AL QUR’AN ADALAH MESIN WAKTU

Al-Quran banyak menjelaskan tentang rahasia-rahasia masa depan. Tentu saja interpretasi ini sangat subyektif, tergantung dari ilmu dan pemahaman dari penafsir.

Menurut beberapa penafsir, Al-Quran banyak menjelaskan tentang penemuan dan pencapaian-pencapaian manusia di masa depan. Sebagai contoh adalah  :

1. Kejadian di Masa Rasulullah SAW

Ada banyak ayat Quran yang memberi kepastian kepada Rasulullah SAW atas kemenangan umat Islam. Berita tentang matinya Abu Lahab, salah satu orang yang paling keras memusuhi Islam dan Rasul-NYA, adalah bukti otentik. Quran mengatakan bahwa Abu Lahab akan kafir sepanjang hidupnya, dan akan mati menggenaskan. Hal ini ternyata terbukti.

Bayangkan jika Abu Lahab ingin membuktikan kesalahan Quran, ia bisa saja masuk Islam, dan seluruh kebenaran Quran dan Islam hancur. Tapi ALLAH benar-benar menjaga hal ini.
Banyak juga berita kemenangan-kemenangan umat Islam di masa itu seperti penaklukan Mekkah (QS 48:28), di mana ayat ini turun ketika muslim dalam keadaan terusir dan lemah. Serta kemenangan Romawi yang sudah terdesak dan kalah beberapa kali oleh Persia (QS 30: 1-7), tepat di tempat yang termuat di dalam Al-Quran. Semua hal ini diungkapkan Quran jauh sebelum itu terjadi.

2. Terjaganya Jasad Firaun

Ketika ALLAH  SWT menurunkan ayat:

“Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus : 92)

banyak orang pada saat itu yang tidak menyangka bahwa ternyata ALLAH SWT benar-benar menjaga jasad Firaun. Sebuah jasad mumi yang ditemukan pada tahun 1898 dan diperiksa pada tahun 1975 membuktikan bahwa mumi itu adalah benar-benar jasad milik Firaun yang diberitakan dalam Al-Quran.

3. Eksplorasi di Bulan

Banyak interpretasi yang mengatakan bahwa ayat 18 dalam surah Al-Inshiqaq, menggambarkan tentang perkabaran eksplorasi manusia di bulan:

“Dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu akan melalui tingkat demi tingkat.” (Al-Insyiqaaq 18-19)

Manusia memang pada akhirnya beberapa kali melakukan penjelajahan ke bulan, misalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet. Selain pendaratan tak berawak oleh Uni Soviet, beberapa kali Amerika Serikat benar-benar mengirimkan manusia ke bulan.

4. Kendaraan Masa Depan

Dalam surah An-Nahl ayat 8, ALLAH SWT membicarakan kendaraan yang digunakan pada jaman itu, dan sedikit membicarakan tentang kendaraan masa depan yang belum diketahui manusia:

“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.”

Di ayat ini pula ALLAH SWT mengatakan manusia menggunakan kendaraan sebagai perhiasaan. Dalam kata lain, kendaraan tidak saja dipakai sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai alat status sosial. Persis seperti yang terjadi di jaman ini.
Semua yang kami ungkapkan di sini hanya merupakan sebagian dari kebenaran yang diungkapkan Al-Quran. Rasulullah SAW sendiri mempunyai banyak penjelasan tentang masa depan, yang terdapat dalam kumpulan haditsnya. Redaksi Boombastis akan membahasnya di lain waktu. Yuk rajin baca biar tambah ilmu dan iman.

Informasi Mengenai Peristiwa Masa Depan dalam Al Qur’an

Sisi keajaiban lain dari Al Qur’an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

“Sesungguhnya ALLAH akan membuktikan kepada Rasul-NYA tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka ALLAH mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (Al Qur’an, 48:27)

Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.
Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur’an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah Kalam ALLAH Yang pengetahuan-NYA tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab “titik terendah” disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari ALLAH yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala :

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? (QS.Qaaf  : 36)

Salah seorang ulama salaf berkata, “Kisah-kisah (dalam al-Qur’an) adalah tentara-tentara Allâh”, artinya: kisah-kisah tersebut tidak bisa disanggah oleh para penentang kebenaran…

ALLAH Azza wa Jalla berfirman :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi dan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yusuf  :111)
.
Artinya: kisah-kisah yang menggambarkan keadaan para Nabi dan umat mereka tersebut, serta yang menjelaskan kemuliaan orang-orang yang beriman dan kebinasaan orang-orang kafir yang mendustakan seruan para nabi, berisi pelajaran bagi orang-orang yang beriman untuk memantapkan keimanan mereka dan menguatkan ketakwaan mereka kepada ALLAH Azza wa Jalla dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-NYA.

surat Shad ayat 28 :

أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ

“Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi?! Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?!”

