GARDA NASIONAL (DPP SUL-SEL)

Bismillahirrohmanirrohim,,,

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,

Sesungguhnya setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prinsip kebebasan mengeluarkan pendapat berkumpul dan berserikat bagi setiap warga negara sepenuhnya dijamin oleh UUD 1945.

Reformasi adalah gerbang untuk mewujudkan negara yang demokratis, menjunjung tinggi hukum,menegakkan ham,berkeadilan sosial, serta anti diskriminasi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
Badan kesatuan Bangsa Politik Dan perlindungan Masyarakat

Telah sah meresmikan Organisasi Kemasyarakatan Garda nasional sebagai Lembaga yang bergerak dibidang pendidikan,penyuluhan, pengawasan dan pengawalan serta serta LembagaKontrol Sosial,Birokrasi dan kebijakan Publik seperti yang tertera dalam surat keterangan terdaftar.

Surat keterangan terdaftar..
memperhatikan Undang-Undang nomor 8 Tahun 1985 tentang organisasi Kemasyarakatan; Peraturan Pemerintahan No 18 tahun 1986 ‘; Peraturan Menteri dalam negeri N0 : 5 tahun 1986 ; Dan Surat Permohonan No:005/B/DPP-GARNAS/X/2010 Tanggal 15 okteber 2010 setelah diadakan penelitian kelengkapan administrasi organisasi, dengan ini BANGKESBANGPOL dan LINMAS provinsi Sulawesi-Selatan ,menyatakan bahwa:
Nama Organisasi          : LEMBAGA GARDA NASIONAL (GARNAS)
Sifat Kekhususan         : Bergerak dibidang Pendidikan, Penyuluhan, Pengawasan.
NPWP Organisasi         : 03.026.919.5-805.000
Periode Kepengurusan   : Tahun 2010-2013
Ketua                : Dedi Suwandi
Sekretaris          : Slamet Solichin S
Bendahara         : kasmawati
Alamat Organisasi          : Jl.H.Kalla No.59 Makassar , HP: 085299223791

Telah terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan dan dalam melaksanakan kegiatannya agar tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Surat keterangan ini berlaku sesuai periode kepengurusan organisasi dan apabila dikemudian hari surat keterngan terdaftar ini terdapat kekeliruan dan atau terjadi penyalah gunaan , akan ditinjau kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian Surat keterangan ini diberikan agar dipergunakan sebagaimana mestinya.
DRS.H.TAUTOTO TR,M.Si
—————————————–
Pangkat: Pembina utama Muda
Nip       : 196408111993031006
Tembusan disampaikan kepada Yth:
1.Cq.Dijen Kesbangpol di jakarta
2.KAPOLDA Sulselbar di Makassar
3.KAJATI Sulsel di makassar
4.Walikota Makassar di makassar.

Garda Nasional merupakan wadah perjuangan pemuda dan masyarakat yang peka terhadap berbagai permasalahan bangsa dan negara yang memerlukan persatuan dan peran serta masyarakat dalam mencari solusi dan penyelesaian yang tepat.
Adapun para pendirinya yang kami sebut dengan 10(sepuluh) Bintang tertinggi adalah:
1. Mr. Dedi Suwandi
2. Mr. Sulaiman
3. Mr. Hendra Wahyudi(Arung Wahyu)
4. Mr. Hasri l
5. Mr. Andi marjan
6. Mr. Baharuddin Dg.Sila
7. Mr. Herman Iskar
8. Mr. Slamet Solichin,s
9. Mrs. Suryani
10. Mr. Syarief
Didirikan diMakassar 7 maret 2010 dan Sulawesi selatan pun dijadikan sebagai DPP.

Struktur Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Garda Nasional:

  1. Dewan penasehat organisasi
    ketua    ; Drs.Abd.Muin.MD
    Anggota: Ir. Zaenal Abidin
    Anggota ; Ruslan,SH
    Anggota : Yulius Tato.M
    Anggota : Riswan
  2. Dewan nasional
    Ketua     : Hasri L
    Anggota  : Adrian Heri Tukul
    Anggota  : Herman Iskar
    Anggota  : Badaruddin Dg.Sila
    Anggota  : Arung Wahyu
    Anggota  : Syarief
    Anggota  : Andi Marjan
  3. Dewan Pimpinan pusat
    Ketua Umum              : Dedi Suwandi
    Wakil ketua Umum      : Sulaeman
    Sekretaris jendral        : Slamet Solicin S
    Bendahara Umum       : Kasmawati
    Wakil Bendahara Umum: Suryani
  4. Departemen-Departemen:
    1. Departemen Organisasi & kelembagaan
    2. Departemen Pendidikan & Propaganda
    3. Departemen Penelitian & pengembangan Organisasi
    4. Departemen Rekruitmen & Kaderisasi
    5. Departemen Hukum,HAM & Advokasi
    6. Departemen Buruh ,Tani,Nelayan & Miskin Kota
    7. Departemen Usaha & Kesejahteraan8. Departemen Sosial Kemasyarakatan

    9. Departemen Lingkungan Hidup

    10. Departemen Seni & Budaya

    11. Departemen Pemuda & Olahraga

    12. Departemen Pemberdayaan perempuan

    13. Departemen Pembinaan Rohani & Keagamaan.

Bendera Garda Nasional Berwarna dasar hitam,berbentuk persegi panjang dengan lambang organisasi ditengahnya. Warna dasar hitam mencerminkan keteguhan dalam memperjuangkan tujuan organisasi.

