GARDA NASIONAL (DPP SUL-SEL)

Bismillahirrohmanirrohim,,,

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Sesungguhnya setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prinsip kebebasan mengeluarkan pendapat berkumpul dan berserikat bagi setiap warga negara sepenuhnya dijamin oleh UUD 1945.

Reformasi adalah gerbang untuk mewujudkan negara yang demokratis, menjunjung tinggi hukum,menegakkan ham,berkeadilan sosial, serta anti diskriminasi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
Badan kesatuan Bangsa Politik Dan perlindungan Masyarakat

Telah sah meresmikan Organisasi Kemasyarakatan Garda nasional sebagai Lembaga yang bergerak dibidang pendidikan,penyuluhan, pengawasan dan pengawalan serta serta LembagaKontrol Sosial,Birokrasi dan kebijakan Publik seperti yang tertera dalam surat keterangan terdaftar.

Surat keterangan terdaftar..
memperhatikan Undang-Undang nomor 8 Tahun 1985 tentang organisasi Kemasyarakatan; Peraturan Pemerintahan No 18 tahun 1986 ‘; Peraturan Menteri dalam negeri N0 : 5 tahun 1986 ; Dan Surat Permohonan No:005/B/DPP-GARNAS/X/2010 Tanggal 15 okteber 2010 setelah diadakan penelitian kelengkapan administrasi organisasi, dengan ini BANGKESBANGPOL dan LINMAS provinsi Sulawesi-Selatan ,menyatakan bahwa:
Nama Organisasi          : LEMBAGA GARDA NASIONAL (GARNAS)
Sifat Kekhususan         : Bergerak dibidang Pendidikan, Penyuluhan, Pengawasan.
NPWP Organisasi         : 03.026.919.5-805.000
Periode Kepengurusan   : Tahun 2010-2013
Ketua                : Dedi Suwandi
Sekretaris          : Slamet Solichin S
Bendahara         : kasmawati
Alamat Organisasi          : Jl.H.Kalla No.59 Makassar , HP: 085299223791

Telah terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan dan dalam melaksanakan kegiatannya agar tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Surat keterangan ini berlaku sesuai periode kepengurusan organisasi dan apabila dikemudian hari surat keterngan terdaftar ini terdapat kekeliruan dan atau terjadi penyalah gunaan , akan ditinjau kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian Surat keterangan ini diberikan agar dipergunakan sebagaimana mestinya.
DRS.H.TAUTOTO TR,M.Si
—————————————–
Pangkat: Pembina utama Muda
Nip       : 196408111993031006
Tembusan disampaikan kepada Yth:
1.Cq.Dijen Kesbangpol di jakarta
2.KAPOLDA Sulselbar di Makassar
3.KAJATI Sulsel di makassar
4.Walikota Makassar di makassar.

Garda Nasional merupakan wadah perjuangan pemuda dan masyarakat yang peka terhadap berbagai permasalahan bangsa dan negara yang memerlukan persatuan dan peran serta masyarakat dalam mencari solusi dan penyelesaian yang tepat.
Adapun para pendirinya yang kami sebut dengan 10(sepuluh) Bintang tertinggi adalah:
1. Mr. Dedi Suwandi
2. Mr. Sulaiman
3. Mr. Hendra Wahyudi(Arung Wahyu)
4. Mr. Hasri l
5. Mr. Andi marjan
6. Mr. Baharuddin Dg.Sila
7. Mr. Herman Iskar
8. Mr. Slamet Solichin,s
9. Mrs. Suryani
10. Mr. Syarief
Didirikan diMakassar 7 maret 2010 dan Sulawesi selatan pun dijadikan sebagai DPP.

Struktur Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Garda Nasional:

  1. Dewan penasehat organisasi
    ketua    ; Drs.Abd.Muin.MD
    Anggota: Ir. Zaenal Abidin
    Anggota ; Ruslan,SH
    Anggota : Yulius Tato.M
    Anggota : Riswan
  2. Dewan nasional
    Ketua     : Hasri L
    Anggota  : Adrian Heri Tukul
    Anggota  : Herman Iskar
    Anggota  : Badaruddin Dg.Sila
    Anggota  : Arung Wahyu
    Anggota  : Syarief
    Anggota  : Andi Marjan
  3. Dewan Pimpinan pusat
    Ketua Umum              : Dedi Suwandi
    Wakil ketua Umum      : Sulaeman
    Sekretaris jendral        : Slamet Solicin S
    Bendahara Umum       : Kasmawati
    Wakil Bendahara Umum: Suryani
  4. Departemen-Departemen:
    1. Departemen Organisasi & kelembagaan
    2. Departemen Pendidikan & Propaganda
    3. Departemen Penelitian & pengembangan Organisasi
    4. Departemen Rekruitmen & Kaderisasi
    5. Departemen Hukum,HAM & Advokasi
    6. Departemen Buruh ,Tani,Nelayan & Miskin Kota
    7. Departemen Usaha & Kesejahteraan8. Departemen Sosial Kemasyarakatan

