Once Upon A Time In Pingcuni

 Hai.. sahabat pena..

  Jumpa lagi dengan saya ,tentunya bukan Wiro Sableng si Pendekar 212, atau Guo Jing si Pendekar Utara.. 😁

  Aku hanyalah seorang Prince of House(tulisannya mungkin sperti itu),hhhaha.. yeaahhh gelar itu melekat setelah selama 4 bulan terakhir saya beristirahat dari PT.TOYOTA, HADJI KALLA karena mengidap sakit dan cuma menghabiskan sebagian besar waktuku didalam rumah atau bahkan cuma dalam kamar seharian.

  Kali ini saya akan mencoba menulis tentang salah satu objek wisata yang ramah lingkungan dalam Kelurahan Tassililu,Manipi. 

    Tepat sekali tebakan pemirsa, karena memang judulnya sudah terbaca diatas, Air terjun pingcuni.

   Berada dibagian selatan terhitung dari ibukota Manipi tepatnya kantor camat kelurahan Tassililu dan menelusuri setapak kecil dipinggir sungai dan kebun warga. Air terjun Pingcuni memang tidak terletak secara strategis, tapi maksud ramah lingkungan kita bisa menjangkaunya dengan mudah. Dari jalan raya poros kindang kindang -hulo, jika kita berjalan kaki cuma jarak tempuh paling lama 30 menit dan bahkan jika sedang musim kemarau kita bisa mencapainya dengan bermotor.

   Diantara beberapa Air Terjun yang pernah saya kunjungi, Bantimurung di Kab.Maros dan Coban rondo di Kab. Pasuruan, Pingcuni masih kalah dari mereka(bantimurung dan coba rondo).

   Tapi kalo soal alami dan kemurnian tempatnya, pingcuni belumlah tersentuh oleh tangan tangan jahil sebagian mereka yang menganggap apa yang mereka lakukan benar. Bukannya menvonis atau sok suci cuma saya memang tak ingin membahas soal itu. 

   Hahaha.. aneh ya..

   Awal january kemaren, aku diajak oleh adik sepupu saya mursyidil untuk berenang ke Pingcuni, yah sebelumnya sih memang gak pernah kesana. Jadi saya ikut aja. Setelah berjalan kaki dari rumahnya sekitar 20 menit, menuruni lembah mendaki bukit, dan melewati sawah, tibalah kami di pingcuni.

   Suara air terjun memekat telinga pertama kali menyambut kedatangan kami, Subhanallah .. alangkah indah salah satu ciptaan Tuhan. Tinggi sekitar 20 meter dan lebar 5meter, dengan pecahan pecahan air berlompat seakan menari ria menikmati kebebasan yang diberikan Tuhan kepadanya.

    Segera kusentuh airnya yang segar bersih.. seakan hawa sejuknya masuk mengalir ke aliran darahku.. segar, ,

   Kubasuh kemukaku, air yang begitu alami. 

  Disebelah sana Mursyidil sudah menceburkan diri dan berenang di bawah air terjun. Aku tertarik, baju kubuka, otot ototku keliatan kekar tertimpa sinar surya pagi, ingin rasanya segera berenang juga. Dengan gaya mirip Wong Fei Hung di iringi musik khasnya, pengen segera lompat kedalam air itu tapi…

   Oopppssss….!


   Saya lupa dan baru ingatan muncul saat berada ditepi batu, ternyata saya gak pandai berenang disungai. 

  😥😭  

   Kalo laut lepas, boleh jagonya..

   Tapi ini sungai saya ada kejadian pahit dimasa lalu, tenggelam. Dan juga ayah memang melarang saya dan saudara saudaraku yang lain untuk berenang disukai sebab faktor “keturunan”.

   Yahh.. gak jadi deh berenangnya.. terpaksa cuma duduk dipinggir kolamnya dan membilas kaki ,badan sampe kepala dengan air segarnya..

   

Tapi pengalaman hari itu sangat mengasyikkan juga.

  Silahkan sahabat pena jika ingin berkenalan dengan segarnya air alami pingcuni silahkan berkunjung ke Manipi,, 

   Sampai berjumpa lagi ya sahabat…
    Id instgram:  arungshah

    Id line:  dandeeelion10

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s