Simbol kebebasan mengeluarkan PendapatLambang organisasi:

  1. Perisai mencerminkan alat perlindungan terhadap hak-hak rakyat dan pelanggaran hukum serta Hak Asasi Manusia.
  2. Bintang segi lima besar warna kuning mencerminkan keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha Esa
  3. Roda warna hijau mencerminkan kekuatan dan konsistensi organisasi dalam mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur
  4. Tulisan GARDA NASIONAL warna putih mencerminkan nama lengkap organisasi yang mengembang tugas suci
  5. Sepuluh bintang warna putih mencerminkan sepuluh penggagas dan pendiri organisasi yang mengemban cita-cita mulai dalam gerak langkah perjuangannya.
  6. Merah Putih mencerminkan cinta tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia
  7. Tangan menggenggam bambu runcing mencerminkan nasionalisme kebangsaan untuk mencaopai kemerdekaan dan kebebasan sejati.
  8. Pita warna merah mencerminkan militansi organisasi dan perekat persatuan.
  9. GARNAS merupakan nama singkat organisasi.
  10. DPP mencerminkan Dewan pimpinan Pusat.Visi dan Misi Garda Nasional
    1. Visi:
      1. Membantu pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,kolusi dan nepotisme menuju masyarakat yang madani.
      2. Berperan aktif bersama pemerintah dalam mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
      3. Membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan yang bermamfaat bagi kepentingan rakyat.
      4. Menegakkan hukum,Keadilan,Demokrasi dan Hak Asasi Manusia(HAM).

    B. MISI :
    1. Terpeliharanya NKRI,Pancasila,UUD 45,Ketahanan Nasional,Bhinneka Tunggal Ika serta perundang-undangan dan peraturan pemerintah dan lain sebagainya perlu sosialisasi yang intensif dan bekerja sama antar ormas dengan pemerintah.
    2. Pemberdayaan ormas sebagai kontrol sosial dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
    3. Terjalinnya hubungan yang demokratis antar pemerintah dan masyarakat dapat tumbuh lewat perkembangan ormas yang sehat dan kredibel.

    Garda Nasional dalam perkembangannya selama 2 tahun ini sudah banyak mengikuti kegiatan yang bermamfaat dan membuat rating namanya melejit mendekati ormas yang telah berdiri sebelumnya.

    Brigade Garda Nasional saat melakukan pengawalan pejabat di hotel Singgasana makassar.
    dari Kiri:
    Brigade Herman,
    Brigade Jufri,
    Brigade Asri,
    Brigade Udhin,
    Brigadir Dedy Suwandi,
    Brigade Nazaruddin,
    Brigade Syafiuddin,
    Brigade Andi Marjan,
    Brigade Arung Wahyu

    yang paling berkesan yang dirasakan oleh saya sebagai penulis adalah saat mengawal pejabat di 3 hotel elite dimakassar selama 4 hari dan yang paling spektakuler dalam hidupku dan akan slalu ku kenang adalah saat pengawalan Menteri Negara Bpk.Muhaimin Iskandar yang waktu itu melakukan kunjungan kerjanya dimakassar.

    Brigade Herman

    Alhamdulillah…
    SIAP,,
    SIGAP,
    TANGGAP..
    adalah motto kami sebagai Brigade pilihan. Slalu Siap mendapatkan perintah,kapan,dimana dan apapun,. Selalu sigap dalam menjalankan tugas. Dan Selalu Tanggap dalam menjalani dan menyelesaikan Tugas kami..

    Seandainya Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami ancaman dari luar dan sangat mengkwatirkan dan sangat memerlukan bantuan pemudanya,
    Saya Brigade Arung Wahyu,
    akan selalu SIAP<SIGAP dan TANGGAP memanggil panggilan negeri demi tegaknya kembali negara kesatuan Republik indonesia..
    Hubbul Watani Minal Iman..
    Cinta tanah Air Sebagian Dari Iman..

    Merdeka…!!!!

    Allahu Akbar…!!!

    Jadzakumullohu khairan wa barakolluhu fiqum,,,
    salam perjuangan…!!!

    terima kasihku untuk kunjungan anda di blog ini.
    Penulis

    Brigade Arung Wahyu

    wassalam..

The Big Family Garda Nasional DPP SUL-SEL, Indonesia

Dipublikasi di Arung Wahyu, Uncategorized | Tag , , , | 1 Komentar

Kelapa Oh Kelapa

 

image

Pohon kelapa adalah pohon kehidupan. Mulai dari batang, daun,buah dan airnya, mempunyai peranan penting tersendiri untuk manusia. Selain itu pohon kelapa memiliki Keindahan Natural yang terlihat jelas saat pohon kelapa mulai berbunga. bunga kelapa nampak anggun manakala pagi hari saat embun masih menempel pada kumpulan bunga kelapa itu, atau setelah hujan membasahi bumi, bunga kelapa nampak berseri. Seakan bertasbih memuji kebesaran Ilaahy yang telah menciptakannya

.

    Beberapa minggu yang lalu saat saya berada di kota Sinjai dikediaman adik saya , saya teringat mama pernah mengatakan bahwa pohon kelapa yang ditanam ayah untukku yang letaknya persis dipojok halaman rumah kami kini mulai berbunga.
   Menurutku itu kabar gembira. Mengapa tidak, bukankah kami telah menunggu sekitar 20 lamanya untuk keluarnya hasil tersebut..
   Bunga kelapa adalah cikal bakal dari buah kelapa itu sendiri. Asyik dong..!!! Bisa makan kelapa muda..
   Sebenarnya itu bukan pohon kelapa kami yang satu-satunya. Di daerah Hulo salah satu Lingkungan dalam Kelurahan Tassililu atau biasa yang disebut Manipi daerahku saat ini ,kami memiliki kebun juga yang didalamnya pun ada pohon kelapa 5 batang sebagai kebun warisan dari nenek saya.
     Karena sesuatu hal mendadak, kebun tersebut digadai.
Aduuuhhhh… ya ,sudah 5 tahun ini kami tidak pernah lagi menikmati hasil kelapa tersebut dan hasil-hasil buah yang ada didalamnya.
    Makanya kelapa yang telah berbunga itu adalah kabar gembira buatku. Kenapa?
Karena kelapa itu memang ditanam langsung oleh ayah untukku, si anak nomor tiga.
    Sore tadi, saya menyempatkan diri untuk melihatnya. Ternyata benar. Bunganya ada di dua titik.  Alhamdulillah,,Sekitar 4 bulan lagi, sepertinya sudah bisa menikmati hasilnya. Batangnya pun tidak terlalu tinggi. 4-5 meter..
Siap-siap makan kelapa muda…
Horeeeee…….

