Konsep “Masyarakat Smart Dan Modern” Di Manipi Sebagai Proses Sosial Yang Lebih Positif

​Secara Geografis Manipi termasuk dalam Kabupaten Sinjai, tepatnya Kecamatan Sinjai Barat ,Kelurahan Tassililu. Disebelah barat Manipi berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bantaeng dan disebelah utara adalah Kabupaten Bone. Sedangkan Bagian timur Manipi adalah Kecamatan Borong yang masih salah satu kecamatan dari Kabupaten Sinjai.

   Kalo di lihat dari perincian diatas, maka letak Manipi ini sangatlah strategis terutama jalan utamanya adalah jalan yang berhubungan langsung menuju Kota Makassar. 110KM dengan jarak tempuh kurang lebih 3 sampai dengan 4 jam dengan berkendara mobil atau 2 sampai 3 jam berkendaraan sepeda motor dari Kota Makassar atau sebaliknya. Dengan kemudahan fasilitas jalan yang memadai inilah tak heran menjadikan Manipi sebagai salah satu daerah “tersibuk” di Kabupaten Sinjai setelah Kecamatan Bikeru yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bulukumba.

     Terkadang jika orang lain diluar Kabupaten mendengar namanya “Manipi”,  pasti masih merasa asing dan bertanya tanya; apakah itu desa atau kampung? Atau seperti Kota. Apakah disana ada mobil?  Apakah disana hutan?

      Ya, , pertanyaan-pertanyaan itu mungkin ada benarnya. Sebab kalo kita menyebutnya desa, kampung dan hutan maka Manipi itu termasuk desa yang besar. Dengan masyarakat sosial yang berlapis lapis dan kampung-kampung yang sudah terjangkau dengan mudah serta dikelilingi dengan hutan alami nan indah. Perlu diingat Manipi yang biasa kita kenal juga dengan Kelurahan Tassililu adalah Ibukota Kecamatan Sinjai Barat. Ciao..!

     Saya berani menyimpulkan bahwa Manipi adalah daerah yang masyarakatnya “Smart dan Modern”. Smart dalam arti pintar,cerdas dan modern yang tidak ketinggalan. Kalo kita kembali ke jaman tahun 2000 kebawah bolehlah sebagai desa, tapi perubahan pola fikir serta perkembangan Komunikasi dan Teknologi diawal millenium yang semakin canggih maka menyebut Manipi sebagai Desa atau Kelurahan Smart dan Modern sangatlah tepat. 

   Nah dengan inilah maka saya sebagai penulis sengaja mengangkat wacana tentang ” Konsep Masyarakat Smart Dan Modern Di Manipi Sebagai Proses Sosial Yang Lebih Positif” sebagai bahan dasar pembuatan skripsi untuk adik-adikku yang mengambil jurusan FISIP Sosiologi di Unismuh Makassar atau UNM. Saya berharap,semoga kalian bisa menemukan tulisan ini.

    Ide ini berawal setelah mendapatkan informasi dengan seorang sahabat pena saya, sebut langsung @anggelina dimana dalam perlombaan menulis blognya sengaja mengangkat wacana Smart City. Ide yang sangat menarik buatku,saya fikir Smart City baru ada di Jakarta. Ternyata Smart City ini sudah ada dan telah diterapkan diMakassar.

    Walau dijudul menyinggung soal “konsep” tapi kenyataannya sebagian besar masyarakat Manipi sudah sejak dulu menerapkan hal ini. 

    Ada tujuh ruang lingkup secara garis besar telah menjadikan Manipi sebagai Masyarakat Smart dan Modern. Antara lain    :
1. Kelompok Sosial Masyarakat

Perkembangan ini dilihat dari salah satu olahraga terpopuler di dunia, yakni sepak bola. Masyarakat Manipi adalah satu daerah dimana terdapat banyak pemain pemain berbakat. Kita pernah tahu tentang 2 bersaudara Ady Guna dan Supriady. Bahkan Supriady pernah bertarung didevisi utama bersama Persipal Palu. Sekarang ada Asdar yang bermain untuk PKT Bontang. Dan masih banyak lagi pemain pemain berbakat yang lahir. Tidak heran Club Club Sepakbola pun berdiri diManipi dan mengikuti turnamen antar lingkungan atau tiap tahun biasa mengadakan walau cuma antar Kampung/Desa.

