Kisah Wafatnya Maryam Ibu Isa Al Masih

بسم الله ارحمن ارحيم

   (Kisah ini diambil oleh penulis dari buku “Misteri Kehidupan Manusia Di Alam Akhirat“)

   Ialah cerita dari Wahab bin Munabbih yang tertulis dalam kitab Misykatul Anwar  :  Durratun-Nashihiin. Dia berkata:   “saya telah menemukan sebagian Kitabnya Nabi Isa Al Masih. Beliau berkata kepada ibunya….”

   “Ibu…sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang akan punah,kampung yang akan hilang melayang. Sesungguhnya Akherat itulah kampung yang langgeng. Untuk itu wahai ibuku tercinta, marilah pergi bersama saya….”

   Kemudian ibu dan anak itu pergi ke gunung di Libanon. Digunung itu keduanya berpuasa di siang hari dan malamnya untuk menegakkan shalat malam. Mereka hanya makan dari dedaunan pepohonan,dan minum air hujan saja, dan disana mereka tinggal sangat lama.

  Suatu hari Nabi Isa turun gunung menuju salah satu jurang untuk mencari daun-daunan untuk berbuka puasa bersama. Saat Nabi Isa turun gunung meninggalkan ibunya,ternyata ibunya didatangi malaikat maut(yang sebelumnya Maryam tidak tahu kalau sesosok itu adalah malaikat maut). Malaikat maut itu mendekati seraya berkata salam…

   “Assalamu alayka wahai Maryam… orang yang paruh puasa dan shalat malam harinya.”

   “Siapakah engkau!” Jawab Maryam. Sungguh sekujur badan sangat gemetar karena takut mendengar suaramu dan kewibawaanmu.”

   “Saya adalah malaikat maut”..  Jawab Malaikat. “Saya tidak mengenal kasihan terhadap anak-anak karena kecilnya,tidak mengenal kata memulyakan terhadap mereka yang sudah tua atau mengenal karena kebesaran dia. Sebab sayalah yang bertugas mnncabut roh.”

   “Wahai malaikat maut… engkau kesini apakah untuk berkunjung saja atau memangnya untuk mencabut roh saya!”

   “Bersiap-siaplah engkau mati,wahai Maryam!” Tegas malaikat.

   “Apakah engkau tidak mengizinkan untukku,supaya menunggu sampai kedatangan anak kesayanganku,yang menjadi buah hatiku dan penawar segala kesusahanku!”

   “Saya tidak diperintahkan untuk itu.” Tegas malaikat maut. Dan saya hanya sebatas hamba yang takluk terhadap perintah. Demi ALLAH ,saya tidak akan mampu mencabut roh seekor nyamuk pun,kecuali saya sudah ada perintah dari ALLAH. Hal ini agar saya tidak menyia-nyiakan waktu sedetik pun.,sehingga saya mencabut rohmu  ditempat ini juga.”

   “Wahai malaikat maut… ”  Jawab Maryam. Kalau engkau sudah menerima perintah dari ALLAH,maka tunaikan saja perintah itu.”

   Maka malaikat maut mendekati dia takkala duduk beribadah, lalu roh Maryam dicabut dan mati.

   Nabi Isa terlambat datang seperti biasanya. Bahkan ia kembali sampai masuk waktu ashar akhir(mendekati magrib). Dia membawa sayur mayur sekaligus kubis. Sesampainya dia masih mendapati ibunya terduduk dalam keadaan shalat, dimana ia menyangka ibunya shalat. Setelah meletakkan sayur mayur, kemudian Nabi Isa as ikut shalat disamping ibunya sampai larut malam.

   Tengah malam sunyi senyap, waktunya berbuka puasa bagi Nabi Isa Al Masih. Dia memanggil halus kepada ibunya.

   “Assalamu alayka wahai ibu!” Sesungguhnya telah masuk waktu malam, waktunya berbuka bagi orang berpuasa,serta waktu tegaknya orang-orang beribadah kepada ALLAH. Mengapa ibu tidak jua berdiri beribadah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih!”

   Tapi ibu tetap diam dalam duduknya yang disangka terduduk dalam shalat yang ketiduran. Nabi Isa lantas mengulang perkataan terhadap ibunya.

   “Ibu,, sesungguhnya dalam tidur memang ada kenikmatan…”

   Nabi Isa pun lantas berdiri menghadap kiblat beribadah, tidak berbuka karena tidak bersama ibu,kemudian Isa melanjutkan shalat malam sampai dua pertiga malam. Hal ini dilakukan karena berbuat santun terhadap ibu, tidak berbuka kecuali bersama ibu.

   Mulai timbul keresahan dan kegelisahan dalam ibadat Nabi Isa. Dalam keadaan berdiri dan resah gelisah,dia tetap memanggil ibunya.

   “Assalamu’alayka, wahai ibunda.” Lirih Nabi Isa.

   Karena tidak ada sahutan dia lantas melanjutkan ibadah hingga terbit fajar pagi. Pagi yang agak kelam ini, ia meletakkan pipinya ke pipi ibunda,meletakkan mulutnya ke mulut ibunya sebagai penghormatan. Sambil berseru memanggil ibunda disertai tangisan keras ibu disangka tidak melakukan ibadah sama sekali. Dia menyeru keras   :

   “Assalamu’alayka, wahai ibunda! Sungguh malam telah habis dan disambut oleh pagi. Adalah waktu untuk menenuaikan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih.”

   Seketika itu menangislah seluruh malaikat langit, jin-jin disekitarnya, gunung-gunungpun berguncang sebab kerasnya Nabi Isa yang tidak mengetahui kalau ibundanya sudah meninggal.

