IMAN DAN UJIAN DARI ALLOH

Iman dan Ujian dari Alloh
Ujian adalah sebuah konsep nyata dalam konsistensi dari syahadat yang telah kita ucapkan,
“Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammaddar rosuulullaah”.
Kalimat syahadah ini memberikan pemahaman kepada kita dalam memahami dan bersikap bahwa tidak ada pencipta kecuali Allah saja, tiada pemberi rizki selain Allah, tiada pemilik selain Allah, tiada yang dicintai selain Allah, tiada yang ditakuti selain Allah, tiada yang diharapkan selain Allah, tiada yang menghidupkan dan mematikan selain Allah, tiada yang melindungi selain Allah, tiada daya dan kekuatan selain Allah dan tiada yang diagungkan selain Allah. Kemudian pengakuan Muhammad Rasulullah adalah menerima cara menghambakan diri berasal dari Rasulullah SAW sehingga tata cara penghambaan hanya berasal dari tuntunan Allah yang disampaikan kepada rasul-Nya.
Menurut hadist : “Iman adalah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan rukun-rukunnya”. (HR Ibnu Hibban)
Saudaraku yang semoga selalu diRahmati Alloh,,,,
Selayaknya seperti sebuah ucapan janji setia pada kekasih hati, maka kelak tentu saja kekasih hati kita akan meminta sesuatu dari diri kita (sebuah pengorbanan) untuk membuktikan tulusnya janji setia yang telah kita ucapkan. Bila ujian dari kekasih bisa kita lalui dengan selamat, maka hasilnya adalah semakin cinta dan sayang perasaan kekasih kita pada diri kita, demikian juga Alloh SWT, Dia adalah Tuhan yang memiliki nama Ar Rohman dan Ar Rahim, Cinta Kasih dan Sayang yang ada didunia ini berasal dari nama dan sifat Alloh Ar Rohman dan Ar Rohim. Bila mahkluk –Nya saja bisa sedemikian setianya karena pembuktian kalimat cinta, maka Allah akan lebih membalas hamba-hamba Nya (melebihi semua rasa yang ada) yang mengaku beriman padanya.
Kenapa kita mesti di uji???
Kadang timbul pertanyaan seperti ini dihati kita..
Ujian adalah sarana bagi mahkluk untuk membuktikan kesungguhan pengabdian dan cintanya mahkluk pada Alloh SWT dan utusan-Nya Rosul Muhammad Saw. Bentuk dari ujian yang Allah berikan pada manusia itu sangat beragam macamnya dan dapat dalam bentuk yang tak disangka oleh kita. Ujian dan Cobaan dalam hidup ini adalah seperti dua tepi sisi mata uang logam, Ujian lebih sering Alloh gunakan dalam dasar sayang Nya Alloh untuk mengetahui derajat cinta dan iman hamba-Nya, dan dengan sarana itu Alloh SWT akan menaikan derajat hamba Nya yang lulus ujian itu beberapa derajat lebih tinggi dari hamba-hamba Nya yang lain. Cobaan lebih sering Alloh gunakan dengan rasa sayang Nya untuk menegur, menyapa hamba Nya dengan sapaan mesra dan sayang, sapaan yang penuh pengajaran supaya hamba yang dicintainya itu kembali lagi pada jalur cinta Nya. Hal tersebut langsung di terangkan Oleh Alloh SWT dengan Firman-NYA dalam surah al ankabut ayat 2 dan 3:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ
2.Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. 29:2)
3.
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. 29:3)

Sedih banget
Kadang, jika ujian datang menghampiri kita, yang namanya manusia lemah pasti berkeluh kesah pada Alloh,menyesali kenapa ujian seberat ini? Astagfirulloh,,
Ingatlah Alloh memberikan kita ujian itu tidaklah melampaui batas dari kesabaran hamba-NYA tersebut. Alloh lebih tahu dari apa yang dikehendakinya pada kita hamba-NYA.