Selain itu, surat al-Hasyr ayat 20 ini juga menerangkan tempat manusia berlabuh nanti ketika di akhirat. Apakah di surga atau neraka? Tidak ada pilihan lain. Inilah masa depan mereka sesungguhnya. Masa depan yang sukses dan cemerlang ialah ketika surga menjadi tempatnya di akhirat. Sedangkan masa depan yang buruk dan suram ialah ketika neraka menjadi tempatnya.

Jalan yang ditempuh menuju surga sudah jelas, apalagi jalan yang menuju neraka. Tinggal manusia sendiri memilih mana jalan yang ia tempuh sekarang di dunia. Nabi sudah diutus, al-Quran sudah diturunkan, dan ajaran agama sudah dijelaskan. Tidak mungkin manusia bisa beralasan lagi.

Firman ALLAH Subhanahu wata’la:

رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ..( النساء: 165)

“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada lagi alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.” (QS. An-Nisa’: 165)

Pemenang Masa Depan

Indah sekali penutup ayat ke-20 surat al-Hasyr ini. Setelah menegaskan ketidaksamaan penghuni surga dan neraka, ALLAH menyatakan bahwa penghuni surga adalah orang-orang yang beruntung. ALLAH ‘azza wa jalla berfirman:

لا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ ( الحشر: 20)

“Tidak akan sama antara penghuni neraka dan penghuni surga. Para penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 20)

Dalam al-Quran, kata “al-faizun” disebutkan empat kali. Semuanya menggambarkan para penghuni surga. Sebagian ahli tafsir memaknainya sebagai orang-orang yang beruntung, lawan dari “al-khasirun” atau orang-orang yang merugi. Dalam “al-Qur’an dan Terjemahannya”, kata “al-faizun” dalam ayat ini diterjemahkan menjadi ‘orang-orang yang beruntung.

Ibnu Jarir Ath-Thabari (wafat th. 310 H) menafsirkan “al-faizun” dalam ayat di atas sebagai orang-orang yang meraih apa yang mereka cari dan inginkan. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari peringatan yang ditujukan kepada mereka.

Ibnu Katsir menafsirkan “al-faizun” dalam ayat di atas sebagai kaum muslimin yang selamat dari adzab ALLAH. Sedangkan Syaukani (wafat th. 1250 H) menafsirkannya dengan ‘orang-orang yang memenangkan apa saja yang diinginkan dan selamat dari segala keburukan.

Dari sisi bahasa, kata “al-faizun” dalam ayat di atas tidak selalu diartikan sebagai orang-orang yang beruntung, tapi juga sebagai para pemenang. Seperti halnya tafsir Syaukani di atas, orang yang menang berperang melawan musuh juga dikatakan “faaza bihi”.

“Dan ALLAH mengeluarkan kamu dariperut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. (16: 78)

ALLAH dalam ayat ini mengisyaratkan ciri khas manusia yang paling penting dan paling bernilai, yakni kemampuan berpikir dan mencerna sesuatu. ALLAH berfirman, ketika kamu lahir dari perut ibumu, kamu tidak mengetahui sesuatu pun dan apa yang kamu ketahui saat ini dicerap dengan bantuan mata, telinga dan akal yang diberikan oleh ALLAH kepada kamu. Lalu mengapa kalian tidak mensyukurinya?

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Mengingat kembali kekurangan di masa lalu dapat menghidupkan kembali semangat manusia untuk bersyukur. Oleh karenanya, kita diperintahkan untuk menengok masa lalu agar selalu bersyukur.

2. Rasa syukur sejati akan nikmat mata, telinga dan akal adalah dengan menuntut ilmu. Karena ALLAH berfirman, “Kalian tidak mengetahui, Aku yang memberikan mata, telinga dan akal agar kalian bersyukur, yakni tuntutlah ilmu.”
Baca juga  : AL QUR’AN ADALAH MESIN WAKTU

Semoga ALLAH Azza wa Jalla senantiasa memudahkan kita untuk mengambil teladan dan petunjuk yang baik dari kisah-kisah para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , serta memuliakan kita dengan dikumpulkan di surga kelak bersama para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , para shidiq, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh, Aamiin.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allâh dan Rasul(-Nya), mereka itu akan (dikumpulkan) bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh ALLAH, yaitu: para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “(QS.An-Nisâ  :69)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s