SAJADAH MUJAHADAH DALAM ALUNAN TASBIH MAHABBAH NAN RINDU

Bagi seorang hamba yang tengah terbakar api cinta kepada Allah, tak ada keinginan selain bisa dekat dengan Sang Kekasih. Ia suka memilih tempat yang sunyi, menyendiri dari manusia dan dunia (zuhud), untuk mencurahkan isi hati kepada Kekasihnya. Buatnya, dunia ini tak ada nilainya. Bahkan akhirat pun tak ia lirik. Ia hanya punya satu keinginan: menuju pintu kedekatan dengan-Nya.

Bila seorang hamba hatinya telah dekat kepada-Nya, maka dunia dan akhirat akan menjadi miliknya. Namun, untuk mencapai maqam seperti itu tidaklah mudah. Diperlukan mujahadah keras untuk mengosongkan hati dari makhluk, hingga yang tersisa di hati hanyalah Allah. “Manusia hanya punya satu hati, yang apabila telah penuh dengan sesuatu, tak lagi punya ruang untuk yang lain,” kata Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Aku Cemburu Yaa Alloh

Dihening pagi,
Ketika sang suria masih lagi samar-samar memancarkan sinarnya,
Ketika dedaunan masih basah disirami embun,
Ketika seluruh alam masih lagi sunyi,
Diriku hanya bertemankan sepi.
Aku melihat alam ciptaan Allah,
Langit yg membiru dan terbentang luas,
Pokok-pokok hijau yang tidak henti berzikir kepada Allah,
Kerdil aku rasakan ketika berada di hadapanMu, ya Allah,
Aku tertunduk,
Tubir mata mula digenangi air jernih,
Aku hanyut dibawa bayangan minda.
Peristiwa-peristiwa semalam,
Seringkali menerjah minda,
Biarpun cuba dipadam dan dilupa,
Namun parut tidak akan pergi begitu sahaja,
Pengalaman hidup jauh dari jalan redhaNya,
Membuatkanku benar-benar derita,
Tidak mahu aku kembali melalui jalan yang sama.
Ya Allah, aku cemburu!
Aku cemburu kepada mereka,
Mereka yang mempunyai hati yg dipenuhi dengan cinta,
Cinta kepada siapa?
Cinta kepadaMu wahai Tuhan yg menciptakanku,
Jiwa mereka dihiasi dengan semangat jihad,
Hati mereka diterangi dengan nur cinta yang abadi,
Iman memenuhi kamar sanubari,
Jalan perjuangan sedia mereka tempuhi,
Walaupun mmpunyai ranjau yg melukai.
Segala dugaan yang mendatang,
Dengan tabah mereka lalui,
Setiap tohmahan dan cacian,
Tidak pula mereka peduli,
Kerana hati mereka begitu asyik,
Terleka dan tenggelam oleh manisnya cinta.
Sedang aku di sini,
Dalam kesamaran masih tercari-cari,
Ke manakah hala tuju diri,
Setiap kelemahan berdikit-dikit ku cuba baiki,
Membersihkan kembali segumpal darah yang bernama hati,
Iman yang baru mula untuk berbuah,
Aku rasa begitu payah untuk dipertahankan.
Betapa hebatnya peperangan,
Yang terjadi antara iman dan nafsu,
Terkadang aku berasa ingin berhenti,
Berhenti daripada meneruskan langkah ini,
Tetapi aku tahu,
Bukan mudah untuk menggapai cinta hakiki,
Pengorbanan dan kesakitan harus aku lalui,
Demi sebuah pengakhiran yang bahagia,
Iaitu sebuah tempat di syurga yang ku damba.
Hembusan bayu menyedarkanku kembali,
Ya Allahu Ya Rabbi,
CintaMu menjadi dambaanku,
Dalam keheningan pagi ini,
Aku menadahkan tangan,
Bemohon dan merayu kepadaMu,
Ampunkan segala dosa-dosaku,
Walaupun amat berat dugaan yang Engkau berikan,
Demi setitis cinta aku relakan,
Ya Allah berikanku kekuatan,
Amin ya Rabbal ‘Alamin…

Oleh:
mUhaMMad asYraf biN aLpaNdi,

Iklan

Tentang dandeelion

Saya orangnya sederhana.. Begitu pula dengan pemikiran dan tindakanku, sesederhana diriku. Aku selalu berfikir "biarkanlah sang pedang menebas waktu, sebab aku tak akan berdiri diam untuk dijadikan korban selanjutnya. "Jangan pernah katakan semua yang ada dalam fikiran kita, sebab jika itu terjadi maka kita dengan sendirinya telah merubah takdir kita berjalan semakin cepat". "Berlarilah secara melingkar, maka engkau akan kembali ketempatmu semula berpijak dimana di tempat itu aku selalu berdiri menunggumu dengan kedua sayapku terbuka untuk memelukmu kembali ".. "aku selalu merasa sedang berjalan di atas lengkungan pelangi, memang terlihat tapi saat aku menitinya ,aku selalu terjerembab dan jatuh" "Jika rindu dan cintaku kembali diberi kesempatan untuk menyapamu, maka sambut lah dia walau kedua sayapku yang tajam saat memelukmu membuatmu terluka "..
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s