KETIKA PANJENENGAN BERUBAH KOWE

Artikel ini mungkin sedikit kontroversi atau bahkan nyeleneh dari pribadiku sendiri. Tapi saya berusaha mengembangkan ide-ide terbaru walau masih dalam tahap pembelajaran dalam soal tulis-menulis artikel di Blog..

    

Kembali ke soal nyeleneh atau kontroversi, kata Panjenengan itu berasal dari bahasa jawa halusan artinya dirimu atau anda cara mengucapkannya sedikit medok khas jawa atau dalam lingkungan kraton. Sama juga dengan Kowe berasal dari bahasa jawa kasaran yang artinya kamu atau kau dalam lingkungan awam atau umum. Nah yang jadi trending topik mengapa kontroversi pasti diantara sahabat pembaca sudah nebak.?
   Jawabannya karna saya berasal dari Bugis-Makassar.
Terkadang kalo berbincang dengan orang yang lebih tua dari kita atau ngobrol dengan orang yang disegani maka biasanya kata Panjenengan inilah yang cocok digunakan. Biar kesannya kita menghargai. Ya jelaslah menghargai apalagi orang yang lebih tua atau bahkan seorang pendatang/tamu yang harus kita hormati.
    “Panjenengan sakin pundi,,,?(anda darimana?)
    Lanjut ke kata Kowe atau kamu atau kau, biasanya kita menggunakan dalam bahasa pergaulan sehari hari dengan teman akrab atau yang sebaya dengan kita. Boleh juga sapaan digunakan kepada adik atau yang lebih muda dari kita. Saya sering menemukan kata kata ini saat bergaul di Jawa Timur tepatnya Kota Surabaya. Beda halnya jika kita di Kota Kediri, kata kata Kowe ini, saya pribadi jarang mendengarnya.
    Bahkan saya pernah digertak dan diancam sama oknum pejabat yang jengkel dengan saya.
   “Ta’ pateni sampeyan…!
   Kalimat tersebut adalah kalimat ancaman.
   “Akan kubunuh kamu…
    Nah yang perlu di fahami dari sini adalah kita tak menemukan kata kowe dalam kalimat ini. Padahal kita tahu, seseorang yang dalam keadaan emosi kadang atau malah sudah lupa diri jadi saat bicara itu sudah lupa aturan.
   Kenapa kalimatnya tidak mengatakan ; ta’ pateni kowe?
   Menurut saya Kediri itu adalah salah satu Kota di Jawa Timur yang masih memegang kromo Jawa yang halusan. Orang itu berada dalam keadaan emosi dia masih bisa menggunakan bahasa bahasa yang sedikit wajar. Dari kata pateni memang tak wajar ya(berisi ancaman) tapi “sampeyan”nya.  Dalam analisaku dia hanya gertak sambel saja. Toh,, dia cuma mengancam, berdiri dari kursi dia tidak melakukannya.
     Coba kalo di Makassar, untung kalo menyebut kamu atau kau, isi dalam kebun binatang yang disebutkan satu persatu.  😁  jiajajajaja…
     Tapi berbicara soal fakta dilapangan, adakalanya kata panjenengan digunakan sebagai plesetan saja. Misalnya kita berhadapan dengan orang yang lebih tua tapi sok sok ngatur, tentu saja untuk membahasakan dirinya walau kita tetap jalur kromo “dalem panjenengan” tapi tujuannya mengolok olok saja. Di angkat angkat,disanjung-sanjung terus dibanting…
    Adapula yang secara terang-terangan, awalnya masih menggunakan panjenengan tapi karena sudah jengkel akhirnya Kowe disebut.
Lho,, ojo pisan pisan… mas.. Istigfar.. Istigfar…
    Biasanya kalo di Bugis-Makassar, kalo masih adem maka kita itu bilang “IYE” artinya iya dalam bahasa halusan. Tapi kalo sudah ngeselin berubah deh menjadi “IYO”  artinya iya dalam bahasa kasarnya.
     Ketika IYE menjadi IYO …

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Aksara Tak Bermakna dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s