    9. Departemen Lingkungan Hidup

    10. Departemen Seni & Budaya

    11. Departemen Pemuda & Olahraga

    12. Departemen Pemberdayaan perempuan

    13. Departemen Pembinaan Rohani & Keagamaan.

Bendera Garda Nasional Berwarna dasar hitam,berbentuk persegi panjang dengan lambang organisasi ditengahnya. Warna dasar hitam mencerminkan keteguhan dalam memperjuangkan tujuan organisasi.

Simbol kebebasan mengeluarkan PendapatLambang organisasi:

  1. Perisai mencerminkan alat perlindungan terhadap hak-hak rakyat dan pelanggaran hukum serta Hak Asasi Manusia.
  2. Bintang segi lima besar warna kuning mencerminkan keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha Esa
  3. Roda warna hijau mencerminkan kekuatan dan konsistensi organisasi dalam mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur
  4. Tulisan GARDA NASIONAL warna putih mencerminkan nama lengkap organisasi yang mengembang tugas suci
  5. Sepuluh bintang warna putih mencerminkan sepuluh penggagas dan pendiri organisasi yang mengemban cita-cita mulai dalam gerak langkah perjuangannya.
  6. Merah Putih mencerminkan cinta tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia
  7. Tangan menggenggam bambu runcing mencerminkan nasionalisme kebangsaan untuk mencaopai kemerdekaan dan kebebasan sejati.
  8. Pita warna merah mencerminkan militansi organisasi dan perekat persatuan.
  9. GARNAS merupakan nama singkat organisasi.
  10. DPP mencerminkan Dewan pimpinan Pusat.Visi dan Misi Garda Nasional
    1. Visi:
      1. Membantu pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,kolusi dan nepotisme menuju masyarakat yang madani.
      2. Berperan aktif bersama pemerintah dalam mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
      3. Membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan yang bermamfaat bagi kepentingan rakyat.
      4. Menegakkan hukum,Keadilan,Demokrasi dan Hak Asasi Manusia(HAM).

    B. MISI :
    1. Terpeliharanya NKRI,Pancasila,UUD 45,Ketahanan Nasional,Bhinneka Tunggal Ika serta perundang-undangan dan peraturan pemerintah dan lain sebagainya perlu sosialisasi yang intensif dan bekerja sama antar ormas dengan pemerintah.
    2. Pemberdayaan ormas sebagai kontrol sosial dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
    3. Terjalinnya hubungan yang demokratis antar pemerintah dan masyarakat dapat tumbuh lewat perkembangan ormas yang sehat dan kredibel.

    Garda Nasional dalam perkembangannya selama 2 tahun ini sudah banyak mengikuti kegiatan yang bermamfaat dan membuat rating namanya melejit mendekati ormas yang telah berdiri sebelumnya.

    Brigade Garda Nasional saat melakukan pengawalan pejabat di hotel Singgasana makassar.
    dari Kiri:
    Brigade Herman,
    Brigade Jufri,
    Brigade Asri,
    Brigade Udhin,
    Brigadir Dedy Suwandi,
    Brigade Nazaruddin,
    Brigade Syafiuddin,
    Brigade Andi Marjan,
    Brigade Arung Wahyu

    yang paling berkesan yang dirasakan oleh saya sebagai penulis adalah saat mengawal pejabat di 3 hotel elite dimakassar selama 4 hari dan yang paling spektakuler dalam hidupku dan akan slalu ku kenang adalah saat pengawalan Menteri Negara Bpk.Muhaimin Iskandar yang waktu itu melakukan kunjungan kerjanya dimakassar.

    Brigade Herman

    Alhamdulillah…
    SIAP,,
    SIGAP,
    TANGGAP..
    adalah motto kami sebagai Brigade pilihan. Slalu Siap mendapatkan perintah,kapan,dimana dan apapun,. Selalu sigap dalam menjalankan tugas. Dan Selalu Tanggap dalam menjalani dan menyelesaikan Tugas kami..