Dipublikasi di Inspiratif | Tag , , , , | 3 Komentar

10 MEI

Ada rindu yang tak bisa ku ungkapkan dengan lisan, yang tak bisa kuperlihatkan dari gerak gerik dan lewat bahasa tubuhku. Rindu yang sederhana setelah hampir sebulan lamanya tak pernah menulis, setelah hampir sebulan lamanya tak pernah mencurahkan ide-ide dan hal hal baru di blog ini.
    Ya,, karena sesuatu dalam jangka waktu itu saya seperti hilang kendali dan arah. Tapi Alhamdulillah setelah melakukan Muhasabah atau intropeksi diri di awal bulan ini, saya seperti keluar dari masa-masa sulit yang telah ku lalui hampir setahun ini.
    Dekandensi Moral nyaris menguasai diriku disebabkan karna frustasi dan beban berat dipundakku yang semakin menumpuk. Segala cara telah kupergunakan untuk bisa up kembali tapi selalu gagal malah menambah ruwet fikiran. Tapi setelah semua saya kembalikan kepada الله Azza wa Jalla, secercah asa dan harapan kembali diselipkan dalam hatiku.
     Saya bangkit dari keterpurukan walau saya harus memulainya kembali dari NOL BESAR , menata semua lini dalam rohani dan jasmaniku tidak terkecuali. Semua membutuhkan perjuangan dan latihan yang berat. Saya fikir fondasi serta kuda-kuda terkuat sudah saya tancapkan kembali. Insha Allah tak akan tergoyahkan lagi.
    Rindu yang sederhana ini kupersembahkan pula kepada Ibuku yang tepat hari ini ,33 tahun yang silam dengan menguras tenaga yang tak sedikit,menahan sakit, tangis dan telah bertaruh nyawa telah melahirkanku kedunia ini ,semoga ALLAH selalu merahmatimu ibu..
Inilah hari untukmu ibu, dihari kelahiranku adalah Hari Ibu
     Rindu yang sederhana ini semoga ALLAH Azza wa Jalla membalasnya dengan kebaikan.
   

Dipublikasi di Aksara Tak Bermakna | Tag , , , | 2 Komentar

SUMPAH SETIA SATRIA GOWA

Aru atau angngaru adalah semacam ikrar atau ungkapan sumpah setia yang sering di ucapkan orang-orang gowa(Satria Gowa) di masa silam. Biasanya diucapkan bawahan kepada atasannya,abdi kerajaan kepada rajanya, prajurit kepada komandannya, masyarakat kepada pemerintahnya, bahwa apa yang diucapkan atau yang di ikrarkan dalam aru akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, baik untuk kepentingan Pemerintahan dimasa damai ataupun dimasa perang.

   Aru ini pada saat di ucapkan dapat membakar semangat juang prajurit, membangkitkan jiwa patriotik dikalangan prajurit untuk melawan musuh-musuhnya. Aru yang diucapkan prajurit disebut “Aru Tubarani“(Aru Pemberani) atau “Aru Buleng-Buleng Mangasa“(nama dari salah satu kelompok pejuang di Gowa) pada masa lalu.

image

   Aru banyak pula digunakan dalam berbagai hal seperti Upacara Adat atau penyambutan tamu-tamu agung. Aru yang di ucapkan tersebut selain punya nilai magis dan relegius juga mengingatkan kita bahwa betapa penting kegunaan Aru di masa lalu. Aru merupakan ciri khas dari Satria-Satria Gowa yang tidak dimiliki oleh masayarakat atau Satria lain. Untuk lebih memahaminya, berikut saya akan mengungkapkan beberapa versi “angngaru” dari berbagai versi yang ada yang dikutip dari buku “Profil Sejarah Budaya Dan Pariwisata Gowa” oleh bapak DR.Syahrul Yasin Limpo,SH(Gubernur SUL-SEL saat masih menjabat Kepala Daerah Kab.Gowa periode 1994-1999),Drs. Adi Suryadi Culla, Zainuddin Tika,SH    :

Aru Tubaranina Gowa

Bismillahirrahmanirrahim

Atta…Karaeng
Tabe’ kipammopporang mama’
Ridallekang labbiritta
Risa’ri karatuanta
Riempoang matinggita
     
     Inakke minne karaeng
     Lambara tatassa’la’na Gowa

Nakareppekangngi sallang
Pangulu ribarugayya
Nakatepokangi sallang karaeng
Pasorang attangnga parang

Inai-inaimo sallang,karaeng
Tamappattojengi tojenga
Tamappiadaki adaka

Kisalagai sirinna
Kuisara parallakkenna

Berangja kunipatebba
Pangulu kunisoeyang

Ikau anging, karaeng
Naijambe lekok kayu
Mirikko anging
Namarunang lekok kayu
Iya sani madidiyaji nurunang

Ikau je’ne,karaeng
Naikambe batang mammayu
Solongko je’ne
Namammayu batang kayu
Iya sani bonangpi kianyu

Ikau jarung,karaeng
Naikambe bannang panjai
Ta’leko jarung
Namminawang bannang panjai
Iya sani lambusuppi nakontu tojeng

Makkanamamaki mae,karaeng
Naikambe mappajari
Mannyabbu mamaki mae ,karaeng
Naikambe mappa’rupa

Punna sallang takammayya
Aruku ridallekanta
Pangkai jerakku
Tinra’bate ongjokku

Pauwang ana’ riboko
Pasang ana’ tanjari
Tumakkanaya’ karaeng
Natanarupai janjinna

Sikammajinne aruku ridallekanta
Dasi na dasi nana tarima pa’ngaruku

Salama’……

Artinya    :

Bismillahirrahmanirrahim

Sungguh…..karaeng
Maafkan aku
Di haribaanmu yang mulia
Di sisi kebesaranmu
Di tahtamu yang agung

Akulah ini karaeng
Satria dari tanah Gowa

Akan memecahkan kelak
Hulu keria di arena
Akan mematahkan kelak
Gagang tombak di tengah gelanggang

