HEROES THE SHOOTING EAGLE : Gandewa Naga Menyesal

 Berawal dari kisah Perang Bharatayuda atau biasa kita kenal dengan sebutan Mahabarata dengan Arjuna dan Karna sebagai tokoh paling sentral serta Kisah Pendekar Pemanah Rajawali dalam Novel Jin Yong dengan Tokoh utama adalah Guo Jing.
    Tiga perwatakan diatas masing-masing Arjuna dari pihak Pandawa, Karna dari pihak Kurawa adalah jago jago panah nomor wahid dijamannya. Tidak ada yang mampu mengalahkan mereka. Arjuna bahkan tak terhentikan, tapi karena kematangan seorang Karna boleh dikata dialah salah satunya yang bisa mengimbangi Arjuna bahkan bisa melampaui kemampuan sang adiknya itu. Walau di akhir kisah Mahabrata Karna harus tewas juga di tangan sang adik Arjuna setelah melalui perang pertandingan dahsyat beberapa hari sebelumnya.
    Bagaimana dengan Guo Jing,,?
Tokoh fiksi dalam Trilogi Rajawali buatan Novelis terkenal sepanjang masa Jin yong. Dalam novel menyebutkan bahwa dijaman itu tak ada yang mampu mengimbangi kemampuan memanah Guo Jing. Bahkan saat masih menetap di gurun pasir bersama rakyat Mongolia, Guo Jing sekali tembak berhasil menjatuhkan dua rajawali sekaligus. Bahkan beberapa puluh tahun kemudian Guo Jing kembali memperlihatkan kepandaian memanahnya dengan membelah menjadi dua anak panah yang ditembakkan Hakim Roda Mas kearahnya. Bahkan anak panah Guo Jing tersebut masih meluncur deras dan mematahkan Panji Kebesaran tentara Mongol.   Dahsyat  !!


     Perwatakan tokoh diatas hanyalah sebagian inspirasi buat saya untuk coba coba membuat sebuah gandewa pribadi. Dengan catatan hanya sebagai koleksi pribadi dan seni.
    Rasulullah Muhammad Saw sendiri menganjurkan kita umatnya agar berlatih menunggang kuda dan memanah, tapi yang sangat disukainya adalah memanah..
   Maka dari itu kemaren saya akhirnya membuat sebuah Gendewa dengan bahan dasar biasa. Sebuah balok, dan bilah bambu serta tali elastis, maka jadilah gandewa yang sederhana. Dengan panjang sekitar 2Meter dan berat sekitar 3 kilo gandewa yang saya beri nama Gandewa Naga Menyesal saya tembakkan kearah target.
Wwuutttt….
Keras dengan suara mendesir…tak ada yang kena karena sasarannya adalah udara.. 

Walau tak sebaik gandewa buatan ahli, tapi saya tetap bangga bisa membuat koleksi pribadi. Buat latihan memanah dengan sasaran batang pisang juga boleh..

😁  jiahahahaha…
Tadi pagi, setelah memikir untuk membentuk ulang gandewa tersebut akhirnya terjadi transformasi kedua.Panjangnya tinggal 180 CM dan berat 2KG. Lebih ringan dan lebih luwes dipakai..
     Mudah-mudahan dengan Gandewa Naga Menyesal ini saya bisa memaksimalkan bakat bakat terpendam saat masih kecil dulu..
    Sekitar tahun 1991/1992, tahun dimana Mahabrata muncul pertama kali dilayar kaca saya dan abang saya ikut-ikutan perang ala Mahabrata.
What…?
Pulang sekolah, batang ubi dan bambu pagar rumah jadi bahan gandewa dan tombak. Ayah dan mama hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami dua bocah. Setelah gandewa dan tombak jadi, kami pun menuju kebun yang berada didepan rumah. Nah disanalah kisah Mahabrata versi anak Manipi terjadi. “Peranggandewa batang ubi dan tombak pagar bambu tersebut berlangsung cukup lama. Sekitar setengah bulanan.
    Dan akhirnya dihari terakhir,saya pun jadi korban lemparan tombak pusaka kakakku. Ruas jari kelingking kakiku tertembus tombak dan terpaksa perangpun dihentikan setelah Mama muncul memarah-marahi abangku..
Huehhhhehhhehe…
   Dalam kisah itu justru Karna yang menang, Arjuna(sang adik yang kalah).

Sekian

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Heroes The Shooting Eagle dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s