Art Of Analysis

Kita terlahir kedunia ibarat sebuah kertas putih tanpa setitik tulisan pun mengotori. Suci…
    Kita hanya menangis sambil mengepal kedua tangan yang bertanda bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia sudah mulai dan itu tidaklah ringan. Akankah kelak jika sudah dewasa tanggung jawab itu bisa dijalankan atau malah di ingkari? Tergantung dari cara kita mempertahankan diri dan hati seperti kertas putih tersebut..
    Tentunya dengan banyak belajar,mujahadah, berlatih,positife thingkhing, berfikir cerdas, berakal baik yang bisa mendefensifkan hal hal itu semua. Tapi bagaimanapun giatnya kita melakukan hal hal tersebut, toh tiada yang sempurna, kertas putih itu akan tetap ternodai. Apakah seluruhnya, atau seperduanya saja, seperempat saja?  Semua dikembalikan kepada kita pribadi..
    Wallahu’alam bisshowab…
    Berfikir secara cerdas adalah salah satu alternatif maksimal untuk mempertahankan hal tersebut, walau hasilnya paling banter hanya mempertahankan 25% bagian saja(padahal sudah maksimal lho). Tapi untuk di era modern saat ini, itupun sudah sangat jarang dan untuk mendapatkan separuh saja sudah sangat langka.
    Pendahuluan di atas sengaja saya angkat karena sangat erat hubungannya dengan salah satu kemampuan Analisa/Anilisis yang sedikit dimiliki oleh saya sebagai penulis. Bukannya ingin memamerkan atau riya atau apalah jenisnya, karena saya pribadi hanya ingin berbagi pengalaman .
     Al-Quran banyak memberikanku motivasi agar memiliki kecerdasan, bukan kecerdasan intelektual semata, yang sifatnya logis-matematis, akan tetapi kecerdasan majmuk, ya’ni kecerdasan mencakup berbagai aspek kehidupan.Kecerdasan yang dimaksudkan oleh Al-Quran adalah kecerdasan menggunakan kemampuan akal atau menganilsis untuk kebaikan diri dan kebaikan orang lain.
     Saya akui Intelligence Quotient (IQ) ku bolehlah masih jauh dikatakan cerdas, bahkan saya tidak berani mengatakan diri saya memiliki IQ tinggi.  Saya termasuk tingkat kecerdasan menengah kebawah…
Hmm…
Kenapa,? Karena secara historis itu dilihat dari pendidikanku yang cuma lulusan SMU.
Secara ilmiah jurusanku cuma IPS  ,menghadapi pelajaran biologi dan kimia saat masih sekolah dulu kepala saya sakit.
     Tapi secara cultur, ayah, mama, kakak tergolong orang orang yang IQ -nya menengah ke atas.
    Ada satu nilai plus yang kudapatkan adalah rutin,tekun dan uletnya diriku dalam melatih diri ini secara otodidak dan itulah menjadi dasar penting dimana saya sedikit diberi kelebihan Oleh ALLAH dalam menganalisa segala sesuatu terjadi dan yang akan terjadi.
    Apa itu analisa/analisis?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) maka didapat pengertian sebagai berikut:
analisis/ana·li·sis/ n 1 penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya);
penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan;
     Dari dasar memiliki Analisa yang inilah saya menggabungkan dua unsur lain yakni kekuatan fikiran dan kekuatan batin/hati yang selama beberapa tahun terakhir saya kembangkan sendiri. Memang hasilnya tidak sehebat para pakar telepati atau para ahli analisa baik dari jurusan khusus tapi inshaaAllah saya bisa bersaing dengan mereka yang memang sampai bersekolah tinggi untuk mendapatkannya.
    Tidak ada yang tak mungkin jika benar kita bersungguh sungguh, Man jadda wa jada..
    Mungkin saja karena adanya kegiatan otodidak yang rutin sejak dini maka bolehlah saya anggap ini sebagai “kecerdasan pribadi-ku”. Yang orang lain mungkin tak mendapatkannya, atau bolehlah dia memiliki tapi dengan cara yang berbeda.
    Kecerdasan pribadi ini banyak dijelaskan di dalam al-Quran, seperti pada Surat Adz-Dzariyst ayat 21 berikut :

وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tiada memperhatikan” (Q.S. adz-Dzariyat/52 : 21)
    Daya analisa pribadi(kecerdasan pribadi) yang kumiliki berkat gabungan kekuatan fikiran serta kekuatan hati(haqqul yaqin) saya secara pribadi menyebutnya Art Of Analysis(seni analisa).
    Bercerita soal pengalaman selama Art Of Analysis ini kumiliki adalah saya terkadang mampu menebak berapa skor yang terjadi dalam satu turnamen sepakbola.
   Contoh:  sekitar tahun 2012 seorang keponakan saya kerumah ,dia sengaja mengunjungi karena sempat mendengar bahwa saya bisa analisa sesuatu. Dia bertanya,,
   “Om,, saya ada pertandingan sepakbola besok di Sinjai Kota,,,”
   “Oh iyya,, kamu menang di pertandingan pertama skor 2-1, pertandingan kedua skor 2-1 dan final pun skor 2-1 dan timmu(SMUN1 Sinjai Barat juara).
   Terbukti,, keponakan saya dan timnya menang di pertandingan pertama dengan skor 2-1 dan berhak lolos ke semifinal dua hari kemudian.
   Di Semifinal lagi keponakan saya dan timnya menang 3-1 dan lolos ke final. Analisa saya saat itu beda 1 gol, tapi ujarku sama dia “tapi kamu menang toh..!”..
   Di final, Tim Keponakan saya bertemu tuan rumah. Dan kemenangan dipetik secara dramatis. Sempat tertinggal 1 gol, akhirnya Tim memenangkan pertandingan dengar angka fantastis 2-1.  Sangat tepat dengan analisaku 2 minggu sebelum pertandingan digelar..
   Tapi jika diurai kembali, analisa saya saat itu meleset satu gol. Jadi saya bilang sama keponakanku, “maaf analisa keduaku gagal, ”
   Dia tersenyum, sambil memeluk saya,, “om hebat..!
  Saya fikir analisa saya saat itu berjalan 99,99%..
    Waktu berjalan kekuatan seni analisa tetap saya terapkan, bukan cuma terhadap skor pertandingan tapi penyakit yang diderita orang. Selain menganilasa penyakitnya saya juga memberi mereka solusi cara penyembuhan lewat media do’a yang saya saat ini kembangkan pula. Jarak jauh,jarak dekat,inshaaAllah atas izin ALLAH semua yang pernah saya tangani sekitar 100 orang lebih berhasil 94%..
    Saya juga pernah ditelfon oleh kerabat saya salah seorang mahasiswi jurusan sosiologi unismuh, Khasmy namanya.  Bahwa ia semalam kehilangan dompet yang berisi SIM dan STNK di pasar senggol Makassar. Bingung,sedih bahkan merasa bersalah sudah menghilangka  dompet tersebut. Saya pun menjawab:   “kembalilah sebentar kesana, adaji itu sama penjual sepatunya,mudah mudahan dia orang baik dan mau mengembalikan dompetmu..
   Alhamdulillah,, Khasmy kesana ternyata tepat, sayapun sujud syukur…
    Art Of Analysisku yang lebih heboh dan banyak saksi yang bisa diminta keterangan kebenarannya adalah soal Survey Pilkada. Baru baru ini saya coba menerapkan art of analysisku terhadap survey pilkada takalar. 100% berhasil. 3 bulan sebelum Pilkada saya sudah menetapkan Syamsari (pasangan no.2) adalah pemenang dengan hasil tipis.

     Saya akan memberi kiat kiat jika ada sekalian sahabat yang tertarik dengan Art Of Analysis yang sementara saya kembangkan ini..
    1. Perbanyak baca Al Qur’an dan menghafalnya..
   2. Perbanyak Dzikir
   3. Jaga sholat 5 waktu
   4.  Jangan minum minuman keras
   5. Perbanyak meditasi(melatih konsentrasi)
   6. Hindari berbohong..
   7. Jangan sombong dan Takabbur.

    InshaaAllah hati kita akan dijaga oleh ALLAH dan yaqinlah bahwa ALLAH tak akan membiarkan hati ini hitam kelam, sebab jika itu terjadi maka pancaran Nur Ilahy dan bisikan2 kebenaran akan susah masuk bahkan tak akan mendekat.
Alhamdulillah,, terima kasih atas titipanmu Ya ALLAH…
   Jika ENGKAU suatu saat akan mengambilnya kembali,maka tiadalah daya dan kuasaku untuk mengelak. Semua yang ada dilangit dan dibumi adalah Milik dan Kepunyaan-MU.

QS 3.Ali ‘Imran:109
“Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.”

QS 2.Al Baqarah:284
“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu

“Jadikanlah hamba selalu bersyukur atas segala Anugrah-MU”..

Arung Wahyu   :facebook
Arungshah       : instagram
082393224151

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s