    Seandainya Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami ancaman dari luar dan sangat mengkwatirkan dan sangat memerlukan bantuan pemudanya,
    Saya Brigade Arung Wahyu,
    akan selalu SIAP<SIGAP dan TANGGAP memanggil panggilan negeri demi tegaknya kembali negara kesatuan Republik indonesia..
    Hubbul Watani Minal Iman..
    Cinta tanah Air Sebagian Dari Iman..

    Merdeka…!!!!

    Allahu Akbar…!!!

    Jadzakumullohu khairan wa barakolluhu fiqum,,,
    salam perjuangan…!!!

    terima kasihku untuk kunjungan anda di blog ini.
    Penulis

    Brigade Arung Wahyu

    wassalam..

The Big Family Garda Nasional DPP SUL-SEL, Indonesia

Dipublikasi di Arung Wahyu, Uncategorized | Tag , , , | 1 Komentar

MY TRIP LILLAAHI TA’ALAA


Kita belum bisa memastikan apakah perjalanan yang kita lalui saat ini sudah mendekati tujuan dan sasaran yang telah kita planningkan sejak awal. 

Atau bahkan sudah melenceng jauh, yang semestinya kita berada dijalur yang tepat karena kita merasa sasaran sudah benar yang membuat kita terlena. Dan disaat terlena ini kita tak bisa mencermati bahwa dipenghujung tikungan sana ada jalur kecil yang semestinya itulah jalan yang harus ditempuh. Kita terlena dan merasa nyaman bahwa jalan raya yang mulus inilah arah yang membawa kita ke tujuan. Kenyataannya bahwa jalan yang terlewati tadi yang nampaknya seperti jalan pengerasan dan kumuh justru di akhirnya adalah kota tempat yang kita tuju.

Jika merasa nyaman dengan keadaan sesekali sembari menengok kebelakang,apakah kenyamanan ini telah benar atau malah membuat kita alpa dan terlupa.

Itu adalah sebagian lika – liku kehidupan. Yang semestinya tampak indah, karena terbuai akhirnya lupa akan segalanya. Lupa akan jalan yang dituju. Syukur-syukur sewaktu jalannya belum jauh kita segera teringat lagi akan kealpaan kita dan segera memutar balik stir sebelum batas tempo yang ditentukan untuk menuju kota impian berakhir.
Kita sekiranya kita mulai merasa lelah, tiada salahnya kita istirahat sejenak sembari menenangkan fikiran, sembari memanjatkan syukur ke Hadirat Rabbul Izzati yang masih memberi kita kesempatan untuk berjalan dijalan yang benar.

Kapan lagi kita bersyukur, , bersujud dan berdo’a kearah bumi tempat berpijak yang dengannya itu seisi langit meng-aamiin kannya??

Kita berjalan tidak sekedar berjalan, gunung tinggi didaki,lautan kusebrangi tapi tetap mesjid adalah tempat singgah untuk mendirikan ibadah kita. 

Timbul pertanyaan ? 

Jika dalam perjalanan tak ada ditemui masjid,musholla atau rumah?

Dinul Islam adalah memudahkan tapi kita jangan mempermudah…!  Bukankah hamparan tanah yang diciptakan ALLAH adalah fasilitas yang telah disiapkan? Dimanapun kita bersujud(yang penting tempatnya diyaqini suci) disanalah akan menjadi sebuah Masjid.

My Trip Lillaahi Ta’alaa
Baarokallahu fik

Dipublikasi di Inspiratif | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Yang Lalu Biar Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. 

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada. 

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! 

Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan. 

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah. 

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. 

Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, “Mengapa engkau tidak menarik gerobak?” 

“Aku benci khayalan,” jawab keledai. 

Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puingpuing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya. 

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan! 


Dipublikasi di La Tahzan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Fikirkan Dan Syukurilah

Fikirkan dan syukurilah

Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. 

Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. 

{Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} 

(QS. Ibrahim: 34) 

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya. 

{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.} 

(QS. Luqman: 20) 

Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki. 

{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?} 

(QS. Ar-Rahman: 13) 

Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan suatu ketika patah? 

Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit? 

Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan. 

Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung? 

Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempumaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisash, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat. 

Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah! 

{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.} 

(QS. Adz-Dzariyat: 21) 

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan 

{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.} 

(QS. An-Nahl: 83)

Dipublikasi di La Tahzan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Kurang Focus? Ada Al Qur’an…??