Barang siapa jua
Yang tak membenarkan kebenaran
Yang menentang adat budaya

Ku hancurkan tempatnya berpijak
Kululuhkan ruang geraknya

Aku ibarat parang yang di tetakkan
Kapak yang di ayunkan

Engkau ibarat anging karaeng
Aku ini ibarat daun kayu
Berhemmbuslah wahai anging
Kurela gugur bersamamu
Hanya sanya yang kuning kau gugurkan

Engkau ibarat air karaeng
Aku ini ibarat batang kayu
Mengalirlah wahai air
Kurela hanyut bersamamu
Hanya sanya air pasang kami hanyut

Engkau ibarat jarum karaeng
Aku ini ibarat benang kelindang
menembuslah wahai jarum
Kan ku ikut bekas jejakmu

Bersabdalah wahai karaeng
Aku akan berbuat
Bertitahlah wahai karaeng
Aku akan berbakti

Bilamana kelak janji ini tidak kutepati
Sebagaimana ikrarku dihadapanmu
Pasak pusaraku
Coret namaku dalam sejarah
Sampaikan kepada generasi mendatang
Pesankan kepada anak cucu
Apabila hanya mampu berikrar,karaeng
Tapi tidak mampu berbuat bakti

Demikian ikrarku dihadapanmu
Semoga Tuhan mengabulkan-NYA.

Aamiin…….

Dipublikasi di Inspiratif | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Bersedih,, Tak Di Ajarkan Syariat Dan Tak Bermanfaat

Bersedih itu sangat dilarang. Ini ditegaskan dalam firman ALLAH yang berbunyi,,

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻬِﻨُﻮﺍ۟ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ۟ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢُ ﺍﻟْﺄَﻋْﻠَﻮْﻥَ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣُّﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ : ١٣٩

“Dan, janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati.”
(QS. Ali ‘Imran: 139)

“Janganlah bersedih atas mereka” (kalimat ini disebut berulangkali dalam beberapa ayat al-Quran) dan, Janganlah kamu bersedih sesungguhnya ALLAH selalu bersama kita.
(QS. At-Taubah: 40)

Adapun firman ALLAH yang menunjukkan bahwa kesedihan (bersedih) itu tak bermanfaat apapun adalah,

“Niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(QS. Al-Baqarah: 38)

Bersedih itu hanya akan memadamkan kobaran api semangat, meredakan tekad, dan membekukan jiwa. Dan kesedihan itu ibarat penyakit demam yang membuat tubuh menjadi lemas tak berdaya. Mengapa demikian?
Tak lain, karena kesedihan hanya memiliki daya yang menghentikan dan bukan menggerakkan. Dan itu artinya sama sekali tidak bermanfaat
bagi hati. Bahkan, kesedihan merupakan satu hal yang paling disenangi setan. Maka dari itu, setan selalu berupaya agar seorang hamba bersedih untuk menghentikan setiap langkah dan niat baiknya. Ini telah diperingatkan ALLAH dalam firman-Nya,

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan supaya orang-orang mukmin berduka cita.”
(QS. Al-Mujadilah: 10)

Syahdan, Rasulullah Saw melarang tiga orang yang sedang berada dalam satu majelis demikian,
“(Janganlah dua orang di antaranya) saling melakukan pembicaraan rahasia tanpa disertai yang ketiga, sebab yang demikian itu akan membuatnya (yang ketiga) berduka cita.”
Dan bagi seorang mukmin, kesedihan itu tidak pernah diajarkan dianjurkan. Soalnya, kesedihan merupakan penyakit yang berbahaya bagi jiwa. Karena itu pula, setiap muslim diperintahkan untuk mengusirnya jauh-jauh dan dilarang tunduk kepadanya.
Islam juga mengajarkan kepada setiap muslim agar senantiasa melawan dan
menundukkannya dengan segala pelaratan yang telah disyariatkan ALLAH Azza waJalla.
Bersedih itu tidak diajarkan dan tidak bermanfaat. Maka dari itu, Rasulullah Saw senantiasa memohon perlindungan dari ALLAH agar
dijauhkan dari kesedihan. Beliau selalu berdoa seperti ini,

“Ya ALLAH, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita.”
Kesedihan adalah teman akrab kecemasan. Adapun perbedaannya
antara keduanya adalah manakala suatu hal yang tidak disukai hati itu
berkaitan dengan hal-hal yang belum terjadi, ia akan membuahkan kecemasan. Sedangkan bila berkaitan dengan persoalan masa lalu, maka ia akan membuahkan kesedihan. Dan persamaannya, keduanya sama-sama dapat melemahkan semangat dan kehendak hati untuk berbuat suatu kebaikan.

Kesedihan dapat membuat hidup menjadi keruh. Ia ibarat racun berbisa bagi jiwa yang dapat menyebabkannya lemah semangat, krisis gairah, dan
galau dalam menghadapi hidup ini. Dan itu, akan berujung pada ketidakacuhan diri pada kebaikan, ketidakpedulian pada kebajikan, kehilangan semangat untuk meraih kebahagian, dan kemudian akan berakhir pada pesimisme dan kebinasaan diri yang tiada tara.
Meski demikian, pada tahap tertentu kesedihan memang tidak dapat dihindari dan seseorang terpaksa harus bersedih karena suatu kenyataan.
Berkenaan dengan ini, disebutkan bahwa para ahli surga ketika memasuki surga akan berkata,

“Segala puji bagi ALLAH yang telah menghilangkan duka cita dari kami.
(QS. Fathir: 34)

Ini menandakan bahwa ketika di dunia mereka pernah bersedih sebagaimana mereka tentu saja pernah ditimpa musibah yang terjadi di luar ikhtiar mereka. Hanya, ketika kesedihan itu harus terjadi dan jiwa tidak lagi memiliki cara untuk menghindarnya, maka kesedihan itu justru akan mendatangkan pahala. Itu terjadi, karena kesedihan yang demikian merupakan bagian dari musibah atau cobaan. Maka dari itu, ketika seorang hamba ditimpa kesedihan hendaknya ia senantiasa melawannya dengan doa-doa dan sarana-sarana lain yang memungkinkan untuk mengusirnya.

