WALIULLAH DAN KERAMAT

Wali ialah orang yang mengenal kepada Alloh SWT dengan sifat-sifat yang dimiliki-NYA menurut kadar kemampuannya. Ia selalu mentaati perintah perintah Alloh,menjauhi perbuatan maksiat dan perbuatan jelek dan berpaling dari kenikmatan dan syahwat.
Al ghazali dengan tandas menyatakan dalam ahya ulumuddin, bahwa siapa yang membantah adanya manusia setingkat wali, maka dia juga akan membantah bahwa adanya manusia tingkat Nabi. bahwa sekalipun nabi dan wali itu adalah manusia seperti kita juga,tetapi qalbu mereka bagaikan cermin yang sangat jernih dan suci yang luar baisa bersihnya. Bersih dari sifat sifat tercela ,sehingga dengan gampang menerima dan menangkap pancaran Nur cahaya apa-pa yang tertulis dalam suratan nasib(Lauhin Mahfudz).

    Sebelum menerima pangkat Wali itu maka orang yang telah bertekad bulat mencapai pangkat mulia itu harus melakukan latihan (Riadhah) dan perjuangan(Mujahadah) dalam usaha membuka tabir(hijab) yang membatasi diri dengan Tuhan.

   Apabila seorang salik ( orang yang melakukan suluk) dalam latihan dan mujahadah batin telah sampai kesuatu tingkat dimna telah dapat melepaskan dirinya dari belenggu dan balutan hawa nafsu ,seterusnya naik lagi kesuatu tingkat dimana indra dan perasaan lahir telah terhenti atau tertutup , maka indra dan perasaan batinlah yang berjalan atau terbuka . Dalam pada ini izin Alloh ,salik telah sampai ketingkat mendapat kasyaf(terbuka tabir).

Ilmu Mukasyafah ini tidak dapat dipelajari , tetapi diperoleh dengan riadah dan mujahadah yang merupakan petunjuk hidayah Tuhan, sesuai dengan Firman-NYA:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الۡمُحۡسِنِينَ (69)

Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalann(QS.Al Ankabut:69)

Sisalik yang telah lepas dari ujian mujahadah dan telah mendapat kasyaf, sampailah ia pada tingkat kemuliaan istimewa dengan kurnia keutamaan Tuhan. Dalam pada ini tibalah ia dalam pangkat “Wali’ yang diberian keramat dalam martabat jiwa yang menghampiri nabi yang diberikan “Mujizat” . dengan jalan membersihkan dan memurnikan jiwanya ,maka wali itu bertambah dekat kepada ALLOH ,menerima pancaran Nur Cahaya apa apa yang tertulis dalam Surata nasib, sehingga dapat mengetahui sesuatu yang belum terjadi..
Subhanalloh…

Keramat adalah perkara luar biasa yang tampak pada seorang Wali, yang tidak disertai pengakuan sebagai nabi. keramat pada wali adalah kemuliaan yang diberikan oleh ALLOh dan menjadi isyarat ia diterima dan terdekat pada ALLOH.

Prof.Dr.Hamka dalam buku tasawuf dari abad ke abad menerangkan: bahwa orang yang di anugrahi ALLOH dengan keistimewaan itu bukanlah terdiri dari luar manusia biasa. semua orang dapat mencapai derajat wali, asal di isi syaratnya. Inilah agaknya dari ayat penyempurnaan daripada ayat Al qur’an : Innaa Aqramakum indallaahi Atqakum(sesungguhnya yang termulia di antara kalian adalah yang paling taqwa)

Hamka memberikan penafsiran kalimat “akrama”(yang paling mulia) dimana diambil kata “keramat”. oleh sebab itu orang orang yang sholeh, tidaklah perlu mempelajari sihir atau ilmu ilmu ghoib pemagar diri dan tidak perlu mempercayai tukang tukang tenung,ahli nujum. Dia (keramat) telah beroleh lebih dari itu,yaitu anugrah tuhan, karena dia dekat kepada Tuhan.

Imam ghazali menerangkan: bahwa jiwa yang mencapai derajat kekuasaan yang luar biasa(Mujizat/keramat) tidak hanya dapat mengatur dirinya sendiri, tetapi dapat mengatur soal-soal lainnya. jiwa seperti ini berbeda dengan jiwa-jiwa yang ada pada orang biasa dalam 3 hal:

  1. Apa yang dilihat orang biasa dalam mimpi maka oleh waliullah dapat melihat dalam keadaan sadar atau terjaga.
  2. Jiwa yang biasa/awam hanya mempengaruhi diri sendiri oleh kemauannya,maka para wali dapat menggerakkan badan/diri orang lain.
  3. Ilmu yang didapat oleh orang awam dengan keuletan belajar, maka waliullah didapatkan melalui ilham.

Demikianlah para wali itu sangat taqarrub ilallaah(dekat dengan ALLOH) dimana mereka tidaklah dikuasai dengan akal fikiran dalam berkehendak. tetapi atas limpahan kurnia dari ALLOH, sehingga dalam melaksanakan pekerjaan yang istimewa dengan izin ALLOH, sesuai dengan hadist Qudsy:

“Dan senantiasa seorang hambaku mendekatkan diri kepadaku dengan praktek-praktek sunnah sampai Aku mencintainya. ”Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada pasti Aku akan memberinya, dan jika ia meminta perlindungan dariKu pasti Aku akan melindunginya “.

 

 

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s