RINDU

Anda tak pernah lagi menghubungiku via ponsel. Mungkin kontak saya telah dihapus dari handphonemu,tapi setiap saat aku selalu saja melihat ponselku itu berkali-kali. Berharap ia berbunyi dan namamu yang tertera bersama dengan munculnya foto berhijabmu yang ku setting sebagai gambar penelfon di sana. Lalu dengan agak menggigil aku berusaha melawan keinginanku sendiri, menyusun rencana-rencana tak selesai… untuk menjawab sapamu sedingin mungkin. Tapi tak ada bunyi. Tak ada,apalagi gambarmu yang muncul. Kemudian pandanganku beralih pada kontak BBM-ku dan lagi-lagi berharap kau pecahkan resah dalam sekali bip, padahal kau tak ada dalam kontak-ku. Sejak beberapa lalu engkau telah mendeleteku dalam pertemananmu. Maka bersama angin aku menggiring jeri, menyekap batin sendiri, memilin-milinnya menjadi puisi yang paling setia pada sunyi.
Tak pernah ada yang salah dengan cinta ini. Ia mengisi sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang terjadi di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang semula ceper. Dengan rindu ini belum tentu nafsu sebab iya fitrah..
Merindukan bulan yang selalu karam di matamu,aroma pinus dari hutan kenangan yang kau tanam di tubuhku…
Tuhan pasti bertanggung jawab: menciptakan perpisahan, berarti siap menanggung resiko menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan.
kalau suatu hari kamu bersedih dan hatimu merasa bagai terluka, mungkin aku belum tentu bisa menjadi penghibur sempurna bagimu. kesedihan pasti akan tetap berada di hati dan bergerak mempengaruhi otakmu. dan kalau kamu mengungkapkan bahwa diriku penyebab kesedihanmu, entah bagaimana aku akan meminta maaf padamu. barangkali aku akan memarahi diriku sendiri hingga separuh diriku ikut membenciku. dengan begitu aku berharap kamu bisa melihat betapa penyesalanku telah melukaimu harus kubayar dengan membenci diri sendiri.

Seandainya hatimu belum menerima penawar itu, aku tahu harus melakukan apa untuk berusaha menyembuhkan hatimu dan mengembalikannya seutuh selayaknya hati bahagia yang dulu, hati yang selalu mekar saat kita bercengkrama, bersenda gurau saat berkomunikasi via BBM dan ponsel. Aku justru paling merasakan rindu.

Mintalah apa yang tak bisa aku lakukan, itu akan aku lakukan dengan segala nurani. malam akan aku tantang untuk berhenti mengutari bumi dan matahari aku tahan dari edarannya. kalau kamu sedang sendiri, katakan di mana kamu ingin aku menjemputmu supaya kita bisa berjalan berdua dan menggiring jarum jam melaju lebih kencang. tunjuklah titik kecil di langit malam, aku akan mendekati malaikat dan merayunya agar rela mengantarku mengambilnya dan memberikannya padamu agar menemanimu dan kesepian menjauhimu. kalau kamu sedang sendirian di dekat jendela kamarmu sambil menungguku, lihatlah ke arah utara, angin gunung mengantarkan rinduku buatmu.

kalau hari ini kamu adalah diriku, cintailah dengan hatimu.
hari ini saja. biarkan rindu bercerita kepadaku tentang suaramu yang waktu itu berbicara padaku. tentang aku atau kamu yang selalu malu dan kikuk jika kita bertemu dan saling berhadapan . Diam, tidak bisa berbicara lebih banyak lagi.

Doa adalah payung bagi rindu-rindu yang hujan.
Yang membahayakan bukan menahan rindu karena tidak pernah bertemu, tapi perasaan terbiasa dengan ketidakberadaan.
Aku ingin kau tahu, ada rindu yang ku titipkan pada bulir hujan di kaca jendela kamarmu. Sayangnya ternyata jendelamu tak berkaca, jadilah rinduku gagal menyapa.
Sekali lagi, hanya keliaran sosok kamu yang mengorbit di kepala saat aku ingin menulis kata atau melanjutkan karya karya tertundaku.
Mencintai itu menyenangkan. biar kau disakiti dengan rindu yang terus menghujam, dan pada akhirnya, tidak kau miliki muara rindu mu itu, menyenangkan bukan.!?
Kau tak berhak berjanji apa-apa pada ranting yang ditinggalkan daun saat sedang rindu-rindunya.

  • Aku berharap engkau memiliki Amalan-amalan  yang semestinya wanita lakukan agar dia dirindukan surga?

Kutenggelamkan diri pada malam dalam-dalam; puisi dan didih kopi dari air pemanas itu.
Aah~Jadi kau rindu padaku?Hingga tanpa suara kau datang ke mimpiku.Mengusikku yang kini tenang untuk kembali merindumu …
Ah kamu.. aku sangat merindukanmu..

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s