   Bukan cuma bidang sepakbola dengan Clubnya, tapi Taek Kwon do yang sudah mulai diperkenalkan dan berawal dari Kegiatan Pengembangan Diri Sekolah(KPDS) . Hingga saat ini berkembang begitu pesat baik secara ekstrakuliler di Luar sekolah maupun intrakulikuler sebagai salah satu cabang olah raga yang diperlombakan.
2. Perubahan Masyarakat Desa

Seiring dengan berkembangnya pola fikir masyarakat maka secara berangsur angsur masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan kebiasaan adat yang terlalu mengikat.  Salah satu contoh:   sudah tidak adanya pembatasan untuk menuntut ilmu bagi wanita.
3. Mobilitas Sosial 

Mobilitas sosial ini dapat dilihat salah satunya adalah geliat masyarakat Manipi yang tetap giat dalam bidang pendidikan. Dan hasilnya adalah semakin banyaknya orang berlomba sekolah sampai perguruan tinggi. Yag S1 lanjut lagi sampai S2. Terus menerus setiap tahun. Dengan catatan, Manipi adalah satu daerah penghasil orang orang cerdas, misal:  Dosen, Guru.. dan lain sebagainya.

Mobilitas sosial ini juga berdampak dibidang pertanian. Contoh kecilnya sebagian besar masyarakat Manipi jika tiba musim sawah ,yang dulunya membajak sawah menggunakan sapi sekarang sudah bisa menggunakan traktor..
4.  Mata Pencarian

Kalo kita berbicara soal desa dan kampung, maka yang keluar dari fikiran kita adalah pekerjaan orang desa kalo bukan disawah, pastinya dikebun atau diladang.. Atau bahkan sebagai TKI.

Di Manipi sendiri adanya Masyarakat Smart dan Modern dapat kita lihat dengan banyaknya usaha pribadi yang berkembang . Adanya usaha mebel kayu, usaha pembuatan jasa alumium,  dan sudah banyaknya percetakan.
5. Sistem Religi   

Era tahun 90’an sampai awal tahun 2000 masyarakat di Manipi dulunya masih kental dengan faham Nahdatul Ulama(NU),akibat perkembangan pola fikir,Komunikasi dan Teknologi ,untuk dewasa ini masyarakat diManipi pun sudah banyak masuk melalui syiar syiar agama dari faham Muhammadiyyah,Wahdah,Jama’ah Tabligh sudah bisa diterima dengan tangan terbuka tanpa adalagi kesenjangan sosial.
6. Organisasi Dan Komunitas Sosial

Contohnya:  adanya majelis majelis Ta’lim, majelis Tahlil, kelompok Tani cerdas, komunitas scuter dan KPLH(komunitas pecinta lingkungan hidup).
7. Objek Wisata Modern

Untuk Penerapan Masyarakat Smart dan Modern diantara 3 objek wisata termasuk Taman Pesanggarahan,Hirupark dan Pingcuni dimana mengundang dampak positif yang sangat baik di Manipi. Masuknya para pengunjung untuk menikmati beberapa objek wisata tersebut merupakan salah satu pemasukan daerah Manipi. 
   Tujuh(7) ruang lingkup utama yang termasuk dalam konsep “Masyarakat Smart dan Modern” diManipi ini dari segi sosial positif secara tidak langsung mendatangkan keuntungan banyak,selain dari sektor ekonomi dengan adanya obyek wisata, juga membuat daerah kita dikenal.
Semoga bisa segera di insyafi oleh setiap warga masyarakat untuk selalu mempertahankannya. 

Semoga bermanfaat…

Hormatku:

Penulis

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s