Ksatria Yang Terluka

​Assalamu’alaykum wa rohmah 

Sudilah kiranya segenap sahabat membaca cerita berikut, baik tidaknya penulis sangat berharap atas saran dan masukan, kisah ini boleh dikata pernah terjadi. Keadaan, tempatdan waktu yang sama tiada disebut dengan maksud untuk tidak menyinggung. Ini hanya semua karya yang tak sempurna yang seorang sahabat meminta saya menceritakannya sesuai kejadian sebenarnya.

ksatria yang terluka 

Karakter aku adalah seorang sahabat yang terlahir berinisial YY. Ksatria adalah seorang sahabat dari aku(YY).

 ksatria itu sahabatku sejak kecil, kami selalu bersama, sepermainan diSD,SMP dan bahkan sampai SMA. Hingga akhirnya hubungan persahabatan dan persaudaraan kami terjalin walau kami sudah bekerja dan berkarier dalam perusahaan yang berbeda. Satria memiliki watak sedikit aneh, aneh dalam arti sejak kecil dia sudah terobsesi dengan silat dan olah raga beladiri lainnya. Dia sering mnngajakku bergabung dalam organisasi silatnya tapi aku selalu menolak bukan gak suka tapi saya cuma tak ingin terlalu menekuni. Tapi dilihat dari obsesinya ingin mnnjadi pesilat dia memiliki sifat penyayang,yang saya fikir ini menjadi salah satu nilai plus lagi dari keterampilannya. Dia selalu berpegang teguh pada nilai kebenaran , tak jarang jika saat kami berjalan dan misal bersamaan terjadi penjambretan dia selalu tampil sebgai seorang pahlawan. Haha.. 

Ini lucu menurutku. Pernah juga kami pulang larut malam habis maen Playstation di palak oleh preman lorong, tp karna dasar silatnya memang kuat, 5 preman tukang palak yang dibuatnya babak belut. Dalam setiap insiden dan bentrok yang terjadi dia tak pernah sekalipun mendapatkan luka atau memar. Tapi,, diluar karakternya sebagai pesilat tangguh yang tak pernah kalah, justru yang sering membuatnya terluka hanya soal cinta. Selalu bahkan seringlah dia merasakan sakit jika kembali dirinya dipertemukan dalam urusan itu. Kali ini kmmbali ksatria sahabatku ini terluka dalam oleh sayatan pedang cinta yang tajam dan aku sendiri merasa iba melihat keadaannya. ksatria tangguh itu bahkan kulihat menangis tepat di depan mataku…tapi aku tak menolongnya ,seharusnya aku bantu dia, seharusnya kamu bantu dia wahai wanita yang selalu menyakiti perasaannya ! Dimana kata hati dan kelembutanmu sebagai wanita..seharusnya kau seka darah yang mengalir dari lukanya! seharusnya kau cari segera ramuan pengobatan yang bisa mengurangi sakitnya! ayo cepatbergerak!! Tak tenang hatiku saat melihatnya. Dia sahabatku sudah seperti saudaraku….ia terluka, ia benar-benar butuh pertolongan, dan hanya aku dankau yang tahu kejadian yang membuatnya seperti ini…

 aku hanya bisa sedikit menghiburnya dan selalu mengingatkan, duh sahabatku jika engaku mencintai mahluk,jnnganlah lebih besar cintamu kepadanya sehingga melebihi rasa cintamu pada Penciptamu. Dia terlalu cepat percaya kepada wanita, dia selalu berkorban apa saja buat bisa mmmbuat wanitanya tersenyum tapi semua sia sia, setiap wnnita yang dperlakukannya istimewa selalumembalasnya dengan keji bahkan pengkhianatan. Ku fikir inilah kesempatanmu wahai wnnita yang dipanggilnya adek yang kusayang!! sekaranglah waktumu!waktu-waktu seperti ini, tak akan pernah datang lagi!namun kuingat sumpahnya pada dirinya saat engkau dengan alasan sekedar mengujinya katamu dengan seenaknya telah menanam dan memberi harapan untuknya lanjut kau menghancurkan semua. Mulai hati dan kariernya dalam perusahaan tempatnya bekerja. Dalam sumpahnya tak akan menerima lagi racun bernama cinta itu ..

kuingat sumpahnya untuk menjaga dan tetap digaris terdepan jalan perjuangan ini… dan aku hanya memotivasinya untuk tidak membuatnya mundur, hanya demi mengejar sesuatu yang tidak lebih berharga daripada berjuang di jalanNYA .. sebab isi sumpahnya tidak akan mengenal wanita lagi sebelum dia berhasil menghafal 30 Juz al qur’an .

dan aku pun diam, menatapnya penuh iba, sembari dalam hatiku berharap bahwa wanita terakhir yang menyakitinya ini datang kepadaku untuk meminta maaf atas kesalahannya pada ksatria sahabatku dan memasukkan sepucuk surat dalam saku tasku,dan kubayangkan merogoh kertas itu dan membaca tulisanmu wahai wanita berjilbab yang dipanggilnya adekku sayang,, yang dalam kertas tertulis kalimat tulisanmu :…”sesungguhnya saat kau menangis, aku pun menangis, meskipun hanya dalam hati. Aku(wanita berjilab ini) minta maaf dan kuperkenankan engkau memperjuangkan kembali cintamu kepadaku.. bangkit kanda yang kusayang,,

Sekian

Nb: dalam catatan diatas sebagian cerita diambil dan dikembangkan pula oleh sang penulis YY dari sumber dan judul yang sama.

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s