Kurang Focus? Ada Al Qur’an…??


     Ini bukan tentang iklan air mineral yang populer yakni Aqua. Dimana dalam iklan ada dua sahabat yang masuk ke sebuah mini market untuk membeli minuman. Sahabat yang satunya lantas membeli sebotol aqua dan menawarkannya juga kepada sahabatnya, tapi sang sahabat justru menolak dan memilih minuman mineral lain.
    Sahabat yang membeli minuman botol aqua lantas meminumnya sedangkan sahabatnya juga meminum air mineral jenis yang lain. Setelah membayar minumannya mereka pun keluar dari minimarket tersebut. Sahabat yang membeli minuman aqua lantas bergegas menuju motornya, sambil menunggu sahabatnya.
    Tapi apa jadinya, sahabat yang membeli air mineral lain justru mengarah ke motor pengunjung yang yang menggunakan helm sama dengan sahabatnya.. Orang lain ini sempat heran, kenapa ada yang ikut nebeng dimotornya. Dia pun menoleh bersamaan sang sahabat itu menoleh kedepan….
     Jjjjeddarrr… sang sahabat yang membeli air mineral lain ini pun melongo.  Mukanya tampak kacau sedemikian rupa…   ada aqua?
    Pun bukan tentang Cinta dalam ending drama Ada Apa Dengan Cinta(AADC). Keluar dari taksi dan memburu sesosok orang berambut ikal berselempang backpack berbaju kotak-kotak..
   “14 tahun aku menunggu,,,,,” teriak Cinta pada orang berambut ikal…
Yang dimaksud pun heran, lantas berpaling kearah belakang dimana suara Cinta menggelegar dalam ruangan.. Cinta yang begitu yakin bahwa itu adalah Rangga sang pujaan hatinya melongo karena terkejut. Malunya jangan di tanya,ternyata dia salah orang..  ada Aqua?
     Tapi ini tentang fluktuasi keimanan yang kadarnya terkadang melonjak tapi tak jarang menurun drastis. Disaat melonjaknya Kadar Iman rutinitas ibadah dengan segala amalan-amalan begitu konsisten dilakukan. Malas dan tidur yang menjadi hasutan iblis pun tak mampu menghentikan laju ibadah seseorang.
Tapi jika Kadar Iman menurun perasaan malas pun menggerogoti. Disaat seperti ini ritual ibadah bahkan bisa terganggu.
    Ada solusi yang bisa mendongkratnya kembali. Dia bukan sekedar minuman mineral jenis aqua atau makanan apapun tapi dia adalah Al Qur’an. Kalam ALLAH yang Agung, dengan rutin membacanya kita seperti sedang mengobrol dengan Sang Pemilik Kalam, ALLAH Azza Wa Jalla.

    Dengan membaca Al Qur’an hati kita yang awal kacau atau kurang focus akan mantap kembali.

ALLAH Azza Wa Jalla, berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar- Ra’d ayat 28)

Al Qur’an adalah penawar jika sedih, obat penyembuh jiwa dan sebagai Rahmat   :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا

Artinya “Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al- Isra’ ayat 82)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus ayat 57)

Al Qur’an adalah pedoman dan sumber motivasi    :

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh ALLAH kepadamu kebahagiaan akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas ayat 77)

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

Artinya “Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha ayat 123)

ﻋَﻦْ ﺧَﺒَّﺎﺏِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺄَﺭَﺕِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺗَﻘَﺮَّﺏْ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ، ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺘَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻣِﻪِ “.

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada ALLAH semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada ALLAH dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman , karya Al Baihaqi).

ﻭﻗﺎﻝ ﻭﻫﻴﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : “ ﻧﻈﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻋﻆ ﻓﻠﻢ ﻧﺠﺪ ﺷﻴﺌًﺎ ﺃﺭﻕ ﻟﻠﻘﻠﻮﺏ ﻭﻻ ﺃﺷﺪ ﺍﺳﺘﺠﻼﺑًﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺗﻔﻬﻤﻪ ﻭﺗﺪﺑﺮﻩ ”.

“Berkata Wuhaib rahimahullah : “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.

   Demikian sekedar mengingatkan jika sekiranya kita kembali merasakan yang namanya kurang focus. Dimaklumi bagi saya pribadi kurang focus yang saya alami itu berasal dari turunnya kadar iman didadaku dan cara untuk meng-up nya kembali adalah dengan memperbanyak membaca Al Qur’an.

Kurang Fokus?   Al Qur’an solusinya

    Semoga bermanfaat..
Semoga aura haruman kesturi raudhah firdausi senantiasa di limpahkan ALLAH.
Jazaakumullahu khairan katsiro wa Ahzanul Jazaa

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s