DEFEND OR ATTACK?

    Ini adalah masa masa tersulit dalam kehidupanku. Masa masa transisi terpanjang dalam sejarah perjalanan hidupku. Sejak awal september 2016 lalu saya mengambil keputusan yang kontraversi dalam pandangan keluargaku. Saya memutuskan ikatan kontrak ku sebagai karyawan vendor dengan salah satu Perusahaan terbesar Indonesia Timur yakni PT.Hadji Kalla.
     Saya mengambil keputusan itu begitu mendadak, hingga Mama dan saudara serta sahabatku yang lain bertanya tanya bahkan menganggap keputusanku itu langkah bodoh.
    Ya… memang jika kalian berpendapat seperti itu, tapi saya benar benar sudah “menyerah”..
    Kondisi tubuhku menurun drastis akibat terlalu memporsir tenaga selama kurang lebih 4 bulan diperusahaan. Akibat kelelahan sangat, luka dalamku yang sebelumnya sudah sembuh kini datang lagi. Bahkan setelah saya menimbang efek penyakit itu malah bertambah.
    Biarlah saya istirahat dulu,,, sakitku kambuh.. saya merasa bahwa ini lebih parah dari yang sebelumnya. Curhatku kepada salah seorang Karyawan Perusahaan dan saya tak mampu menyembunyikan perasaan sedihku saat itu . Saya menangis karena sekali lagi tak mampu mempertahankan kondisiku dan berakibat fatal dengan hilangnya pekerjaanku.
   “Maaf,, dan hanya kata itu yang bisa ku ucapkan kepada Mama.
   “Saya lari dari tanggung jawabku sebagai salah satu “tulang punggung” keluarga. Tak seharusnya saya mundurkan diri,,Tapi ini hanya sementara…
   Dengan berat hati, dalam beban keluarga yang semakin menumpuk tapi tubuhku juga butuh wacana untuk rehat dan beristirahat terjadi dilema dalam situasi ini. Ibarat buah simalakama, dimakan papa mati tidak dimakan mama mati. Tetap bekerja tapi kesehatanku sudah drop, berhenti bekerja keluargaku akan kembali mengalami krisis. Saya pun mundur dari perusahaan yang selama beberapa bulan terakhir menjadi titik nadi dalam Keluargaku..
    “Maaf  …..
Tenagaku memang terkuras habis dalam bekerja apapun, itulah kelemahanku. Alpaku, , selama bekerja diperusahaan saya sekalipun tidak pernah melakukan ritual Menyimpan Tenaga seperti yang sebelumnya menjadi rutinitasku.
Timbul pertanyaan,apakah itu ritual Menyimpan Tenaga?
Menyimpan Tenaga yang biasa saya lakukan adalah duduk diam bersila ,mengatur keluarnya nafas dalam tubuh sekitar 20menit dengan media Dzikir yang ku yakini dan saya kembangkan secara pribadi. Mirip dengan Meditasi saya pun sering menyebutnya Meditasi tapi saya memberikan nama lain yakni Pernafasan Kelopak Hijau. Dalam meditasi nafas diatur sedemikian rupa sekitar 20menit dengan sistem yang telah kubuat sebelumnya. Setelah duduk diam biasanya badanku yang sakit atau kelelahan bisa segar bugar kembali. Lalu menarik lagi hawa murni untuk menyalurkannya kebeberapa bagian tubuh yang membutuhkan tenaga.
Tapi meditasi ala Pernafasan Kelopak Hijau tak pernah saya lakukan,akhirnya tenaga cadanganku yang kuhimpun selama beberapa bulan terakhir habis. Disaat habisnya,tenaga yang sebelumnya menutupi bagian tubuh yang luka akhirnya terbuka lagi dan penyakit gampang kembali.
Selama istirahat ini justru saya kembali menyianyiakan waktu istirahatku. Seharusnya saya meditasi untuk menghimpun tenaga dan mengusir penyakit tapi tak kunjung saya lakukan.
Hanya saja jika sakitnya sudah menjadi jadi dan pertahananku seakan tak mampu lagi menahan terkadang saya cuma Meditasi beberapa detik saja untuk menghilangkan rasa sakitnya. Memang berhasil menghilangkan sakit itu tapi dua atau tiga hari kedepan akan kembali lagi.. Hanya itu yang sering kulakukan Defend bertahan saja. Tak berniat untuk Attack atau melawannya. Sebenarnya saya hampir putus asa dengan semua ini.

Andai dini dini hari sejak istirahat ini saya counter attack mungkin saja saya sudah bisa beraktifitas normal kembali.
Saya berharap semoga masih ada secercah semangat bagiku agar saya bisa mengusir penyakit ini. Tinggal saya-nya apakah tetap Defend or Counter Attack,? saya fikir ALLAH sudah memberi alternatif tersendiri untuk melawan dan mengalahkan penyakit ini tanpa lewat berobat ke dokter..

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Pernafasan Kelopak Hijau dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s