“Dan, tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datangkepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraaan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.”
(QS. At-Taubah: 92)

Demikianlah, mereka tidaklah dipuji dikarenakan kesedihan mereka semata. Tetapi, lebih dikarenakan kesedihan mereka itu justru
mengisyaratkan kuatnya keimanan mereka. Pasalnya, kesedihan mereka berpisah dengan Rasulullah adalah dikarenakan tidak mempunyai harta yang akan dibelanjakan dan kendaraan untuk membawa mereka pergi
berperang. Ini merupakan peringatan bagi orang-orang munafik yang tidak
merasa bersedih dan justru gembira manakala tidak mendapatkan
kesempatan untuk turut berjihad bersama Rasulullah.

Kesedihan yang terpuji — yakni yang dipuji setelah terjadi — adalah
kesedihan yang disebabkan oleh ketidakmampuan menjalankan suatu
ketaatan atau dikarenakan tersungkur dalam jurang kemaksiatan. Dan
kesedihan seorang hamba yang disebabkan oleh kesadaran bahwa kedekatan dan ketaatan dirinya kepada ALLAH sangat kurang. Maka, hal itu menandakan bahwa hatinya hidup dan terbuka untuk menerima hidayah dan cahaya-Nya.

Sementara itu, makna sabda Rasululllah dalam sebuah hadis shahih yang berbunyi, “Tidaklah seorang mukmin ditimpa sebuah kesedihan, kegundahan dan kerisauan, kecuali ALLAH pasti akan menghapus sebagian dosa-dosanya,”
adalah menunjuk bahwa kesedihan, kegundahan dan kerisauan itu merupakan musibah dari ALLAH yang apabila menimpa seorang hamba, maka hamba tersebut akan diampuni sebagian dosa-dosanya. Dengan begitu, hadits ini berarti tidak menunjukkan bahwa kesedihan, kegundahan dan kerisauan merupakan sebuah keadaan yang harus diminta dan dirasakan.
Bahkan, seorang hamba justru tidak dibenarkan meminta atau mengharap kesedihan dan mengira bahwa hal itu merupakan sebuah ibadah
yang diperintahkan, diridhai atau disyariatkan ALLAH untuk hamba-Nya.
Sebab, jika memang semua itu dibenarkan dan diperintahkan ALLAH, pastilah Rasulullah Saw akan menjadi orang pertama yang akan mengisi seluruh waktu hidupnya dengan kesedihan-kesedihan dan akan menghabiskannya dengan kegundahan-kegundahan. Dan hal seperti itu jelas sangat tidak
mungkin. Karena, sebagaimana kita ketahui, hati beliau selalu lapang dan
wajahnya selalu dihiasi senyuman, hatinya selalu diliputi keridhaan, dan
perjalanan hidupnya selalu dihiasi dengan kegembiraan.
Memang, dalam hadist Hindun ibn Abi Halah tentang sifat Nabi Saw disebutkan bahwa,
“Sesungguhnya, dia selalu bersedih”. Namun, hadist ini ternyata kurang dapat dipercaya, sebab dalam silsilah perawinya terdapat seorang perawi yang tidak dikenal. Selain itu, muatan hadits inipun jelas sangat bertentangan dengan realitas kehidupan Rasulullah Saw.
Bagaimana mungkin Rasulullah dikatakan selalu dirundung kesedihan?
Bukankah ALLAH telah melindungi beliau dari kesedihan yang berkaitan
dengan urusan keduniaan dan semua unsur-unsurnya, melarangnya agar tidak bersedih atas perilaku orang-orang kafir, dan mengampuni semua dosa-dosanya yang telah berlalu maupun yang belum terjadi? Nah, dari manakah sumber kesedihan itu? Bagaimana pula kesedihan itu dapat menembus pintu hati beliau? Dan dari jalan manakah kesedihan itu dapat menyusup ke dalam lubuk hatinya? Bukankah beliau Saw. senantiasa hatinya diliputi dzikir, jiwanya dialiri semangat istiqamah, pikirannnya selalu dibanjiri hidayah rabbaniyah, dan hatinya senantiasa tenteram dengan janji ALLAH serta rela dengan semua ketentuan dan perbuatan-Nya? Bahkan, Rasulullah adalah orang yang terkenal ramah dan murah senyum sebagaimana dilukiskan oleh salah satu gelarnya sebagai “seseorang yang murah senyum .”

Siapa saja membaca, menghayati, dan mendalami sejarah perjalanan hidup beliau dengan seksama dan menyeluruh, maka ia akan mengetahui bahwa Rasulullah Saw diturunkan ke dunia ini untuk menghancurkan
kebatilan, mengusir kesuntukan, kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, serta membebaskan jiwa dari tekanan keragu-raguan, kebingungan,
kegundahan dan keguncangan. Bersamaan dengan itu, beliau juga diutus untuk menyelamatkan jiwa manusia dari segala bentuk hawa nafsu yang membinasakan. Maka begitulah, betapa banyaknya karunia ALLAH yang telah
dianugerahkan kepada manusia.

Ada sebuah hadist menyebutkan bahwa,
“Sesungguhnya ALLAH sangat mencintai hati yang senantiasa bersedih.” Namun, hadist ini ternyata tidak memiliki sanad (jalur periwayatan) dan perawi yang jelas, alias kurang dapat dipercaya. Singkatnya, hadist ini jelas kurang dapat dipertanggungjawabkan keshahihannya. Selain itu, hadist ini juga tidak dapat dikategorikan shahih karena sangat bertentangan dengan ajaran agama dan tuntunan syariat. Dan kalau memang khabar (hadist) itu akan dianggap shahih, maka penjelasannya adalah demikian:
kesedihan itu adalah salah
satu musibah dari ALLAH yang ditimpakan kepada hamba-Nya untuk mengujinya. Artinya, jika hamba tersebut mampu menghadapinya dengan kesabaran, maka sesungguhnya ALLAH mencintai kesabaran orang tersebut dalam menghadapi cobaan itu.
Demikianlah, maka merupakan kesalahan besar bagi orang-orang yang memuja kesedihan, senantiasa berusaha menciptakan kesedihan, dan
mencoba membenar-benarkan kesedihan mereka dengan dalih bahwa syariat telah menganjurkan dan memandangnya sebagai sesuatu yang baik. Sebab, pada kenyataannya dalil-dalil syariat melarang hal itu. Bahkan, syariat justru memerintahkan setiap manusia agar tidak bersedih dan selalu ceria.