   Kemudian ALLAH Azza Wa Jalla mewahyukan kepada malaikat,bertanya  : “apakah sebab yang membuat kalian menangis!”

   “Tuhan kami, Engkau sangat Maha Mengetahui…(apa-apa sebab yang kami tangiskan).”

   “Ya, sesunggihnya AKU Maha Mengetahui dan AKU Maha Kasih dan Sayang.”

   Dalam keadaan seperti itu tiba-tiba ada suara yang berseru kepada Nabi Isa as.

   “Wahai Isa,angkatlah wajahmu. Sesungguhnya ibundamu itu sudah meninggal dunia,dan ALLAH Azza Wa Jalla telah melipat gandakan pahalamu.”

   Wajah yang masih terangkat kemudian menangis tersedu-sesu sambil merintih sangat dalam…

   “Lalu siapa lagi kawanku disaat sunyi! Saat aku sendiri! Serta siapa lagi yang aku ajak bertukar fikiran! Bersenda gurau dalam perantauanku! Dan siapa lagi yang akan membantuku dalam ibadahku!”

   Keadaan seperti itu ALLAH berfirman kepada gunung : “wahai gunung,berilah ia nasihat!”

   Gunungpun memberikan nasihat kepada Isa, “wahai Isa, apa artinya kesusahanmu ini! Ataukah ALLAH, engkau menghendaki agar dia menjadi pendamping yang menggembirakanmu!”

   Berangkat dari nasehat itu, kemudian Nabi Isa as turun gunung, singgah dari desa ke desa untuk mencari dari kalangan tempat tinggal Bani Israil.

   Nabi Isa berkata kepada Bani Israil disana, “assalamu’alaykum wahai Bani Israil.”

   “Kamu ini siapa!” Jawab mereka. Sungguh bagus wajahmu sampai-sampai menyinari terang rumah-rumah kami.”

   “Saya adalah Rohul ALLAH, Nabi Isa Al Masih. Diman ibu telah meninggal dunia dalam perjalanan, tolonglah saya dalam memandikan,mengkafani dan memakamkan. Dia sekarang ada digunung sana.”

   Mereka Bani Israil menjawab:  “wahai Roh ALLAH, sesungguhnya di gunung tersebut banyak terdapat ular-ular besar dan ular-ular ganas lainnya, yang sama sekali belum pernah dilalui oleh nenek kami atau ayah kami sejak 300 tahun yang lalu.”

   Nabi Isa memaklumi keadaan mereka.  Diapun lantas kembali ke gunung tanpa hasil sesuai kehendaknya. Atas kehendak ALLAH beliau berjumpa dengan 2 orang pemuda yang gagah. Isa bersalaman kepada mereka, lalu menyampaikan maksudnya yang tadi gagal.

   “Sesungguhnya ibu telah meninggal dunia dalam perjalanan di gunung ini. Untuk tolonglah saya membantu persiapkan pemakaman.”

   Salah seorang diantara dua lelaki gagah ternyata menjelaskan   :

   ” ini adalah malaikat Mikail dan saya sendiri malaikat Jibril. Dan ini adalah obat pengawet tubuh dan kain kafan dari Tuhan-mu.”

   Sesaat para bidadari cantik jelita turun dari surga turut serta membantu memandikan dan mengkafani jenazah Maryam. Malaikat Jibril menggali kubur di puncak gunung, kemudian mereka bertiga menshalati dan mengubur di sana.

   Kemudia Nabi Isa as berdo’a kepada ALLAH   :

   “Wahai ALLAH, seaungguhnya Engkau Maha Mendengar perkataanku dan Maha Mengetahui dimana tempatku. Sedikitpun tidak ada urusanku yang tersembunyi di Hadapan-MU. Ibu telah meninggal dunia, dan saya tidak mengetahui disaat dia meninggal dunia, maka izinkanlah dia berkata kepada saya.

   ALLAH mewahyukan kepada Isa   :  “sungguh AKU memberikan izin untukmu.”

   Nabi Isa pergi ke pekuburan ibunda,berdiri dekat tumpukan tanah,lalu berkata kepada ibunda dengan suara lembut sopan   :

   “Assalamu’alayka, wahai ibunda tercinta…”

   Dalam kubur dijawab oleh ibunya, “wahai anakku tercinta, kesayanganku dan sebagai biji mataku.”

   Isa kembali berkata, “ibunda, bagaimana engkau dapat menemukan pembaringanmu, tempat pengembalian, dan bagaimana pula keadaan kehadiranmu kepada Tuhanmu!”

    Jawab ibunda, “tempat pembaringanku adalah sebaik-baik tempat pembaringan,tempat kembaliku adalah sebaik-baik tempat kembali. Dan masalah aku datang menghadap Tuhanku,yang hanya aku tahu bahwa DIA menerima dengan rela tanpa ada marah.”

   “Ibunda,,,” tanya Nabi Isa. “Bagaimana engkau merasakan sakit sakaratul maut!”

   “Demi ALLAH…” Jawab Ibunda. “DIA-lah Dzat yang mengutusmu sebagai Nabi dengan sebenar-benarnya,belum hilang rasa sakit dari sakaratul maut dari tenggorokan, demikian juga kewibawaan menakutkan malaikat maut belum sirna dari pelupuk mataku.”

   Setelah itu tidak ada lagi yang tercatat dalam percakapan antara ibunda dan anak. Di akhiri oleh ibunda…

   “Alaykassalam wahai kesayanganku; sampai jumpa pada Hari Kiamat kelak.”

Baca Juga  :

TENTANG AQIDAH,KEIMANAN SERTA UJIAN

   

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di TENTANG AQIDAH, KEIMANAN SERTA UJIAN dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s