     Ini bukan tentang iklan air mineral yang populer yakni Aqua. Dimana dalam iklan ada dua sahabat yang masuk ke sebuah mini market untuk membeli minuman. Sahabat yang satunya lantas membeli sebotol aqua dan menawarkannya juga kepada sahabatnya, tapi sang sahabat justru menolak dan memilih minuman mineral lain.
    Sahabat yang membeli minuman botol aqua lantas meminumnya sedangkan sahabatnya juga meminum air mineral jenis yang lain. Setelah membayar minumannya mereka pun keluar dari minimarket tersebut. Sahabat yang membeli minuman aqua lantas bergegas menuju motornya, sambil menunggu sahabatnya.
    Tapi apa jadinya, sahabat yang membeli air mineral lain justru mengarah ke motor pengunjung yang yang menggunakan helm sama dengan sahabatnya.. Orang lain ini sempat heran, kenapa ada yang ikut nebeng dimotornya. Dia pun menoleh bersamaan sang sahabat itu menoleh kedepan….
     Jjjjeddarrr… sang sahabat yang membeli air mineral lain ini pun melongo.  Mukanya tampak kacau sedemikian rupa…   ada aqua?
    Pun bukan tentang Cinta dalam ending drama Ada Apa Dengan Cinta(AADC). Keluar dari taksi dan memburu sesosok orang berambut ikal berselempang backpack berbaju kotak-kotak..
   “14 tahun aku menunggu,,,,,” teriak Cinta pada orang berambut ikal…
Yang dimaksud pun heran, lantas berpaling kearah belakang dimana suara Cinta menggelegar dalam ruangan.. Cinta yang begitu yakin bahwa itu adalah Rangga sang pujaan hatinya melongo karena terkejut. Malunya jangan di tanya,ternyata dia salah orang..  ada Aqua?
     Tapi ini tentang fluktuasi keimanan yang kadarnya terkadang melonjak tapi tak jarang menurun drastis. Disaat melonjaknya Kadar Iman rutinitas ibadah dengan segala amalan-amalan begitu konsisten dilakukan. Malas dan tidur yang menjadi hasutan iblis pun tak mampu menghentikan laju ibadah seseorang.
Tapi jika Kadar Iman menurun perasaan malas pun menggerogoti. Disaat seperti ini ritual ibadah bahkan bisa terganggu.
    Ada solusi yang bisa mendongkratnya kembali. Dia bukan sekedar minuman mineral jenis aqua atau makanan apapun tapi dia adalah Al Qur’an. Kalam ALLAH yang Agung, dengan rutin membacanya kita seperti sedang mengobrol dengan Sang Pemilik Kalam, ALLAH Azza Wa Jalla.

    Dengan membaca Al Qur’an hati kita yang awal kacau atau kurang focus akan mantap kembali.

ALLAH Azza Wa Jalla, berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar- Ra’d ayat 28)

Al Qur’an adalah penawar jika sedih, obat penyembuh jiwa dan sebagai Rahmat   :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا

Artinya “Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al- Isra’ ayat 82)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus ayat 57)

Al Qur’an adalah pedoman dan sumber motivasi    :

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh ALLAH kepadamu kebahagiaan akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas ayat 77)

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

Artinya “Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha ayat 123)

ﻋَﻦْ ﺧَﺒَّﺎﺏِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺄَﺭَﺕِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺗَﻘَﺮَّﺏْ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ، ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺘَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻣِﻪِ “.

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada ALLAH semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada ALLAH dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman , karya Al Baihaqi).

ﻭﻗﺎﻝ ﻭﻫﻴﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : “ ﻧﻈﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻋﻆ ﻓﻠﻢ ﻧﺠﺪ ﺷﻴﺌًﺎ ﺃﺭﻕ ﻟﻠﻘﻠﻮﺏ ﻭﻻ ﺃﺷﺪ ﺍﺳﺘﺠﻼﺑًﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺗﻔﻬﻤﻪ ﻭﺗﺪﺑﺮﻩ ”.

“Berkata Wuhaib rahimahullah : “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.

   Demikian sekedar mengingatkan jika sekiranya kita kembali merasakan yang namanya kurang focus. Dimaklumi bagi saya pribadi kurang focus yang saya alami itu berasal dari turunnya kadar iman didadaku dan cara untuk meng-up nya kembali adalah dengan memperbanyak membaca Al Qur’an.