” ALLAH tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
…..Surah Al-Baqarah ayat 286

Kesedihan biasanya timbul karena beberapa faktor :
1.Kurangnya iman dan tawakkal kepada Alloh
2.Usaha yang tidak atau belum berhasil
3.Kehilangan sesuatu yang amat dicintainya
4.Cita-cita yang tidak kesampaian
5.Banyaknya hutang yang sulit dibayar.
6.Banyaknya tanggungan keluarga yang amat membebani dirinya.
7.Terbelenggu orang lain.
8.Ketinggalan dalam beramal saleh.
9.Kesempatan yang telah disia-siakan.
10.Merasa jauh dari Allah, dll.

Jika kita merasa susah dan sedih, Nabi menganjurkan membaca doa:

Laa ilaha ilallaahul ’azhiimul haliimu laa ilaaha ilallahu rabuul ’arsyil ’azhiim, laailaaha ilallaahu rabbussamaa waati wa rabbul ardhi wa rabbal arsyil kariim
“Tiada tuhan melainkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur ‘Arsy Besar. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur langit,Pengatur bumi dan Pengatur ‘Arasy mulia.” (H.R. Bukhari-Muslim)

َLaa ilaha illa anta. Subhanaka innii kuntum minazhaalimiin
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau,sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(Q.S.Al-Anbiya : 87)
“Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putera dari hamba-Mu, selanjutnya putera dari umat-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, menerima segala putusan-Mu, danmemandang adil apa juga hukum-Mu. Aku mohon dengan asma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-quran itu Engkau jadikan kembang hatiku,cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Berhubungan dengan Alloh SWT dalam keadaan merendah diri, mengakui (i’tiraf) terhadap segara dosa yang pernah dilakukan sambil mengetuk pintu-Nya, memohon pertolongan dengan penuh yakin bahwa hanya Dia sajalah yang sanggup menghilangkan rasa sedih dan duka yang menimpa. Tidak seorangpun selain Dia yang mampu melakukannya. Selain Dia hanyalah sekadar sebab-sebab yang Dia telah tentukan bagi hamba-hamba-Nya.Atas sebab inilah maka Rasulullah SAW mengajar kita supaya membaca doa diatas jika kita ditimpa oleh rasa gundah dan sedih yang bersangatan di dalam menjalani kehidupan ini,semoga Allah akan gantikan kesedihan dengan kegembiraan.Dan supaya doa ini benar-benar dapat memberi kesan positif kepada jiwa orang yang membacanya.

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah;Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, nescaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (At Taghaabun: 11)

Saudaraku,sahabatku fillah,,
Dalam menghadapi ujian tersebut ,janganlah kita sampai kehilangan sikap dan berprasangka buruk atas ujian dari Alloh. Tetap optimis bahwa ujian dari-NYA akan segera berlalu dengan kembali intropeksi diri dan memperbaiki segala kekurangan dalam diri kita.

Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(Az-Zumar 39:53)
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhan kamu dengan bertaubat, serta berserah bulat-bulat kepadaNya, sebelum kamu didatangi azab; kerana sesudah itu kamu tidak akan diberikan pertolongan.
(Az-Zumar 39:54)
“Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusuf dan saudaranya(Bunyamin), dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir”(QS.Yusuf:87)
Jalanilah hidup yang baru,yang lebih cerah, lebih berkah dan selalu mengharap redha Alloh,setelah berhasil kembali keluar dari kesulitan yang membelenggu dan tetaplah beristiqomah dalam kebenaran.
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu ( menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkan kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan ), dan bersedialah ( dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada ALLAH supaya, kamu berjaya ( mencapai kemenangan).”
…..(QS. Al-Imran ayat 200)
“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu”. (QS.Attaubah)
……………. “cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dia lah yang mempunyai Arasy yang besar.”(QS,Attaubah)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;
dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu
[Qs. Fussilat: 30]
Subhanalloh,,
Maha benar Engkau Yaa Alloh,dengan segala Firman-MU.
Moga ada manfaatnya untuk pribadiku ku utamakan dan untuk para pembaca yang semoga selalu di Rahmati Alloh SWT.
Lebih kurangnya mohon dimaklumi dan dimaafkan, sebagai manusia biasa tak luput dari rasa khilaf. Hanya Alloh Yang Maha Sempurna..

penulis:
Arung Wahyu..
(setelah membaca dan mengambil dari beberapa sumber yang ada)

Moga Alloh Redha.
Wassalam

Iklan

Tentang Arung Wahyu

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Arung Wahyu dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s