Hadits lain menyebutkan,
“Jika ALLAH mencintai seorang hamba, maka Dia akan memancangkan sebuah gemuruh ratapan di dalam hatinya. Dan apabila
Dia membenci seorang hamba, maka Dia akan menanamkan seruling nyanyian di dalam dadanya.”
Memang, hadist ini bersumber dan berasal dari Israiliyat (mitos Bangsa Israel). Ada pula yang mengatakan bahwa hadits ini termaktub dalam Taurat.

Meski demikian, perkataan ini memiliki pesan makna yang benar.
Sebagaimana sering kita lihat, orang mukmin akan senantiasa bersedih atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya, sementara orang yang durhaka akan
senantiasa lalai, tidak pernah serius, dan berdendang kegirangan justru karena dosa-dosanya. Dan kalaupun ada kesedihan yang menimpa orang-orang salih, maka itu tak lebih dari sebuah penyesalan terhadap kebaikan-kebaikan yang terlewatkan, ketidakmampuan mereka mencapai derajat yang tinggi dan kesadaran bahwa mereka telah melakukan banyak kesalahan.

Demikianlah, alasan yang mendasari kesedihan ini berbeda dengan alasan
yang mendasari kesedihan orang-orang yang durhaka. Mereka bersedih karena tidak mendapatkan keduniaan, keindahan, dan kenikmatan
duniawi. Kesedihan, kegundahan dan kegelisahan mereka adalah karena
keduniaan, untuk keduniaan dan di jalan menuju keduniaan.
Dalam sebuah Firman-Nya, ALLAH menceritakan keadaan seorang nabi dari Bani Israel demikian,

“Dan, kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (kepada anak-anaknya).
(QS. Yusuf: 84)

Ayat ini mengabarkan tentang kesedihan Nabi Ya’qub saat harus kehilangan anak yang menjadi kekasihnya. Ini merupakan kabar bahwa cobaan tersebut sama beratnya dengan musibah atau ujian yang dirasakan oleh seseorang saat dipisahkan dengan buah hatinya. Betapapun, ayat di atas hanya sekadar memberi kabar dan lukisan tentang beratnya cobaan seorang nabi. Dan itu bukan berarti bahwa kesedihan seperti itu diperintahkan atau dianjurkan. Bahkan justru sebaliknya, kita diperintahkan untuk beristi’adzah (memohon perlindungan) kepada ALLAH dari segala kesedihan. Sebab, bagaimanapun kesedihan adalah lakasana awan tebal, malam pekat yang panjang, dan aral panjang yang melintang di tangah jalan ke arah kemuliaan.
Selain Abu Utsman al-Jabari, semua ahli sufi sepakat bahwa bersedih karena perkara duniawi itu tidak terpuji. Menurut Abu Ustman, kesedihan itu —apapun bentuknya— adalah sebuah keutamaan dan tambahan
kebajikan bagi seorang mukmin, yakni dengan syarat bila kesedihan itu bukan dikarenakan suatu kemaksiatan. la juga mengatakan,

Bahwa kalau kesedihan itu tidak diwajibkan secara khusus, maka ia diwajibkan sebagai sarana mensucikan diri.”

Syahdan, ada pula yang berkata, “Tidak diragukan lagi bahwa kesedihan merupakan ujian dan cobaan dari ALLAH sebagaimana halnya penyakit, kegundahan, dan kegalauan. Namun jika dikatakan bahwa
kesedihan adalah tingkatan yang harus dilalui seorang sufi adalah tidak benar.”
Atas dasar itu, sebaiknya Anda berusaha untuk senantiasa gembira
dan berlapang dada. Jangan lupa memohon kepada ALLAH agar selalu diberi kehidupan yang baik dan diridhai, kejernihan hati, dan kelapangan pikiran.
Itulah kenikmatan-kenikmatan di dunia. Betapapun, sebagian ulama mengatakan bahwa di dunia ini terdapat surga, dan barangsiapa tidak pernah memasuki surga dunia itu, maka ia tidak akan masuk surga akhirat.
ALLAH adalah satu-satunya Dzat yang pantas kita mohon agar melapangkan hati kita dengan cahaya iman, menunjukkan hati kepada jalan-Nya yang lurus, dan menyelamatkan kita kehidupan yang susah dan
menyesakkan.

Sumber  : La Tahzan

Dipublikasi di La Tahzan | Tag , , | 2 Komentar

Azbabun Nuzul QS.Al Baqarah : 6-7

image

image

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari Ikrimah atau dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwa kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi di Madinah.

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Anas, dia berkata, “Dua ayat turun berkenaan dengan perang Ahzab yaitu, ‘Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka,…’ sampai, ‘…, dan mereka akan mendapat siksaan yang berat.’ ” (Al-Baqarah: 6-7)

Dipublikasi di Arung Wahyu | Tag , , | Meninggalkan komentar

AL QUR’AN MEMBAHAS PERISTIWA MASA DEPAN

Al-Quran banyak menjelaskan tentang rahasia-rahasia masa depan. Tentu saja interpretasi ini sangat subyektif, tergantung dari ilmu dan pemahaman dari penafsir.

Menurut beberapa penafsir, Al-Quran banyak menjelaskan tentang penemuan dan pencapaian-pencapaian manusia di masa depan. Sebagai contoh adalah  :

1. Kejadian di Masa Rasulullah SAW

Ada banyak ayat Quran yang memberi kepastian kepada Rasulullah SAW atas kemenangan umat Islam. Berita tentang matinya Abu Lahab, salah satu orang yang paling keras memusuhi Islam dan Rasul-NYA, adalah bukti otentik. Quran mengatakan bahwa Abu Lahab akan kafir sepanjang hidupnya, dan akan mati menggenaskan. Hal ini ternyata terbukti.

