Tragedi The Blues Vixion

The Blues saat melintasi ramainya malam dijalan A.Pettarani Makassar

Memasuki Tahun ke empat kebersamaanku dengan sibiru tungganganku. Susah, senang, sedih dan bahagia selalu bersama. Menempuh jarak hingga ratusan Kilometer dalam sehari pun pernah saat aktif sebagai seorang Analis Perusahaan. Tapi tak jarang kami pun menempuh jarak bersama penuh reziko untuk wakuncar saja.  😁

Sejak menungganginya,  ada banyak tragedy yang kami alami bersama. Tragedy ,Insiden insiden kecil yang membuat sibiru harus terluka dibeberapa bagian.

  • The Blues Vixion mengalami kecelakaan tunggal sekitar bulan april 2014,, Saat dimana aku terburu buru menuju kantor. Tepat dikota Sinjai, jl.Jend.Sudirman sebuah lubang kecil ditengah jalan yang tergenang air seolah menjadi jebakan untuk The Blues. Akupun hilang kendali dan The Blues terpelanting ke tengah jalan raya. Memang aku tak mengalami luka, tapi the blues, rusak dibeberapa bagian. Aku tak melihat lubang tersebut karena tertutup genangan air. Beberapa saat kemudian setelah kembali kekantor, aku menyempatkan diriku ke lokasi TKP, ternyata bagian jalan yang berlubang tersebut sudah diperbaiki kembali bahkan sudah dicor.  
  • Insiden salto di Gantarang ,Sinjai Tengah.  Merupakan kejadian terparah diriku bersama The Blues. Akhir Desember 2014, pagi itu dirumah saat ingin berangkat ke kantor ,aku memang sudah mendapatkan tanda bahwa akan terjadi seperti ini. Dan aku mengungkapkannya ke mama. Mama langsung mencegahku untuk kekantor,tapi demi tugas dan tanggung jawab walau kesehatanku saat itu memang labil, ku putuskan untuk tetap berangkat. Sepanjang Sinjai Barat hingga perbatasan dengan Sinjai Tengah keadaan masih aman terkendali. Tapi saat memasuki Gantarang yang penuh dengan tikungan tajam, speed motor menunjuk 60KM/Jam tikungan tajam,,,,, berpapasan dengan sebuah mobik pengangkut cengkeh dari arh Sinjai, guna menghindari tabrakan kencang , aku membanting stir bersamaan mengcengkram cakram tangan. The Blue Vixion Salto mengikuti gerak tubuhku yang berputaran diudara jatuh ketanah kepala lebih dulu menghantam aspal. Aku sekali lagi selamat dan cuma mengalami cedera ringan dan luka dibebarapa bagian lutut dan tangan kiri, tapi The Blues  ,,,,, Sayap kiri lecet, Batok pecah,Stir bengkok rapat ke tangki dan tangki penyok. apakah aku tak lanjut kerja? Demi Tugas aku tak kembali ke kantor melainkan langsung menuju Bulukumba buat survey. Sepulang dari bulukumba sekitar jam 1 malam di Tondong kembali The Blues tergelincir …
  • Tabrakan di Arango seminggu yang lalu(rabu 22 maret 2017).  Perjalanan mengantar sepupu ke Capik Bulukumba awalnya aman dan tanpa hambatan.  Hingga kami pulang ke Sinjai Barat keadaan masih terkendali. Tapi saat memasuki arango, emosiku mendadak tidak stabil, pandanganku kedepan kurang fokus. Akhirnya badan motor masuk kearea jalan jurusan lain. Bersamaan dengan munculnya suzuki shogun dan menabrak The Blues. The Blues dan Shogun hitam rusak parah. Aku terjepit diatara dua motor tersebut tapi Alhamdulillah tanpa ada luka yang berarti. Yang kukwatirkan sangat adalah sepupuku yang lagi hamil tua. Saat ku tanyakan kandungannya, dia menjawab tidak apa apa cuma yang luka pipinya terbentur stir serta helmnya pecah.
  • Pagi tadi kembali The Blues rebah bersamaku,Handle Koplingny patah..    

The Blues yang lelah atau akunya yang kelelahan…

Semoga The Blues tetap bertahan bersamaku hingga akhir,,,,,

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di The Blues dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s