Kurang Fokus?   Al Qur’an solusinya

    Semoga bermanfaat..
Semoga aura haruman kesturi raudhah firdausi senantiasa di limpahkan ALLAH.
Jazaakumullahu khairan katsiro wa Ahzanul Jazaa

Dipublikasi di Arung Wahyu | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Aku dan Krishna

   Ada sebuah aplikasi analisa diri yang lagi trend di Facebook. Nama adalah Id.testony.com.  Sebenarnya saya cuma sekedar mencoba gimana hasil analisa diri saya dengan menggunakan id.testony.com itu. Saya tertarik setelah salah satu teman di Facebook mencoba menganilasa dirinya dengan analisa “Seperti Tokoh Pewayangan Siapakah Anda?”.

   Setelah dia mencobanya, hasil analisa pun keluar.  Ternyata menurut id.testony.com dia mirip karakter Kunti(ibu dari Pandawa) di pewayangan.


   Saya pun mencobanya, so,,, saya sangat suka dengan karakter Krishna dan Karna di pewayangan. Sebelum hasilnya terlihat, saya sudah mencoba menganalisa hasil yang muncul nantinya. Ada dua karakter pewayangan yang “terlihat” melalui analisa hatiku. Mereka adalah Krishna dan Karna.

   Perbandingan analisanya adalah Krishna akuratnya sekitar 80% dan Karna 20%.

    Saya mencoba menerka kenapa bisa hal itu terjadi.? Ya,, saya memang sangat suka gaya dari Krishna dalam berbicara. Ajaran filsafah dan dharma(kebenaran) benar-benar terakui. Tapi maaf, saya cuma sekedar suka,bukan berarti saya senang atau ingin mempelajarinya. 

   Intinya begini,  “bisa didengar tapi jangan di ikuti, jangan dibenci dan tidak pula mengingkari”. 

Sedangkan Karna saya cuma suka kehebatannya yang nomor wahid,yakni memanah. 

    Nah,,,, setelah menunggu sekitar 3 menit hasil analisa dari aplikasi itu keluar dan hasilnya sungguh fantastis. Krishna!

    Menurut Edwin Haryono Putro sebagai penulis analisa di aplikasi id.testony.com, begini gambaran yang diberikan  :

Kamu berkarakter seperti Krishna, yang memiliki sifat delapan dewa yang mencerminkan kelebihan dan kehebatan para pemimpin atau pelindung dunia. Seorang berjiwa jujur, membela kebenaran dan keadilan. Sikap yang mencerminkan sifat-sifat ambek paramarta, ambek pinandhita dan ambek binathara.

   Ku akui karakter saya memang mirip Krishna tapi saya mencoba meneladani sifat-sifat Baginda Rasulullah Saw. Saya seorang pemimpin dan seorang khalifah yang diciptakan ALLAH dibumi. Berjiwa jujur dan menegakkan kebenaran dan keadilan yang berlandas kepada Al Qur’an wal Hadist. Inshaa Allah..

    Jika Krishna dikenali dengan bulu merak pada mahkotanya, maka saya segera dikenali dengan Putik Dandelion di Mahkota Sorban-ku.

    Jika Krishna memiliki “cakra sudarsana” maka saya pun memiliki “Telunjuk Ilaahy“..

Perbedaannya;  jika Krishna adalah salah satu raja di jamannya, mempunyai kitab suci tersendiri bahkan di jadikan dewa dalam agamanya dan hidup dijaman ±3000 SM. Sedangkan saya hanya seorang miskin tak punya apa-apa. Hanya seorang umat biasa dari seorang Rasul Pilihan Baginda Muhammad Saw dengan membawa Al Qur’an yang kuyaqini sebagai satu-satunya Kitab Suci yang menjadi pedomanku hingga akhir hayat.

Benar tidaknya,  Wallahu’alamu bisshowad. Dan saya hanya selalu beristigfar Kepada ALLAH atas kelancangan penulisanku ini..

    Semoga ALLAH Azza Wa Jalla selalu menuntunku di Jalan Kebenaran-NYA.

Dipublikasi di Aksara Tak Bermakna | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Kisah Wafatnya Maryam Ibu Isa Al Masih

بسم الله ارحمن ارحيم

   (Kisah ini diambil oleh penulis dari buku “Misteri Kehidupan Manusia Di Alam Akhirat“)

   Ialah cerita dari Wahab bin Munabbih yang tertulis dalam kitab Misykatul Anwar  :  Durratun-Nashihiin. Dia berkata:   “saya telah menemukan sebagian Kitabnya Nabi Isa Al Masih. Beliau berkata kepada ibunya….”