Bayangkan jika Abu Lahab ingin membuktikan kesalahan Quran, ia bisa saja masuk Islam, dan seluruh kebenaran Quran dan Islam hancur. Tapi ALLAH benar-benar menjaga hal ini.
Banyak juga berita kemenangan-kemenangan umat Islam di masa itu seperti penaklukan Mekkah (QS 48:28), di mana ayat ini turun ketika muslim dalam keadaan terusir dan lemah. Serta kemenangan Romawi yang sudah terdesak dan kalah beberapa kali oleh Persia (QS 30: 1-7), tepat di tempat yang termuat di dalam Al-Quran. Semua hal ini diungkapkan Quran jauh sebelum itu terjadi.

2. Terjaganya Jasad Firaun

Ketika ALLAH  SWT menurunkan ayat:

“Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus : 92)

banyak orang pada saat itu yang tidak menyangka bahwa ternyata ALLAH SWT benar-benar menjaga jasad Firaun. Sebuah jasad mumi yang ditemukan pada tahun 1898 dan diperiksa pada tahun 1975 membuktikan bahwa mumi itu adalah benar-benar jasad milik Firaun yang diberitakan dalam Al-Quran.

3. Eksplorasi di Bulan

Banyak interpretasi yang mengatakan bahwa ayat 18 dalam surah Al-Inshiqaq, menggambarkan tentang perkabaran eksplorasi manusia di bulan:

“Dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu akan melalui tingkat demi tingkat.” (Al-Insyiqaaq 18-19)

Manusia memang pada akhirnya beberapa kali melakukan penjelajahan ke bulan, misalnya Amerika Serikat dan Uni Soviet. Selain pendaratan tak berawak oleh Uni Soviet, beberapa kali Amerika Serikat benar-benar mengirimkan manusia ke bulan.

4. Kendaraan Masa Depan

Dalam surah An-Nahl ayat 8, ALLAH SWT membicarakan kendaraan yang digunakan pada jaman itu, dan sedikit membicarakan tentang kendaraan masa depan yang belum diketahui manusia:

“Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.”

Di ayat ini pula ALLAH SWT mengatakan manusia menggunakan kendaraan sebagai perhiasaan. Dalam kata lain, kendaraan tidak saja dipakai sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai alat status sosial. Persis seperti yang terjadi di jaman ini.
Semua yang kami ungkapkan di sini hanya merupakan sebagian dari kebenaran yang diungkapkan Al-Quran. Rasulullah SAW sendiri mempunyai banyak penjelasan tentang masa depan, yang terdapat dalam kumpulan haditsnya. Redaksi Boombastis akan membahasnya di lain waktu. Yuk rajin baca biar tambah ilmu dan iman.

Informasi Mengenai Peristiwa Masa Depan dalam Al Qur’an

Sisi keajaiban lain dari Al Qur’an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

“Sesungguhnya ALLAH akan membuktikan kepada Rasul-NYA tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka ALLAH mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (Al Qur’an, 48:27)

Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.
Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur’an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah Kalam ALLAH Yang pengetahuan-NYA tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab “titik terendah” disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari ALLAH yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala :

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? (QS.Qaaf  : 36)

Salah seorang ulama salaf berkata, “Kisah-kisah (dalam al-Qur’an) adalah tentara-tentara Allâh”, artinya: kisah-kisah tersebut tidak bisa disanggah oleh para penentang kebenaran…

ALLAH Azza wa Jalla berfirman :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi dan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yusuf  :111)
.
Artinya: kisah-kisah yang menggambarkan keadaan para Nabi dan umat mereka tersebut, serta yang menjelaskan kemuliaan orang-orang yang beriman dan kebinasaan orang-orang kafir yang mendustakan seruan para nabi, berisi pelajaran bagi orang-orang yang beriman untuk memantapkan keimanan mereka dan menguatkan ketakwaan mereka kepada ALLAH Azza wa Jalla dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-NYA.

surat Shad ayat 28 :

أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ

“Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi?! Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?!”

Selain itu, surat al-Hasyr ayat 20 ini juga menerangkan tempat manusia berlabuh nanti ketika di akhirat. Apakah di surga atau neraka? Tidak ada pilihan lain. Inilah masa depan mereka sesungguhnya. Masa depan yang sukses dan cemerlang ialah ketika surga menjadi tempatnya di akhirat. Sedangkan masa depan yang buruk dan suram ialah ketika neraka menjadi tempatnya.

Jalan yang ditempuh menuju surga sudah jelas, apalagi jalan yang menuju neraka. Tinggal manusia sendiri memilih mana jalan yang ia tempuh sekarang di dunia. Nabi sudah diutus, al-Quran sudah diturunkan, dan ajaran agama sudah dijelaskan. Tidak mungkin manusia bisa beralasan lagi.

Firman ALLAH Subhanahu wata’la:

رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ..( النساء: 165)

“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada lagi alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.” (QS. An-Nisa’: 165)

Pemenang Masa Depan

Indah sekali penutup ayat ke-20 surat al-Hasyr ini. Setelah menegaskan ketidaksamaan penghuni surga dan neraka, ALLAH menyatakan bahwa penghuni surga adalah orang-orang yang beruntung. ALLAH ‘azza wa jalla berfirman:

لا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ ( الحشر: 20)

“Tidak akan sama antara penghuni neraka dan penghuni surga. Para penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 20)

Dalam al-Quran, kata “al-faizun” disebutkan empat kali. Semuanya menggambarkan para penghuni surga. Sebagian ahli tafsir memaknainya sebagai orang-orang yang beruntung, lawan dari “al-khasirun” atau orang-orang yang merugi. Dalam “al-Qur’an dan Terjemahannya”, kata “al-faizun” dalam ayat ini diterjemahkan menjadi ‘orang-orang yang beruntung.

Ibnu Jarir Ath-Thabari (wafat th. 310 H) menafsirkan “al-faizun” dalam ayat di atas sebagai orang-orang yang meraih apa yang mereka cari dan inginkan. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari peringatan yang ditujukan kepada mereka.

Ibnu Katsir menafsirkan “al-faizun” dalam ayat di atas sebagai kaum muslimin yang selamat dari adzab ALLAH. Sedangkan Syaukani (wafat th. 1250 H) menafsirkannya dengan ‘orang-orang yang memenangkan apa saja yang diinginkan dan selamat dari segala keburukan.

Dari sisi bahasa, kata “al-faizun” dalam ayat di atas tidak selalu diartikan sebagai orang-orang yang beruntung, tapi juga sebagai para pemenang. Seperti halnya tafsir Syaukani di atas, orang yang menang berperang melawan musuh juga dikatakan “faaza bihi”.

“Dan ALLAH mengeluarkan kamu dariperut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur. (16: 78)

ALLAH dalam ayat ini mengisyaratkan ciri khas manusia yang paling penting dan paling bernilai, yakni kemampuan berpikir dan mencerna sesuatu. ALLAH berfirman, ketika kamu lahir dari perut ibumu, kamu tidak mengetahui sesuatu pun dan apa yang kamu ketahui saat ini dicerap dengan bantuan mata, telinga dan akal yang diberikan oleh ALLAH kepada kamu. Lalu mengapa kalian tidak mensyukurinya?

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Mengingat kembali kekurangan di masa lalu dapat menghidupkan kembali semangat manusia untuk bersyukur. Oleh karenanya, kita diperintahkan untuk menengok masa lalu agar selalu bersyukur.

2. Rasa syukur sejati akan nikmat mata, telinga dan akal adalah dengan menuntut ilmu. Karena ALLAH berfirman, “Kalian tidak mengetahui, Aku yang memberikan mata, telinga dan akal agar kalian bersyukur, yakni tuntutlah ilmu.”
Baca juga  : AL QUR’AN ADALAH MESIN WAKTU

Semoga ALLAH Azza wa Jalla senantiasa memudahkan kita untuk mengambil teladan dan petunjuk yang baik dari kisah-kisah para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , serta memuliakan kita dengan dikumpulkan di surga kelak bersama para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , para shidiq, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh, Aamiin.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allâh dan Rasul(-Nya), mereka itu akan (dikumpulkan) bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh ALLAH, yaitu: para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “(QS.An-Nisâ  :69)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Dipublikasi di Arung Wahyu | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Bukan Sekedar Kata

Sahabatku yang baik,,,
Saat ku bermimpi sesuatu yang baik tentangmu ku berbaiksangka dan berdo’a pada ALLAH bahwa itu adalah yang sebenarnya terjadi padamu, dan saat kubermimpi yang tak baik tentangmu,kumeyakini semua hanya bunga tidur dan berdo’a bahwa itu tak akan pernah terjadi dalam hidupmu karena persahabatan ini begitu berarti bagiku, begitu juga dirimu..

image

Bila saat ini kau merasa terpuruk dalam segala hal, merasa bintang kehidupanmu mulai meredup banyaklah bertanya tentang diri dan banyaklah mengevaluasi kekurangan diri serta lebih mendekatlah kepada-NYA agar selalu mendapat petunjuk-NYA dalam meniti setiap langkah kehidupanmu, insyaa Allah selalu ada jalan untuk yang mau berikhtiar,, semangkA!

Seberapa dalam pun hatimu terluka oleh seseorang dan seberapa bencipun kau terhadap prilaku seseorang jangan sampai terucap do’a yang buruk untuknya, karena semuanya hanya akan menghempaskanmu dalam kehinaan yang sama dengan orang yang telah mendzalimimu, kita punya ALLAH yang Maha Adil dan Maha Mengetahui…insya Allah berlindunglah hanya kepada-NYA.

Semoga kegelisahanmu adalah kegelisahan karena bisik nuranimu untuk kembali dan bukan kegelisahan karena bisik nafsumu yang tak henti menghasutmu untuk dipuaskan menipumu tentang dahaga yang tak akan berujung hingga di tepian liang lahatmu

…Aamiin..
Seiring waktu dn usia yang terus bertambah, seharusnya semakin bijaksana semakin damai semaki kukuh dan tangguh semakin berkepribadian dan berkarakter semakin dihormati…
Do’a dan do’a selalu dalam cinta untukmu. Tak pernah bisa menebak berapa waktu kita yang tersisa, hanya ALLAH yang Maha Tahu… bila teringat ingin rasanya memberikan yang terbaik bagi semuanya terutama bagi-NYA….
Jangan pernah sekalipun berpikir bahwa ALLAH telah berlaku tak adil kepadamu karena seringkali kita sendirilah yang mendzalimi diri kita dengan prasangka buruk kepada-NYA…Berbahagialah orang-orang yang sabar dan senantiasa ridha dengan segala ketetapan-NYA karena insha Allah, ALLAH pun akan ridha kepada kita,kepada mereka, maka adalah kebahagiaan yang lebih indah selain hidup dan mati dalam ridha-NYA…..
Subhanallah….

Perjalanan waktu dan takdir-NYA membawa kita hingga ke hari ini setelah melalui suka duka sedih gembira pahit manis yang semuanya tersaji karena kehendak Illahi, mungkin ada beberapa bagian yang kita berkenan dan beberapa penggalan yang kita ingin tinggal selamanya di sana, itulah hebatnya ALLAH…kehidupan akan tetap berjalan sesuai dengan iramanya sendiri, kita hanya harus menjalaninya dengan iman sabar serta syukur..
Semoga kita mendapat kemenangan hati, keikhlasan untuk memaafkan sepenuh hati dan kerendahan hati untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan diri dan berketetapan hati untuk senantiasa menjaga bening hati dari dengki dari dendam dan dari segala prasangka yang membuat keruh hati yang kian menjauhkan nur Illahi..
Bismillah..
Aamiin…..

Dipublikasi di Inspiratif | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar