Jiwaku Di Kecup Lelah

​ Kembali perasaanku bercampur aduk, ingin marah, emosi, benci, dendam, cinta.  Apalagi suasana dalam kamarku terasa panas yang membuatku sedikit merasa gerah ,padahal cuaca diluar rumah mendung dengan deru angin yang begitu kencang hingga membuat atap atap seng rumahku bergoyang seakan terangkat dan berbunyi berisik. 

   Aku segera menyadari apa yang membuatku seperti ini. Aku mengingatmu.. Karena beberapa saat yang lalu aku sempat membuka aplikasi catatan harian di handphone-ku, kebetulan salah satu isinya adalah salinan semua obrolan kita via BBM yang sengaja aku abadikan. 

  Aku membukanya lagi, membaca dan membacanya,, aku tersenyum sendiri membacanya postingan postingan itu. Tak menyangka ada rindu kembali dalam hatiku. Tapi aku segera menghentikannya jika tersadar kembali bahwa itu hanyalah obrolan yang telah berlalu. Aku menggerutu, kesal bahkan kembali semua bercampur aduk, emosi, dendam,cinta ,benci dan sayang ingin ku lampiaskan semuanya kepadamu. 

   Kepadamu? 

   Tentu saja kepadamu !

   Kepada wanita yang tak pernah sekalipun peduli akan perasaanku. Menganggap semua perhatian dan kasih sayang yang kucurahkan hanya sebagai candaan dan permainan. Jika benar semua seperti itu, ku mohon sadarlah!  

Jangan menjadi wanita bangsat dan keparat yang seolah takut kehilangan penggemar,  memberikan harapan harapan palsu kepada banyak lelaki terutama, aku. Tak takutkah engaku akan adanya “hukuman”..

Tapi aku harap engkau tak akan kena dengan hukuman itu. Karena aku selalu mendo’akan keselamatanmu, setiap aku mengingatmu dalam tiap do’a dan sujud terakhirku di sholat sunnahku.

   Aku benci dan dendam, tapi tak bisa kupungkiri,bahwa saat ini aku pun sedang merasakan rindu . Rindu dan sayang kepadamu bukan cuma sebagai pindu'(sepupu dua kali,istilah bugis-makassar), tapi sebagai seorang lelaki yang mencintai wanita yang disayangnya.

   Kekesalanku, benci dan dendam itu seakan tertawar dengan adanya rindu. Ya,, rindu. Rindulah yang mengalahkan rasa benci, dendam, cinta dan sayang itu.

   Aku tak tahu lagi apa yang engkau lakukan sekarang?

   Apa kamu baik baik saja?

   Kamu mendelete-ku di BBM, aku tak bisa lagi menghubungimu. Line mu memang aktif tapi tak pernah sekalipun engkau menghiraukanku setelah beberapa kali aku mengirimimu pesan dan menanyakan kabarmu. Walau beberapa kali aku lihat kegiatanmu diTimeline memasang nope dan pinmu sebagai status. Apakah itu bertanda, engkau memberiku kesempatan lagi?Tapi aku malu, aku ragu akankah engkau akan mengkonfirnya kembali? Sedang pesan sms ku saja tak sekalipun lagi engkau balas.

    Aku beranjak ke facebook, ooia kamu juga sudah membatalkan pertemanan sejak pertama kita bertengkar beberapa bulan yang lalu hingga aku harus menunggu 7 purnama engkau kembali menyambungkan silaturrahmi. 

   Nah ini pertengkaran ketiga kalinya,, aku merasa sudah tak ada lagi harapan buat kita kembali seperti dulu.

   Aku merasa jiwaku kembali dikecup lelah ,dengan menunggu ketidak pastian dan mengharap harapan harapan palsu .

   Apa hari harimu masih sangat menyenangkan tanpa ku? 

Sepertinya begitu, karena aku tak berarti bagimu.

   Coba tanyakan di hatimu, bukan ego dan fikiranmu saja, apakah memang benar kamu benci dan tau mau lagi menjalin ukhwuah yang terputus?

   Semua yang pernah kau katakan telah mengingkari kata hatimu yang sebenarnya. Beberapa kali aku mendapatimu ,mem screenshoot pesan ku dan menjadikannya status di FB.

   Apakah itu bukan bukti, bahwa sebenarnya engkau juga memiliki perasaan yang sama denganku?

  Belum lagi bukti bukti lain yang pernah diceritakan sahabatku beberapa waktu lalu..

  Baiklah, jika semua itu memang palsu,,Jika kamu tak menghiraukanku lagi, baiklah ,,,akupun istirahat. biarkanlah aku berlalu dari kehidupanmu. Aku tak akan mengungkit semuanya tentang “sedikit titipan Tuhan ” kepadaku jika disaat kesulitanmu selalu meminta bantuanku dan aku tak pernah sedikitpun merasa berat. Walau dalam setiap pemakaian “titipan Tuhan” itu, kesudahannya tenagaku habis berlebihan dan resikonya membuatku terluka.. 

   Tapi,,, itu tak ada arti dan tak ada nilainya bagimu.

   Sudahlah, , aku memang tak pantas dengan semua penilaian seperti itu. Cukuplah ALLAH menilai ilmu,amal dan ke ikhlasan itu.

   Sudahlah.. 

   Jika engkau memang sudah keputusannya,, marilah kita saling melupakan tapi jangan sampai mencederai hubungan kekerabatan kita..

Jika memang benar ALLAH menjadikan kita sepasang jodoh didunia ini dan telah tertulis dilauhinmahfudz, tanpa aku memintamu kembali dengan segala bujuk rayu, engkau akan datang sendiri walaupun hanya sekedar tersenyum. aka itu sudah membuatku sangat bahagia.

   Wallahu’alam
    Arung Wahyu

    @ arungshah    : instagram

    @ dandeelion10   :line

    @ ekcentrick dandeelion  :facebook

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s