   “Ibu…sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang akan punah,kampung yang akan hilang melayang. Sesungguhnya Akherat itulah kampung yang langgeng. Untuk itu wahai ibuku tercinta, marilah pergi bersama saya….”

   Kemudian ibu dan anak itu pergi ke gunung di Libanon. Digunung itu keduanya berpuasa di siang hari dan malamnya untuk menegakkan shalat malam. Mereka hanya makan dari dedaunan pepohonan,dan minum air hujan saja, dan disana mereka tinggal sangat lama.

  Suatu hari Nabi Isa turun gunung menuju salah satu jurang untuk mencari daun-daunan untuk berbuka puasa bersama. Saat Nabi Isa turun gunung meninggalkan ibunya,ternyata ibunya didatangi malaikat maut(yang sebelumnya Maryam tidak tahu kalau sesosok itu adalah malaikat maut). Malaikat maut itu mendekati seraya berkata salam…

   “Assalamu alayka wahai Maryam… orang yang paruh puasa dan shalat malam harinya.”

   “Siapakah engkau!” Jawab Maryam. Sungguh sekujur badan sangat gemetar karena takut mendengar suaramu dan kewibawaanmu.”

   “Saya adalah malaikat maut”..  Jawab Malaikat. “Saya tidak mengenal kasihan terhadap anak-anak karena kecilnya,tidak mengenal kata memulyakan terhadap mereka yang sudah tua atau mengenal karena kebesaran dia. Sebab sayalah yang bertugas mnncabut roh.”

   “Wahai malaikat maut… engkau kesini apakah untuk berkunjung saja atau memangnya untuk mencabut roh saya!”

   “Bersiap-siaplah engkau mati,wahai Maryam!” Tegas malaikat.

   “Apakah engkau tidak mengizinkan untukku,supaya menunggu sampai kedatangan anak kesayanganku,yang menjadi buah hatiku dan penawar segala kesusahanku!”

   “Saya tidak diperintahkan untuk itu.” Tegas malaikat maut. Dan saya hanya sebatas hamba yang takluk terhadap perintah. Demi ALLAH ,saya tidak akan mampu mencabut roh seekor nyamuk pun,kecuali saya sudah ada perintah dari ALLAH. Hal ini agar saya tidak menyia-nyiakan waktu sedetik pun.,sehingga saya mencabut rohmu  ditempat ini juga.”

   “Wahai malaikat maut… ”  Jawab Maryam. Kalau engkau sudah menerima perintah dari ALLAH,maka tunaikan saja perintah itu.”

   Maka malaikat maut mendekati dia takkala duduk beribadah, lalu roh Maryam dicabut dan mati.

   Nabi Isa terlambat datang seperti biasanya. Bahkan ia kembali sampai masuk waktu ashar akhir(mendekati magrib). Dia membawa sayur mayur sekaligus kubis. Sesampainya dia masih mendapati ibunya terduduk dalam keadaan shalat, dimana ia menyangka ibunya shalat. Setelah meletakkan sayur mayur, kemudian Nabi Isa as ikut shalat disamping ibunya sampai larut malam.

   Tengah malam sunyi senyap, waktunya berbuka puasa bagi Nabi Isa Al Masih. Dia memanggil halus kepada ibunya.

   “Assalamu alayka wahai ibu!” Sesungguhnya telah masuk waktu malam, waktunya berbuka bagi orang berpuasa,serta waktu tegaknya orang-orang beribadah kepada ALLAH. Mengapa ibu tidak jua berdiri beribadah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih!”

   Tapi ibu tetap diam dalam duduknya yang disangka terduduk dalam shalat yang ketiduran. Nabi Isa lantas mengulang perkataan terhadap ibunya.

   “Ibu,, sesungguhnya dalam tidur memang ada kenikmatan…”

   Nabi Isa pun lantas berdiri menghadap kiblat beribadah, tidak berbuka karena tidak bersama ibu,kemudian Isa melanjutkan shalat malam sampai dua pertiga malam. Hal ini dilakukan karena berbuat santun terhadap ibu, tidak berbuka kecuali bersama ibu.

   Mulai timbul keresahan dan kegelisahan dalam ibadat Nabi Isa. Dalam keadaan berdiri dan resah gelisah,dia tetap memanggil ibunya.

   “Assalamu’alayka, wahai ibunda.” Lirih Nabi Isa.

   Karena tidak ada sahutan dia lantas melanjutkan ibadah hingga terbit fajar pagi. Pagi yang agak kelam ini, ia meletakkan pipinya ke pipi ibunda,meletakkan mulutnya ke mulut ibunya sebagai penghormatan. Sambil berseru memanggil ibunda disertai tangisan keras ibu disangka tidak melakukan ibadah sama sekali. Dia menyeru keras   :

   “Assalamu’alayka, wahai ibunda! Sungguh malam telah habis dan disambut oleh pagi. Adalah waktu untuk menenuaikan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih.”

   Seketika itu menangislah seluruh malaikat langit, jin-jin disekitarnya, gunung-gunungpun berguncang sebab kerasnya Nabi Isa yang tidak mengetahui kalau ibundanya sudah meninggal.

   Kemudian ALLAH Azza Wa Jalla mewahyukan kepada malaikat,bertanya  : “apakah sebab yang membuat kalian menangis!”

   “Tuhan kami, Engkau sangat Maha Mengetahui…(apa-apa sebab yang kami tangiskan).”

   “Ya, sesunggihnya AKU Maha Mengetahui dan AKU Maha Kasih dan Sayang.”

   Dalam keadaan seperti itu tiba-tiba ada suara yang berseru kepada Nabi Isa as.

   “Wahai Isa,angkatlah wajahmu. Sesungguhnya ibundamu itu sudah meninggal dunia,dan ALLAH Azza Wa Jalla telah melipat gandakan pahalamu.”

   Wajah yang masih terangkat kemudian menangis tersedu-sesu sambil merintih sangat dalam…

   “Lalu siapa lagi kawanku disaat sunyi! Saat aku sendiri! Serta siapa lagi yang aku ajak bertukar fikiran! Bersenda gurau dalam perantauanku! Dan siapa lagi yang akan membantuku dalam ibadahku!”

   Keadaan seperti itu ALLAH berfirman kepada gunung : “wahai gunung,berilah ia nasihat!”

   Gunungpun memberikan nasihat kepada Isa, “wahai Isa, apa artinya kesusahanmu ini! Ataukah ALLAH, engkau menghendaki agar dia menjadi pendamping yang menggembirakanmu!”

   Berangkat dari nasehat itu, kemudian Nabi Isa as turun gunung, singgah dari desa ke desa untuk mencari dari kalangan tempat tinggal Bani Israil.

   Nabi Isa berkata kepada Bani Israil disana, “assalamu’alaykum wahai Bani Israil.”

   “Kamu ini siapa!” Jawab mereka. Sungguh bagus wajahmu sampai-sampai menyinari terang rumah-rumah kami.”

   “Saya adalah Rohul ALLAH, Nabi Isa Al Masih. Diman ibu telah meninggal dunia dalam perjalanan, tolonglah saya dalam memandikan,mengkafani dan memakamkan. Dia sekarang ada digunung sana.”

   Mereka Bani Israil menjawab:  “wahai Roh ALLAH, sesungguhnya di gunung tersebut banyak terdapat ular-ular besar dan ular-ular ganas lainnya, yang sama sekali belum pernah dilalui oleh nenek kami atau ayah kami sejak 300 tahun yang lalu.”

   Nabi Isa memaklumi keadaan mereka.  Diapun lantas kembali ke gunung tanpa hasil sesuai kehendaknya. Atas kehendak ALLAH beliau berjumpa dengan 2 orang pemuda yang gagah. Isa bersalaman kepada mereka, lalu menyampaikan maksudnya yang tadi gagal.

   “Sesungguhnya ibu telah meninggal dunia dalam perjalanan di gunung ini. Untuk tolonglah saya membantu persiapkan pemakaman.”

   Salah seorang diantara dua lelaki gagah ternyata menjelaskan   :

   ” ini adalah malaikat Mikail dan saya sendiri malaikat Jibril. Dan ini adalah obat pengawet tubuh dan kain kafan dari Tuhan-mu.”

   Sesaat para bidadari cantik jelita turun dari surga turut serta membantu memandikan dan mengkafani jenazah Maryam. Malaikat Jibril menggali kubur di puncak gunung, kemudian mereka bertiga menshalati dan mengubur di sana.

   Kemudia Nabi Isa as berdo’a kepada ALLAH   :

   “Wahai ALLAH, seaungguhnya Engkau Maha Mendengar perkataanku dan Maha Mengetahui dimana tempatku. Sedikitpun tidak ada urusanku yang tersembunyi di Hadapan-MU. Ibu telah meninggal dunia, dan saya tidak mengetahui disaat dia meninggal dunia, maka izinkanlah dia berkata kepada saya.

   ALLAH mewahyukan kepada Isa   :  “sungguh AKU memberikan izin untukmu.”

   Nabi Isa pergi ke pekuburan ibunda,berdiri dekat tumpukan tanah,lalu berkata kepada ibunda dengan suara lembut sopan   :

   “Assalamu’alayka, wahai ibunda tercinta…”

   Dalam kubur dijawab oleh ibunya, “wahai anakku tercinta, kesayanganku dan sebagai biji mataku.”

   Isa kembali berkata, “ibunda, bagaimana engkau dapat menemukan pembaringanmu, tempat pengembalian, dan bagaimana pula keadaan kehadiranmu kepada Tuhanmu!”

    Jawab ibunda, “tempat pembaringanku adalah sebaik-baik tempat pembaringan,tempat kembaliku adalah sebaik-baik tempat kembali. Dan masalah aku datang menghadap Tuhanku,yang hanya aku tahu bahwa DIA menerima dengan rela tanpa ada marah.”

   “Ibunda,,,” tanya Nabi Isa. “Bagaimana engkau merasakan sakit sakaratul maut!”

   “Demi ALLAH…” Jawab Ibunda. “DIA-lah Dzat yang mengutusmu sebagai Nabi dengan sebenar-benarnya,belum hilang rasa sakit dari sakaratul maut dari tenggorokan, demikian juga kewibawaan menakutkan malaikat maut belum sirna dari pelupuk mataku.”

   Setelah itu tidak ada lagi yang tercatat dalam percakapan antara ibunda dan anak. Di akhiri oleh ibunda…

   “Alaykassalam wahai kesayanganku; sampai jumpa pada Hari Kiamat kelak.”

Baca Juga  :

TENTANG AQIDAH,KEIMANAN SERTA UJIAN

   

Dipublikasi di TENTANG AQIDAH, KEIMANAN SERTA UJIAN | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Jalan Takdir

   Setiap orang menjalani takdirnya masing-masing sesuai dengan garis yang sudah dituliskan di lauhin Mahfudz oleh-NYA. Dengan ikhtiar dan doanya, takdir yang dijalaninya bisa berubah sesuai ketetapanNYA. 

   Begitu pula denganku. Sebuah ikhtiar tak selamanya berjalan mulus seperti yang saya inginkan. Terkadang harus tersandung, terkadang harus jatuh dan terkadang harus salah dulu baru baru bisa tercapai.Terjatuh ataupun mengambil jalan yang salah bukan berarti sebuah kesalahan fatal yang tak bisa diperbaiki. Selama mau berusaha untuk menjadi lebih baik dan bertaubat atas sebuah kesalahan, pasti ada jalan untuk menemukan yang benar dan bahagia. Disanalah letak pembelajaran. Sebagaimana sebuah pohon yang semakin tinggi dan berdaun lebat, maka angin yang akan menerpanya akan semakin besar. Jika bukan karena kokohnya akar sebagai dasarnya maka pohon itu bisa tumbang. Sedang dalam posisi tumbang pun, pohon itu masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan kayu bakar atau bahan meubel pengrajin. 

   Begitu pula denganku, kamu dan mereka. Tidak lantas diberikan segala kebahagian dan kesenangan begitu saja melainkan sebelumnya harus diuji. Sedangkan kebahagian dan kesenangan pun telah termasuk dalam Ujian Kualitas.

    Jika musibah maupun cobaan sebesar apapun menimpa, tak perlu mencari kejelekan dan kesalahan,atau bahkan berkeluh kesah, tapi carilah penyelesaian dan hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. 

   Kesabaran yang tiada berbatas dalam Ujian Kualitas adalah penolak dari segala keluh kesah dalam setiap ujian.

Baca juga:

TENTANG AQIDAH,KEIMANAN SERTA UJIAN

  Boleh jadi dengan jalan itulah kita bisa mengambil banyak manfaat dan barokah atas usaha kita menerima dengan keikhlasan.

   “ALLAH tidak akan menguji kualitas seorang hamba melebihi dari batas kemampuan dari hamba-NYA”

Dipublikasi di Aqidah,Keimanan Serta Ujian | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar