempoang matinggita
     
     Inakke minne karaeng
     Lambara tatassa’la’na Gowa

Nakareppekangngi sallang
Pangulu ribarugayya
Nakatepokangi sallang karaeng
Pasorang attangnga parang

Inai-inaimo sallang,karaeng
Tamappattojengi tojenga
Tamappiadaki adaka

Kisalagai sirinna
Kuisara parallakkenna

Berangja kunipatebba
Pangulu kunisoeyang

Ikau anging, karaeng
Naijambe lekok kayu
Mirikko anging
Namarunang lekok kayu
Iya sani madidiyaji nurunang

Ikau je’ne,karaeng
Naikambe batang mammayu
Solongko je’ne
Namammayu batang kayu
Iya sani bonangpi kianyu

Ikau jarung,karaeng
Naikambe bannang panjai
Ta’leko jarung
Namminawang bannang panjai
Iya sani lambusuppi nakontu tojeng

Makkanamamaki mae,karaeng
Naikambe mappajari
Mannyabbu mamaki mae ,karaeng
Naikambe mappa’rupa

Punna sallang takammayya
Aruku ridallekanta
Pangkai jerakku
Tinra’bate ongjokku

Pauwang ana’ riboko
Pasang ana’ tanjari
Tumakkanaya’ karaeng
Natanarupai janjinna

Sikammajinne aruku ridallekanta
Dasi na dasi nana tarima pa’ngaruku

Salama’……

Artinya    :

Bismillahirrahmanirrahim

Sungguh…..karaeng
Maafkan aku
Di haribaanmu yang mulia
Di sisi kebesaranmu
Di tahtamu yang agung

Akulah ini karaeng
Satria dari tanah Gowa

Akan memecahkan kelak
Hulu keria di arena
Akan mematahkan kelak
Gagang tombak di tengah gelanggang

Barang siapa jua
Yang tak membenarkan kebenaran
Yang menentang adat budaya

Ku hancurkan tempatnya berpijak
Kululuhkan ruang geraknya

Aku ibarat parang yang di tetakkan
Kapak yang di ayunkan

Engkau ibarat anging karaeng
Aku ini ibarat daun kayu
Berhemmbuslah wahai anging
Kurela gugur bersamamu
Hanya sanya yang kuning kau gugurkan

Engkau ibarat air karaeng
Aku ini ibarat batang kayu
Mengalirlah wahai air
Kurela hanyut bersamamu
Hanya sanya air pasang kami hanyut

Engkau ibarat jarum karaeng
Aku ini ibarat benang kelindang
menembuslah wahai jarum
Kan ku ikut bekas jejakmu

Bersabdalah wahai karaeng
Aku akan berbuat
Bertitahlah wahai karaeng
Aku akan berbakti

Bilamana kelak janji ini tidak kutepati
Sebagaimana ikrarku dihadapanmu
Pasak pusaraku
Coret namaku dalam sejarah
Sampaikan kepada generasi mendatang
Pesankan kepada anak cucu
Apabila hanya mampu berikrar,karaeng
Tapi tidak mampu berbuat bakti

Demikian ikrarku dihadapanmu
Semoga Tuhan mengabulkan-NYA.

Aamiin…….

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s