BENING MATA SEBENING HATI

Sebening Mata Sebening Hati

Menurut pandangan saya sebagai seorang yang tidak pandai menterjemahkan esensi Ad-Dien secara kaffah,, mata adalah salah satu media pertama bagi manusia untuk melihat sesuatu yang berada di luar dirinya. Seperti melihat terangnya dunia dengan sinar matahari yang menyilaukan. Melihat wajah orang tua kita beserta sanak keluarga lain serta lingkungan sekitar kita.
Dari pandangan mata yang rutin inilah kita bisa mengingat dan mengenali wajah mereka serta bentuk bentuk benda yang ada disekitar kita… 

Tapi pandangan mata pulalah yg pertama kali terbuai dgn keindahan dunia fana ini.
Kemudian timbul pertanyaan;
   

“apakah salah jika mata menyaksikan sesuatu yang Indah yang bukan haknya”?


      Sesuatu yang indah maksudnya disini adalah segala sesuatu yang memang diperuntukkan ALLAH, yang memang telah disediakan ALLAH untuk dipandang. Segenap isi alam semesta misalnya.
Yang bukan “haknya” dimaksudkan disini adalah saat mata memandang secara jelalatan serta pandangan mata yang tak terkontrol. Melihat dan menikmati kecantikan tubuh wanita yang belum terjalin hubungan pernikahan, atau sebaliknya wanita yang selalu membiarkan dirinya terpesona oleh ketampanan seorang pria..
Secara garis besar sesuatu yang indah itu kebanyakan hukumnya “halal” dan yang bukan haknya(haram)sangatlah terbatas. Tapi kebanyakan justru kita selalu membiarkan diri ini terjerumus dari pandangan mata yang bukan haknya.

Padahal ALLAH Azza Wa Jalla telah memberikan batasan bahkan menjadi peringatan dalam pergaulan kita, dalam Firman-NYA, yang artinya:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya…” (QS. an-Nur [24]: 30-31)

    Menjaga pandangan disini adalah bukan berarti kita harus selalu menundukkan atau memejamkan mata ini tapi menahan atau mengurangi pandangan kita yang tak bermanfaat dan yang bukan semestinya untuk dipandang hingga pandangan tak terkendali dan menjadi liar.

Imam al-Bukhary rahimahullah berkata, “Makna dari ayat (QS.An Nuur: 31) adalah memandang hal yang dilarang karena hal itu merupakan pengkhianatan mata dalam memandang.”

Ini menunjukkan ancaman bagi yang mengkhianati matanya dengan memandang hal-hal yang dilarang yang bukan haknya. Dan cara pandang yang seperti inilah maka kedua mata kita bisa menimbulkan dosa, karena termasuk dalam kategori “zina mata“.(Arung Wahyu)
      Bagi saya mata tidak pernah salah dalam memandang! yang salah hanyalah “cara” pandang kita yang mengkondisikan sehingga terpesona dan hilang kendali dan akhirnya mempengaruhi hati kita yang ingin memilikinya atau menikmatinya.

Oleh karena itu Samudra Hati jauh lebih dalam dan luas dari sekedar kemampuan mata menjangkau sesuatu yang berada di luar dirinya.  Andai saja Mata kita sudah terbiasa memandang sesuatu yang indah tanpa Hati harus pula terlebih memilikinya, niscaya Kehadiran Yang Maha Kuasa terasa begitu dekat bahkan nyata di sisi kita.

“Hati akan merasa selalu terawasi”..

Dan hati kita yang tetap terjaga berkat adanya latihan Mujahadah dan Muhasabah ,inshaa Allah akan selalu mendapatkan penerangan Nur Ilaahy hingga terbentuklah Samudra Hati yang sesungguhnya.
    Maka jagalah selalu Hati kita jangan selalu menurut atas keliaran cara pandang mata kita.
     Semoga “binar-binar” mata kita mampu memancarkan satu tanda keshalihan dan kekhusyuan serta mencerminkan kebeningan hati kita pula..
Aamiin yaa Rabbal ‘alaamiin.
     Maha Suci Engkau Ya “ALLAH”
perasaan ulasannya dah jauh banget deh ,^_^..
rencananya saya cuman nulis tiga kata saja, kenapa jadi begini yah? panjang pula… benar2 dihadapkan pada pilihan yang susah!!!
hehe..
Salam Santun erat ukhwuah fillah kasih & sayang hanya karena ALLAH.
Moga ALLAH redha.

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Samudra Hati dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s